Total Tayangan Halaman

Minggu, 20 Januari 2013

INDAH : "Saat Cinta Tak Harus Kita Miliki"



AKHIR DARI SEBUAH KISAH 12 TAHUN

Indah Imaniyar dan M Sulton Habibi



Aku menulis ini adalah sebagai luapan kesedihan, dan memang dari dulu ingin aku buat kisah tentang perasaan yang ku punya terhadap sulton,aku ingin merangkai semua menjadi sebuah cerita karena semua terlalu indah untuk ku.

Dan saat aku memutuskan saat ini lah cerita itu ku rangkai alasannya karena hubungan ku dengan dia sudah berakhir akibat perselingkuhan yang dia jalani  dengan beberapa wanita yang sering ia lakukan jika marah atau kesal terhadapku, semua itu membuat aku kecewa namun tak bisa menghilangkan perasaan ku terhadap sulton.


      Penghianatan atas perasaanku yang baru ini aku ketahui lagi dengan seorang perempuan bernama novi yang tak bisa aku terima, lagi dan lagi dia menyembunyikan seseorang dibelakangku…

Kenapa aku bisa tau penghianatan dya???

Hari kamis malam sebelum besoknya aku libur, aku mengirimkan sebuah pesan ke ponsel nya…
aku bilang “besok kita ke kebun binatang yuk…mau gak???”
saat itu dya belum membalas dan ku kirim pesan lagi “hello…”
saat itu dya balas “apa gak salah kirim???”
aku menjawab “gak..gimana mau gak”
malam itu aku smsan sama dya sampai sekitar jam 09:30 lewat
dan sms terakhir yang kuterima adalah “jadi gak jadinya bsk ja ya..”
serentak aku marah dan ku balas “kl gak bisa ya udah gpp,lebih baik gak usah”
dia tidak membalas sms terakhirku yang ku pikir dia sudah tidur…

keesokan nya aku memilih menonton dvd …tapi ku dengar telpon ku berbunyi dan ku lihat no sulton yang menelponku dan ku angkat dya mengajak aku jalan – jalan tapi dia tidak punya uang untuk mengajak ku makan duren,karena aku menagih janji dibelikan duren,dya hanya punya 50.000 hari itu dan aku bilang gak usah beli duren lebih baik masak dirumah kamu karena aku punya janji memasak untuk dya…

setelah dari pasar karena hari jum’at kita buru – buru untuk mencari masjid, aku tidak mau kl sampai dia tidak sholat jum’at..aku menunggu diseberang jalan sementara dia ke masjid dan handphone nya dititip kan…

saat itu aku hanya membaca isi sms nya aja…tapi aku teringat sms itu bisa dihapus dan kucari histori di handphone nya yang memang dya terkadang lupa menghapusnya,handphone yang dia pakai adalah type Samsung android jelas ada histori meski sms yang di pesan sudah di hapus tapi di histori masih ada biarpun tidak bisa dibuka namun tetap bisa dibaca isi pesannya,,,disitulah tanganku gemetar melihat serangkai sms dari perempuan – perempuan yang tidak aku kenal sekita 3 orang (ani..evii dan dewi) yang mengejutkanku adalah saat ku baca isi pesan dewi “say..nanti lagi ya…” ku lihat di atas nya masih ada lagi “telponnya” dan sulton menjawa “ya udah..” dan aku kaget saat isi pesan dewi dengan isi yang makin membuat aku gemetaran dewi mengirim pesan penutup mesra “mmmmuuuachhh”dan ku lihat jam saat mereka saling mengirim pesan 22:27 itu 1 jam setelah sulton tidak membalas sms ku,mungkin saat itu dia sedang asik bermesraan di telpon dengan dewi,,

saat itu aku bingung ku rasakan tanganku yang bergerak seperti di setrum dan hati ku yang berdebar dengan cepatnya ya Allah inikah niatan baikku dan hari ini aku ditunjukan dengan balasan dari orang yang ku percayai selama 12 tahun ini,inikah akhir yang harus aku lewati dengan sebuah penghianatan…

aku masih memandangi sms dari dewi sampai sulton kembali mengahmpiriku dan dia melihat wajahku yang berubah pucat…dya ambil handphone yang masih ku pegang…dya pun kaget saat mengetahui aku telah membaca semua sms di handphone nya,dan akhirnya aku teruskan untuk kerumahnya karena aku sudah berniat untuk memasak tapi di tengah jalan aku merasa mata ku perih hingga mengeluarkan air mata dan suara nafas ku tak beraturan tersesak dan menangis keras…

