AKHIR DARI SEBUAH KISAH 12
TAHUN
Indah Imaniyar dan M Sulton Habibi
Aku
menulis ini adalah sebagai luapan kesedihan, dan memang dari dulu ingin aku
buat kisah tentang perasaan yang ku punya terhadap sulton,aku ingin merangkai
semua menjadi sebuah cerita karena semua terlalu indah untuk ku.
Dan
saat aku memutuskan saat ini lah cerita itu ku rangkai alasannya karena
hubungan ku dengan dia sudah berakhir akibat perselingkuhan yang dia
jalani dengan beberapa wanita yang
sering ia lakukan jika marah atau kesal terhadapku, semua itu membuat aku
kecewa namun tak bisa menghilangkan perasaan ku terhadap sulton.
Penghianatan
atas perasaanku yang baru ini aku ketahui lagi dengan seorang perempuan bernama
novi yang tak bisa aku terima, lagi dan lagi dia menyembunyikan seseorang
dibelakangku…
Kenapa aku bisa tau penghianatan dya???
Hari kamis malam sebelum besoknya aku
libur, aku mengirimkan sebuah pesan ke ponsel nya…
aku bilang “besok kita ke kebun binatang yuk…mau
gak???”
saat itu dya belum membalas dan ku kirim
pesan lagi “hello…”
saat itu dya balas “apa gak salah kirim???”
aku menjawab “gak..gimana mau gak”
malam itu aku smsan sama dya sampai sekitar
jam 09:30 lewat
dan sms terakhir yang kuterima adalah “jadi
gak jadinya bsk ja ya..”
serentak aku marah dan ku balas “kl gak
bisa ya udah gpp,lebih baik gak usah”
dia tidak membalas sms terakhirku yang ku
pikir dia sudah tidur…
keesokan nya aku memilih menonton dvd …tapi
ku dengar telpon ku berbunyi dan ku lihat no sulton yang menelponku dan ku
angkat dya mengajak aku jalan – jalan tapi dia tidak punya uang untuk mengajak
ku makan duren,karena aku menagih janji dibelikan duren,dya hanya punya 50.000
hari itu dan aku bilang gak usah beli duren lebih baik masak dirumah kamu karena
aku punya janji memasak untuk dya…
setelah dari pasar karena hari jum’at kita
buru – buru untuk mencari masjid, aku tidak mau kl sampai dia tidak sholat
jum’at..aku menunggu diseberang jalan sementara dia ke masjid dan handphone
nya dititip kan…
saat itu aku hanya membaca isi sms nya
aja…tapi aku teringat sms itu bisa dihapus dan kucari histori di handphone nya
yang memang dya terkadang lupa menghapusnya,handphone yang dia pakai adalah
type Samsung android jelas ada histori meski sms yang di pesan sudah di hapus
tapi di histori masih ada biarpun tidak bisa dibuka namun tetap bisa dibaca isi
pesannya,,,disitulah tanganku gemetar melihat serangkai sms dari perempuan –
perempuan yang tidak aku kenal sekita 3 orang (ani..evii dan dewi) yang
mengejutkanku adalah saat ku baca isi pesan dewi “say..nanti lagi ya…” ku lihat
di atas nya masih ada lagi “telponnya” dan sulton menjawa “ya udah..” dan aku
kaget saat isi pesan dewi dengan isi yang makin membuat aku gemetaran dewi
mengirim pesan penutup mesra “mmmmuuuachhh”dan ku lihat jam saat mereka saling
mengirim pesan 22:27 itu 1 jam setelah sulton tidak membalas sms ku,mungkin
saat itu dia sedang asik bermesraan di telpon dengan dewi,,
saat itu aku bingung ku rasakan tanganku
yang bergerak seperti di setrum dan hati ku yang berdebar dengan cepatnya ya
Allah inikah niatan baikku dan hari ini aku ditunjukan dengan balasan dari
orang yang ku percayai selama 12 tahun ini,inikah akhir yang harus aku lewati
dengan sebuah penghianatan…
aku masih memandangi sms dari dewi sampai
sulton kembali mengahmpiriku dan dia melihat wajahku yang berubah pucat…dya
ambil handphone yang masih ku pegang…dya pun kaget saat mengetahui aku telah
membaca semua sms di handphone nya,dan akhirnya aku teruskan untuk kerumahnya