dan setibanya di rumah sulton aku duduk didepan pintu rumahnya masih dalam keadaan menangis namun tak bersuara,tiba – tiba dia membuka bagian belakang handphonenya dan mematahkan sim card dan melemparnya ke hadapanku, dia mencoba berbicara pada ku namun aku masih dalam keadaan terkejut,dya menawariku untuk mengantarku pulang namu saat itu kulihat belanjaan yang kubeli dan niat awalku adalah memasak untuknya,akhirnya ku bawa semua belanjaan itu ke dapur dan memulai masak setelah selesai masak aku berfikir untuk langsung pulang, dan akupun mulai pembicaraan sambil membuat sayur sop ayam kutanya perlahan “siapa dewi?dan sudah berapa lama kamu mengenalnya?” dan dya menjawab “dewi itu temen kerjaku,Cuma beda group di hotel kita sama – sama satpam,dan dya seorang janda,dia memang biasa mengucapkan kata say,bukan hanya sama aku ja,tapi ke temen – temen ku yang lain juga begitu,ani dan evi juga sama”
indah         : “sebodoh – bodoh nya orang selama masih punya pikiran gak ada yang percaya itu dari seorang janda,dan tidak mungkin seseorang yang tidak memiliki hubungan spesial mengucapkan kata say dan mmuachh dan sering telpon..”
sulton        : “kamu gak percaya sama aku,demi Allah mih dia itu janda dan sudah memiliki anak,dan aku gak ada hubungan apa-apa”
indah         : “jika kamu berkata bohong apa siap besok kamu kehilangan kaki kamu atau tertabrak truk???”
sulton        :”aku siap jika memang itu mau kamu,dan kita buktikan siapa yang benar”
indah         :oke kita liat besok,tapi jangan salahkan aku jika semua itu terjadi akibat kebohongan mu”

setelah semua masakan ku selesai aku menunggu untuk dia menghabiskan makanannya sambil ku Tanya dan ku candai
indah         :”gimana enak gak??apa ada yang kurang?maaf ya klo tempe nya keras”
sulton        :”gak ko…ini enak banget mih…gak kaya tempe orek yang di hotel tempat ku kerja”
indah         :”jadi masih berani bilang kalau aku gak bisa masak????buktinya kamu sampai nambah gitu..”
dya hanya tersenyum sambil menghabiskan makanannya,setelah dia selesai makan aku ulurkan tanganku sambil mengajak berjabat tangan dan ku katakan padanya
indah         :”aku ikhlas jika kamu memilih dewi dibandingkan aku,yang tidak seperti apa yang kamu mau,mungkin dia jauh lebih baik dariku,,dan kamu pun sudah tidak memiliki hati lagi untuk aku kini,kamu sudah bisa menerima perempuan lain dihidupmu selain aku,maka aku berjanji mulai saat ini tak akan aku mengganggu kehidupan kamu dan tidak akan pernah hadir lagi di hidupmu ,supaya kamu bisa bahagia bersama dewi”
sulton        : “mih dengerin aku dulu..aku belum cerita semuanya ke kamu tentang dewi…sebetulnya dewi itu novi,aku memang kurang ajar..kamu ingat saat malam tahun baru kita bertengkar???novi sms aku lagi,aku memang sudah menghapus nomor dia  makannya aku gak tau kalo ternyata itu novi,tadinya aku mau ngesave nomor mba dewi yang ternyata yang ku ganti adalah nomor novi,aku memang smsan sama dia,tapi aku gak pernah telpon dia,selalu dia yang telpon aku,dan aku gak pernah sayang-sayangan sama dia,aku tau novi suka sama aku karena ada bagian dari diriku yang dia suka,tapi demi Allah mih aku tidak pernah sedikitpun mencintai dia atau sampai menjadikan dia pacarku,aku hanya menjadikan dya sebagai pelampiasan kekesalanku sama kamu,aku butuh temen sms mih saat aku pulang kerja cape,kl aku sms kamu..kamu selalu marah,tapi klo sama novi aku Cuma seneng sms dya aja..”
indah         :”kenapa kamu baru jujur sekarang?apa karena kamu takut kejadian besok”
sulton        :”iya aku emang takut,tapi aku berani bersumpah aku tidak sedikitpun mencintai dia,kl aku bohong dan kamu tetap tidak bisa memaafkan aku jika aku sampai menikah dengan dia kamu boleh memotong leher aku di depan novi…mih sejujurnya aku akui bagi banyak laki – laki memang mudah mendapat kan perempuan mana pun,tapi tetap saja tidak bisa membohongi hati,,kamu mau kan maafin aku mih..kamu boleh Tanya ke novi hubungan aku dengan dya itu apa…tapi jangan pake facebook asli kamu,pakai facebook yang lain karena dia udah tau kamu,melihat foto kamu..”
indah         :’kenapa kamu lakuin itu sama aku,sedangkan aku tidak pernah melakukan hal yang seperti kamu lakukan ke aku..”
sulton        :”aku begitu karena aku gak suka sifat kamu yang selalu marah sama aku,meski aku tau memang awalnya aku yang salah,aku ingin kamu bisa nurut sama aku dan sedikit mengalah jangan terlalu keras dan gak bisa lemah sedikit”
indah         :”kalo aku lemah dan mengalah sama kamu gak mungkin sekarang aku masih tegar dihadapan kamu mendengar cerita kamu tentang novi,aku gak mau di tindas sebagai perempuan hanya karena seorang laki – laki yang tidak pernah mengerti aku”
sulton        :”ya udah jadi kamu mau maafin aku atau gak dan klo kamu maafin aku,,aku janji gak akan pernah mengulangi hal yang sama dan kita jangan pernah mambahas yang lalu”
indah         :”kamu berani janji,jika kamu mengulangi maka kamu kehilangan kaki dan kerabrak truk gimana???”
sulton        :”iya aku janji  gak akan karena aku sangat sayang sama kamu”

akhirnya aku memutuskan untuk mencoba memaafkannya meski sebenarnya semua sangat sulit untuk ku terima,dia memberikan handphonenya untuk aku dan mengantarkan aku pulang,tapi setelah samapai di gang rumahku dya menanyakan handphonenya ku ambil dari dalam tas kecil yang ku bawa dan kuserahkan,aku tidak tau apa yang akan dia lakukan dengan handphone itu saat dya kembalikan kepada ku sudah dalam keadaan mati,aku mencium tangannya karena itu adalah kebiasaan ku saat bertemu atau bermpamitan pulang cara yang manis seperti sedang salaman dengan ibu guru atau orang tua kita.

aku pulang dan langsung masuk ke dalam kamar dan ku ingat dengan handphone tadi saat ku lihat ternyata dia mereset semua data yang ada di telponnya,aku kembali kaget dalam hati aku berbicara mungkinkah dia masih ingin menyembunyikan hal yang lain dariku,mungkinkah masih ada rahasia yang belum aku ketahui,mungkinkah dia takut aku bertanya kepada dewi yang sebenarnya novi,kenapa dya ingin melindungi novi dan terus membohongiku semua pertanyaan itu berkecamuk di dalam pikiranku dan hatiku..hingga tak ku sadari air mata kembali menetes di wajahku tak bisa ku hentikan tangisan ini,aku menangis setelah sholat maghrib dan tidak berhenti sampai ku lihat jam sudah menunjukan angka 11 malam,aku lelah,mata ku perih,hatiku terluka amat betapa teganya dia menyakiti aku hingga seperti ini,betapa teganya dya masih ingin membohongiku,aku marah tapi tak bisa ku lampiaskan hingga aku tertidur karena terlalu lelah aku mengeluarkan airmata yang membasahi bantalku.

Keesokan paginya aku memutuskan untuk mengembalikan handphone nya dan mengakhiri semuanya karena dia tidak bisa menjaga kepercayaan yang aku berikan dan ku lalui aktivitas kerjaku sampai selesai

Dikantor aku datang dengan mata yang sembab karena mata ku agak sedikit sipit,jadi makin tidak kelihatan.

aku menceritakan jum’at yang kelam pada seorang  teman laki – laki dikantor yang aku tau dia menyukaiku tapi tak pernah ku balas perasaannya singkat saja dengan nama EG aku bercerita panjang lebar dan dya berkata
“jika kamu mau bagaimana kalau menikah dengan saya,saya akan memberikan waktu beberapa bulan untuk kamu” tanyanya
“saya gak bisa menerima seseorang yang belum bisa melupakan orang yang ada di hati saya sekarang,saya takut malah menyakiti hati orang lain termasuk bapa…”jawabku
“apa kamu mau terus – terusan disakiti seperti itu?”
“saya memang gak mau,tapi saya seperti sebuah layangan yang terus ditarik dan dilepas saat layangan itu belum putus,apa bapa mau menikah dengan saya sementara hati saya masih mengingat sulton,masih memikirkan dya apa bapa bisa terima?atau bapa bisa melepaskan layangan itu?”
“saya siap menerima kamu jika memang benar kamu ingin mencoba lepas dari dya,akan saya cari obatnya supaya kamu bisa melupakan dya,pasti ada caranya,bagaimana?”
“saya gak tau harus jawab apa,karena saya masih kecewa”
“ya udah gimana kalau kita sholat istiqoroh bareng – bareng?”
“saya takut dengan jawabannya pak,,sebetulnya saya menunggu untuk sulton menikah lebih dulu atau dya membenci saya..”
“kalau kaya gitu gak selesai – selesai dong”
“entahlah…bapa gak berangkat lagi???udah siang lho…”inginku akhiri pembicaraan itu
“ya udah saya berangkat dulu,nanti kita sambung lagi”