karena aku sudah berniat untuk memasak tapi di tengah jalan aku merasa mata ku
perih hingga mengeluarkan air mata dan suara nafas ku tak beraturan tersesak
dan menangis keras…
dan setibanya di rumah sulton aku duduk
didepan pintu rumahnya masih dalam keadaan menangis namun tak bersuara,tiba –
tiba dia membuka bagian belakang handphonenya dan mematahkan sim card dan melemparnya
ke hadapanku, dia mencoba berbicara pada ku namun aku masih dalam keadaan
terkejut,dya menawariku untuk mengantarku pulang namu saat itu kulihat belanjaan
yang kubeli dan niat awalku adalah memasak untuknya,akhirnya ku bawa semua
belanjaan itu ke dapur dan memulai masak setelah selesai masak aku berfikir
untuk langsung pulang, dan akupun mulai pembicaraan sambil membuat sayur sop
ayam kutanya perlahan “siapa dewi?dan sudah berapa lama kamu mengenalnya?” dan
dya menjawab “dewi itu temen kerjaku,Cuma beda group di hotel kita sama – sama
satpam,dan dya seorang janda,dia memang biasa mengucapkan kata say,bukan hanya
sama aku ja,tapi ke temen – temen ku yang lain juga begitu,ani dan evi juga
sama”
indah :
“sebodoh – bodoh nya orang selama masih punya pikiran gak ada yang percaya itu
dari seorang janda,dan tidak mungkin seseorang yang tidak memiliki hubungan
spesial mengucapkan kata say dan mmuachh dan sering telpon..”
sulton :
“kamu gak percaya sama aku,demi Allah mih dia itu janda dan sudah memiliki
anak,dan aku gak ada hubungan apa-apa”
indah :
“jika kamu berkata bohong apa siap besok kamu kehilangan kaki kamu atau
tertabrak truk???”
sulton :”aku
siap jika memang itu mau kamu,dan kita buktikan siapa yang benar”
indah :oke
kita liat besok,tapi jangan salahkan aku jika semua itu terjadi akibat
kebohongan mu”
setelah semua masakan ku selesai aku
menunggu untuk dia menghabiskan makanannya sambil ku Tanya dan ku candai
indah :”gimana
enak gak??apa ada yang kurang?maaf ya klo tempe nya keras”
sulton :”gak
ko…ini enak banget mih…gak kaya tempe orek yang di hotel tempat ku kerja”
indah :”jadi
masih berani bilang kalau aku gak bisa masak????buktinya kamu sampai nambah gitu..”
dya hanya tersenyum sambil menghabiskan
makanannya,setelah dia selesai makan aku ulurkan tanganku sambil mengajak
berjabat tangan dan ku katakan padanya
indah :”aku
ikhlas jika kamu memilih dewi dibandingkan aku,yang tidak seperti apa yang kamu
mau,mungkin dia jauh lebih baik dariku,,dan kamu pun sudah tidak memiliki hati
lagi untuk aku kini,kamu sudah bisa menerima perempuan lain dihidupmu selain
aku,maka aku berjanji mulai saat ini tak akan aku mengganggu kehidupan kamu dan
tidak akan pernah hadir lagi di hidupmu ,supaya kamu bisa bahagia bersama dewi”
sulton :
“mih dengerin aku dulu..aku belum cerita semuanya ke kamu tentang
dewi…sebetulnya dewi itu novi,aku memang kurang ajar..kamu ingat saat malam
tahun baru kita bertengkar???novi sms aku lagi,aku memang sudah menghapus nomor
dia makannya aku gak tau kalo ternyata
itu novi,tadinya aku mau ngesave nomor mba dewi yang ternyata yang ku ganti
adalah nomor novi,aku memang smsan sama dia,tapi aku gak pernah telpon
dia,selalu dia yang telpon aku,dan aku gak pernah sayang-sayangan sama dia,aku
tau novi suka sama aku karena ada bagian dari diriku yang dia suka,tapi demi
Allah mih aku tidak pernah sedikitpun mencintai dia atau sampai menjadikan dia
pacarku,aku hanya menjadikan dya sebagai pelampiasan kekesalanku sama kamu,aku
butuh temen sms mih saat aku pulang kerja cape,kl aku sms kamu..kamu selalu
marah,tapi klo sama novi aku Cuma seneng sms dya aja..”