Akhirnya waktu yang ku tunggu – tunggu datang juga setelah pekerjaan ku selesai aku bergegas ke rumah sulton untuk berbicara lagi padanya,aku terlalu cepat sampai di rumahnya sekitar pukul 19:48 sedangkan dya masuk pagi dan baru sampai rumah sekitar jam sebilanan…aku seperti anak yang hilang bingung menunggu dia sambil ku perhatikan jam di handphone menit demi menit,kuputuskan untuk berjalan – jalan di sekitar bintaro dan kembali ke rumahnya jam 20:50 aku masih harus menunggu sampai ku lihat motornya datang dan ku hampiri
Indah        :”assalamualaikum…”
Sulton       :”ada apa?”
Indah        :”mmm,,,aku mau mulangin handphone ini dan ngasih memori ini untuk kamu,dan aku tetap gak bisa memaafkan kamu,kenapa kemarin handphone nya kamu riset?”
Dia hanaya diam tak menjawab
Indah        :”apa kamu takut aku menghubungi novi?klau begitu aku akan pergi dari kamu dan ini terakhir kalinya aku datang kesini dan bertemu kamu”
Sulton       :”bukan begitu…”
Indah        :”sebetulnya aku ingin kamu mempertemukan aku dengan novi dan aku ingin mendengar secara langsung ungkapan kamu ke novi bahwa hanya aku yang ada di hati kamu”
Sulton       :”ya udah kapan kamu ada waktu?aku akan bikin janji sama dya dan kita ketemu bertiga,gimana?”
Indah        :”aku gak bisa,kamu tau aku merasa malu saat di akun facebook dengan senangnya menanyakan kapan kamu akan melamar aku,dan kamu gak bales,mungkin novi mentertawakan aku saat dia baca status aku yang dia tau bahwa kamu sedang bermesraan dengan dia,betapa bodohnya aku saat itu,dan saat kamu menjadikan foto novi sebagai foto profil tapi kamu gak pernah memasang foto aku ,dan yang ada di facebook kamu hanya foto novi”
Sulton       :”jadi kamu mau membahas masalah facebook sekarang?”
Indah        :”gak,aku datang kesini untuk bilang aku gak bisa melanjutkan hubungan kita karena terlalu berat untuk aku,tapi aku berharap kamu bahagia,dan aku ikhlas untuk perpisahan ini,dan mungkin aku akan mempertimbangkan untuk menikah dengan orang lain”
Sulton       :”kalau menurut kamu itu yang terbaik ya sudah gak apa-apa klau menurut kamu itu memang terbaik”
Indah        :”aku sadar kamu gak pernah mau menikah dengan aku dan tidak ada tekad”
Sulton       :”bukannya aku gak mau,tapi kamu lihat ketidak mampuan aku dimana sekarang?”
Indah        :”aku pernah dikasih tau dari seorang yang bisa membaca seseorang bahwa kamu hanya akan mengikat aku dan tidak berniat menikah dengan aku,dan temen aku juga bilang dia sama bisa membaca dya menyarankan aku untuk tidak kembali sama kamu waktu dulu karena ada banyak perempuan dihidup kamu,aku selalu berfikir positive,dan kenyataannya aku yang salah dan aku yang terluka,oke aku gak mau lama – lama di sini,aku harus pulang karena aku Cuma mau menyampaikan itu aja,lagi pula aku juga sudah dapat ijin untuk menerima orang lain,bye”

Aku berjalan menuju motor yang ku parkir tanpa melihat kebelakang aku langsung berjalan meninggalkan rumahnya sambil hati berkata,lihatlah aku tersenyum setelah melepaskan kamu,aku tidak menangis seperti kemarin,mungkin perasaan ini masih akan melekat tanpa kamu tau,tapi kebahagiaan mu adalah kebahagiaan aku juga,sekarang kamu gak harus memaksa keluarga kamu untuk merestui kita,sekarang kamu bebas dengan perempuan manapun yang kamu mau,sekarang semua aku tinggalkan meski sebenarnya suatu saat atau kapan saja aku akan teringat kamu lagi,inilah akhir dari 12 tahun yang kita nantikan ayah…inilah akhir dari sebuh cerita tentang kita selama ini,penantianku,harapanku semua sudah musnah hanya karena kekesalan mu terhadap aku yang membawa kamu kepada sebuah penghianatan atas perasaan yang kita tanam dan kita jaga selama ini,aku bahagia karena aku tidak harus menangis lagi karena mu,dan perasaan ku tak pernah bisa kamu sakiti lagi kini




Inilah 12 tahun yang lalu awal pertemuanku

Kelas 4 Sekolah Dasar

Aku ingat saat itu aku masih kelas 4 SD,ibuku mengajak aku untuk mudik ke jawa,sebelumnya aku tak pernah ingat dengan sulton,saat itu dijawa ada perbaikan masjid dan halaman depan yang masih tanah di keramik dengan gotong royong warga,aku datang untuk melihat nya dan bermain disana dan saat itulah awal yang ku ingat saat berjumpa dengan sulton,ayahnya memanggil dya untuk membawakan minum,dan kulihat dya membawa nampan dengan beberapa gelas diatasnya,aku melihat saat itu wajahnya manis dan dya sangat pendiam,dya melewatiku tanpa melihat ke arahku,betapa menyebalkannya dia tak menyapaku padahal aku berharap dya bertanya pada ku biapun hanya sebatas hello,atau hay,aku terlalu berharap saat itu,akhinya dengan sangat PD nya aku memulai pembicaraan karena ku dengar ayahnya memanggil nama belakangnya deng “Ton” lantas aku berkata pada dia “hey..nama kamu biji betony a…ko dipanggilnya ton sih??” tapi dya tidak menjawab malah masuk ke dalam rumah,ayah nya bilang kalau namanya itu sulton,dan saat itulah aku mulai memperhatikannya,teman –teman dijawa semua mengetahui begitu cepat kalau aku menyukainya dan mereka selalu meledekku jika sulton ada di luar dan bermain dengan teman – temanya,teman ku bertanya apakah aku suka sulton???dengan raut wajah yang malu sambil tersenyum ku jawab aku memang menyukai dya,karena dia sangat manis dengan wajah pendiam,saat itu pula aku menjadi agresif saat ada di hadapannya aku selalu menggoda dia dengan mengambil peci diatas kepalanya dan ku bawa lari,berharap dya mengejar dan bermain dengan ku tapi memang dasar sangat menyebalkan dia hanya melihat dan diam saja.

Temanku memberitahu dia tentang perasaanku saat itu dan ayahnya pun sepertinya menangkap perasaan masa kanak – kanak ku,Karena setiap aku melihat dia,aku selalu ingin dia berbicara pada ku dan mengajakku bermain berbagai cara aku lakukan,dan saat idul fitri aku tak melihatnya dan ku Tanya ayah nya dimana sulton,ternyata dia masih tidur,aku memasang wajah yang sedih karena tak melihat dya,aku ingin melihat dia dan saudaranya yang bernama ana mengajak ku kerumahnya dan ayah nya membolehkan aku untuk masuk ke dalam rumah “masuk aja,semua pintu terbuka buat kamu di sini” sinyal positive dari ayahnya, dan aku masuk dengan perlahan ku lihat pintu kamarnya terbuka letak kamarnya disamping dekat kamar mandi saat ku lihat wajah tidurnya di depan pintu karena aku takut untuk masuk, aku berfikir untuk menjahilinya dank u ambil air di gayung berniat menyiram dya tapi saudaranya melarang sampai dia terbangun dan aku langsung pergi keluar karena malu.

Liburan sekolah ku sudah berakhir,aku sangat sedih harus pulang dan tidak bertemu sulton lagi,tak ada kata yang terucap diantara kita,tapi aku berjanji aku pasti akan datang lagi untuk bertemu dengan dya.



Kelas 6 Sekolah Dasar

Dan waktu yang ku tunggu datang juga…aku harus menunggu selama 2 tahun untuk bertemu dengan nya karena tak setiap tahun aku pergi mudik,betapa senangnya didalam pikiranku aku akan bertemu dengan sulton lagi,dan mengganggunya..yipppppppi….

Sepanjang perjalanan aku hanya berfikir saat bertemu dia,setelah sampai aku tak langsung beristirahat setelah sehari semalam di perjalanan karena aku terburu kangen ingin melihat wajahnya,kudatangi rumah saudaranya..ya rumah mba ana…tapi hari itu aku tak bertemu dia karena dya masih di purbalingga,disana dia pesantren dan pulang setahun sekali,untungnya aku juga selalu datang saat menyambut idul fitri.