indah :”kenapa
kamu baru jujur sekarang?apa karena kamu takut kejadian besok”
sulton :”iya
aku emang takut,tapi aku berani bersumpah aku tidak sedikitpun mencintai dia,kl
aku bohong dan kamu tetap tidak bisa memaafkan aku jika aku sampai menikah
dengan dia kamu boleh memotong leher aku di depan novi…mih sejujurnya aku akui
bagi banyak laki – laki memang mudah mendapat kan perempuan mana pun,tapi tetap
saja tidak bisa membohongi hati,,kamu mau kan maafin aku mih..kamu boleh Tanya
ke novi hubungan aku dengan dya itu apa…tapi jangan pake facebook asli
kamu,pakai facebook yang lain karena dia udah tau kamu,melihat foto kamu..”
indah :’kenapa
kamu lakuin itu sama aku,sedangkan aku tidak pernah melakukan hal yang seperti
kamu lakukan ke aku..”
sulton :”aku
begitu karena aku gak suka sifat kamu yang selalu marah sama aku,meski aku tau
memang awalnya aku yang salah,aku ingin kamu bisa nurut sama aku dan sedikit
mengalah jangan terlalu keras dan gak bisa lemah sedikit”
indah :”kalo
aku lemah dan mengalah sama kamu gak mungkin sekarang aku masih tegar dihadapan
kamu mendengar cerita kamu tentang novi,aku gak mau di tindas sebagai perempuan
hanya karena seorang laki – laki yang tidak pernah mengerti aku”
sulton :”ya
udah jadi kamu mau maafin aku atau gak dan klo kamu maafin aku,,aku janji gak
akan pernah mengulangi hal yang sama dan kita jangan pernah mambahas yang lalu”
indah :”kamu
berani janji,jika kamu mengulangi maka kamu kehilangan kaki dan kerabrak truk
gimana???”
sulton :”iya
aku janji gak akan karena aku sangat
sayang sama kamu”
akhirnya aku memutuskan untuk mencoba
memaafkannya meski sebenarnya semua sangat sulit untuk ku terima,dia memberikan
handphonenya untuk aku dan mengantarkan aku pulang,tapi setelah samapai di gang
rumahku dya menanyakan handphonenya ku ambil dari dalam tas kecil yang ku bawa
dan kuserahkan,aku tidak tau apa yang akan dia lakukan dengan handphone itu
saat dya kembalikan kepada ku sudah dalam keadaan mati,aku mencium tangannya
karena itu adalah kebiasaan ku saat bertemu atau bermpamitan pulang cara yang
manis seperti sedang salaman dengan ibu guru atau orang tua kita.
aku pulang dan langsung masuk ke dalam
kamar dan ku ingat dengan handphone tadi saat ku lihat ternyata dia mereset
semua data yang ada di telponnya,aku kembali kaget dalam hati aku berbicara
mungkinkah dia masih ingin menyembunyikan hal yang lain dariku,mungkinkah masih
ada rahasia yang belum aku ketahui,mungkinkah dia takut aku bertanya kepada
dewi yang sebenarnya novi,kenapa dya ingin melindungi novi dan terus
membohongiku semua pertanyaan itu berkecamuk di dalam pikiranku dan
hatiku..hingga tak ku sadari air mata kembali menetes di wajahku tak bisa ku
hentikan tangisan ini,aku menangis setelah sholat maghrib dan tidak berhenti
sampai ku lihat jam sudah menunjukan angka 11 malam,aku lelah,mata ku
perih,hatiku terluka amat betapa