Sorenya aku kembali ke rumah mba ana karena saat itu dia adalah sahabat terbaikku yang mengerti aku dan selalu tau apa mau ku yaitu sulton,dan jarak rumah nya tak terlalu jauh mungkin hanya sekitar 20 langkah,dan di dapannya adalah rumah sulton,disamping rumah mba ana kira – kira 10 langkah menuju mushola,hhmmm aku tau dya sudah pulang dan saat ku buka pintu rumah mba ana aku melihat dia sedang duduk dengan seorang perempuan disampingnya,aku cemburu dan tak ingin melihatnya dan aku berlari masuk kedalam mushola yang berada di samping rumah mba ana,disana aku menangis dan teman ku yang bernama suci dia bertanya kenapa aku menangis dengan bahasa isyarat,karena dia tunawicara dan aku menjawab aku menagis melihat sulton sedang bersama seorang anak perempuan dan kenapa harus duduk disamping sulton,suci langsung pergi keluar dan mengatakan pada sulton keadaanku di mushola dan yang datang mba ana dia menjelaskan bahwa anak perempuan itu adalah sepupunya anak dari adik ayahnya,betapa leganya aku.

Pagi itu aku bingung aku ingin punya pacar seperti anak – anak yang lain dan aku putuskan bertanya dari lewat surat yang aku kirim tidak begitu banyak isinya hanya 2 baris saja karena aku tidak tau bagaimana menulis surat dan isi nya seperti apa,aku datangi rumah mba ana dan kupinjam pulpen serta bukunya kutulis disan

“sebetulnya aku suka kamu,dari dulu dan aku bingung sebenarnya kamu menganggap aku apanya kamu dan apa kamu sudah punya pacar?”dia membacanya dikamar mba ana karena memang sengaja ku simpan dimeja dekat tempat tidur mba ana

Itulah isi suratku yang kutulis tanpa berfikir dengan banyak kepolosan,surat itu diberikan melalui mba ana dan saat idul fitri dia membalas isi surat ku

“sebetulnya aku sudah punya pacar dan nama nya itu Hadni”

Betapa singkat isinya saatku baca aku sedih karena dia sudah memiliki pacar,dan aku mengharapakan dya teramat sangat,dan aku marah tidak mau berbicara lagi dengannya tapi mba ana menjelaskan bahwa perempuan yang dimaksud itu adalah aku,dia menyuruh untuk ku baca ulang isi suratnya,tapi masih tak ku mengerti hingga mba ana menyuruhku untuk membaca nama perempuan yang dimaksud dari belakang,dan nama itu adalah INDAH ingin aku meloncat – loncat dan memeluknya karena hatiku sangat senang sulton menyukai aku juga…ya Allah senangnya aku…

Sejak balasan surat ku itu sulton mulai berbicara pada ku dan menunjukan rasa sukanya,dya mengajakku bermain sepeda betapa romantisnya aku dibonceng didepan,berjalan – jalan mengelilingi pasar yang hanya buka pada hari rabu dan sabtu,membelikan aku bakso dan menunjukan rasa cemburunya saat salah satu temannya selamet merayu ku dan dia melempariku dengan biji kopi,rasa nya sakit tapi aku malah tertawa karena senang dia cemburu yang artinya memang benar dia menyukaiku.

Aku pernah meledeknya cara dia berpakaian karena memang dia selalu memakai sarung,baju koko dan peci..
Indah        :”kamu kenapa sih pake sarung mulu,gak takut melorot apa??emang gak punya celana ya..coba pakai celana pengen liat”
Sulton       :”ada ko nanti aku pake”
Besoknya dya benar – benar menepati kata – katanya ku lihat dia memakai celana tapi tetap saja ada yang mengganjal ternyata celana panjang yang dia pakai adalah celana semasa SMP,aku berfikir mungkin di dalam lemarinya memang hanya ada sarung,tapi aku memang lebih suka melihatnya berpakaian seperti biasa sarung,koko,dan peci,aku meledeknya kemarin hanya karean aku tidak pernah sekalipun melihat dia mengenakan celana,semenjak itu aku tidak menyuruhnya memakai celana lagi.

Aku hanya seminggu berlibur di jawa dan harus kembali untuk sekolah,malamnya aku sempatkan ke rumah mba ana, aku tak ingin pulang tanpa kesan,ternyata disana tidak ada sulton,aku sedih dan mba ana mengajak ku keluar duduk disamping rumah tetangga yang baru dibangun dan disana ada selamet,dya masih saja merayu ku padahal dia tau aku dan sulton saling menyukai,tapi karena aku juga kesal dengan sulton aku pun meladeni candaan selamet yang mengundang sulton keluar rumahnya untuk melihat tertawa ku yang keras,dya melihatku sendang bercanda dengan selamet sambil tertawa,akhirnya dya menghampiriku serentak aku diam,dan berdiri dihadapannya tapi dia pun malah diam dan malah mencubit leherku dihadapan kedua orang tuanya aku lantas menjerit kencang karena kesakitan dia mencubitku dengan kuku panjangnya,hingga meninggalkan bekas berwarna coklat akibat darah yang tidak keluar,sampai saat ini tanda di leherku masih ada,dan melarangku untuk mendekati selamet.

Aku pulang dengan keadaan senang setelah suratnya yang menyatakan akulah pacarnya,dan kita sudah tidak saling diam dan aku tidak menjadi terlalu agresif lagi yang terus – terusan mengganggu dia duluan,aku pulang dengan wajah tersenyum dan kuceritakan pada teman – teman ku aku sudah punya pacar dialah sulton,ku tunjukan foto dan surat yang aku bawa tapi sayangnya karena surat itu selalu ku bawa kemanapun dan ku simpan di dalam saku yang akhirnya aku lupa saat baju ku dicuci oleh ibu,aku menangis surat ku rusak bagaimana nanti jika sulton bertanya,aku menunggu untuk pulang kampung lagi tapi lama aku tak kunjung pulang sekitar 3 tahun aku tak pulang.

Saat aku di sekolah menengah pertama aku selalu bilang kepada teman – teman ku pacar ku bernama sulton dia ada dijawa,rosvita, nurmalasari, novita sari, Magdalena mereka adalah orang – orang yang selalu ku ceritakan tentang sulton.


Kelas 2 Sekolah Menengah Pertama

Aku kini sudah duduk di bangku SMP dan, teman – temanku bertanya adakah aku menyukai seseorang di sekolah ini, memang aku hanya sebatas tertarik saja kepada teman sekelasku namanya syaiful bahri, entah apa yang ada di pikiran mereka tiba – tiba mereka mengirimkan surat di meja ipul dengan mengatasnamakan aku,aku kaget kenapa mereka begitu hingga satu kelas meledek ku dan aku berkata kepada mereka mungkin aku memang suka ipul tapi aku sudah punya pacar jauh di sana,  dan kalian tau siapa namanya,dan aku hanya untuk sulton,mereka meminta maaf dan gak akan mengulanginya lagi.

Aku pikir tahun dimana aku baru saja naik kelas 2 aku tidak akan pulang ke jawa lagi,tapi entah apa yang membuat ibu mengajak ku untuk pulang,aku senang bertemu kembali dengan pacarku itu,aku berfikir apa yang akan dia katakan saat melihatku sudah menjadi remaja,apa dya masih ingat dengan ku? Sedangkan aku sudah tidak mungkin bertindak seperti kanak – kanak lagi aku sudah remaja umurku sudah 13 tahun dan aku tau perasaan malu yang dulu tak ku miliki saat aku menggoda sulton,semua ku hilangkan perasaan takut itu.

Sama seperti tahun – tahun yang dulu aku selalu datang saat menjelang idul fitri yang membuatku tak menyangka adalah ternyata setiap tahun sulton menunggu kepulangan ku,aku tiba dengan wajah tanpa harapan tapi saat tukang ojek memilih lewat arah yang tidak biasa aku lewati setiap tahunnya yaitu lewat di jalan depan rumah sulton dan ku lihat dia sedang duduk bersama mba ana di depan rumah mba ana,dia tersenyum melihatku datang,tapi tahun ini aku memang tidak agresif menghampirinya terlebih dulu,aku memilih beristirahat dan sorenya baru aku datang ke tempat mba ana,disanalah tempat aku dan sulton selalu bertemu karena keluarga mba ana sudah tau hubungan ku dengan sulton,kali ini aku yang tak banyak bicara lebih pendiam tapi bukan bearti aku tak menyukainya lagi,hanya saja aku malu saat bertemu dengan dia yang kulihat dia berubah menjadi remaja tampan,dengan banyak keistimewaan,aku selalu datang disaat sulton tak ada,aku selalu bertanya tentang sulton ke mba ana,dia menunjukan kaligrafi yang dibuat sulton,aku senang dya bisa menjadi anak yang memiliki pendidikan agama yang lebih baik.

Disaat idul fitri ku lihat banyak pemuda yang sedang duduk dimushola,aku ingin ke tempat mba ana tapi malu kalau harus melewati mereka terlebih ada sulton disana aku takut teman – temanya malah mengejekku…tapi aku paksa untuk lewat dan dia hanya melirik,mungkin mba ana merasa aku sudah tidak seperti dulu lagi dan dia yang menjadi penengah diantara aku dan sulton dia mengajakku ke mushola dan bertemu sulton untuk berlebaran,dengan sangat malu aku menjabat tangannya tanpa sepatah kata,dan orang – orang yang melihatnya menggoda kami sehingga wajahku memerah.

Saat aku datang ke tempat mba ana,aku hanya menemaninya masak dan bermain disana tapi tiba – tiba mba ana keluar dan kembali lagi,dia menyuruhku untuk keluar karena di panggil ayahnya sulton untuk membantu mengangkat cengkeh yang kering,awalnya aku tidak mau karena aku takut dan malu,tapi ibu mba ana ikut menyuruhku,aku keluar dengan wajah yang masam,karena aku bingung dan saat aku bertemu ayahnya aku melihat sulton yang sedang menarik terpal  besar yang digunakan untuk menjemur cengkeh,disanalah aku tau apa maksud dari keluarga mba ana dan ayahnya yaitu untuk mendekatkan aku dengan sulton,karena aku tak seceria dulu,aku membantu mengangkat cengkeh itu,,,hmm memang berat,tapi melihat wajah sulton yang tersenyum pada ku aku jadi menunduk malu,ku angkat cengkeh itu sampai kerumahnya dan aku menunggu diluar sementara sulton membawa cengkeh ke dalam rumahnya,dan ada beberapa ibu – ibu yang sedang asik ngerumpi mereka melihatku dan bertanya kepada kyai fuad mereka memang mamanggil ayah sulton dengan sebutan kyai kucuali aku yang memanggilnya dengan sebutan bapa atau pak..mereka bertanya “pak kyai itu perempuan cantik siapa nya pak?”,aku senang dibilang cantik dan adalagi yang membuat ku lebih senang saat ayahnya menjawab “dia calon menantu saya nanti,yang akan menikah dengan sulton” dan ibu – ibu itu menjawab sambil tersenyum “owh pantes ya,cantik” tiba – tiba sulton datang dan melihat aku yang tersenyum lebar akibat perkataan ayahnya,kami sekarang Cuma berdua di depan terasnya
Sulton                         :”tangan kamu kenapa?kotor ya?”
Dia melihat aku sedang memandang tanganku yang habis mengangkat cengkeh,dan aku hannya mengangguk
Sulton                         :”masuk yuk,cuci tangan dulu di dalem”
Indah                                     :”mmm…gak ah aku takut sama ibu kamu”
Sulton                         :”gak apa-apa kan sama aku…”sambil menarik tanganku
Indah                          :”dimushola aja deh…”
Sulton                         :”ya udah yuk aku anter..”

Malam nya aku tidak  bisa tidur mengingat perkataan ayah nya sambil berkhayal seandainya benar aku akan menjadi isteri orang yang aku cinta dari dulu bagaimana perasaan ku saat aku bersanding disebuah pelaminan,hatiku tiba – tiba berdebar dan tak kuasa menahan kebahagiaan mendapat persetujuan dari ayahnya.

Mba ana mengajak aku ke pasar,dan tidak pernah lupa dia mengajak sulton juga,di pasar aku melihat kalung liontin berbentuk hati dan aku membeli dua kalung yang satu akan ku berikan untuk sulton,sebelum aku berpisah dengan dia karena memang sudah sore,aku memberikan kalung yang ku beli dengan harapan dia akan selalu mengingar aku karena dua hari lagi masa liburan akan habis dan aku harus pulang.

Saat ku pikir aku ingin menghabiskan waktu dengan sulton meski hanya untuk bermain,aku harus kecewa karena sulton pergi ke purbalingga seharian,sedangkan besok aku harus pulang dan kepulangan ku pagi hari jadi bagaimana bisa aku bertemu dengan nya.
Akhinya tiba saat kepulanganku,tapi aku meminta waktu untuk ke tempat mba ana,dan disana sulton datang menghampiriku sambil memberikan sebuah gelang berbentuk dua hati berwarna perak,gelang itu terlalu besar dia memakaikannya dan berkata untuk aku selalu mengingat dia,suara ibu ku terdenagar memanggil karena ojeknya sudah datang aku berlari sambil tersenyum.

Dan sepanjang perjalananku aku memandangi dan mengusap gelang yang sulton berikan,dan berkata bahawa aku akan kembali lagi dan aku berharap kamu selalu mengingat ku.




Tidak ada komentar: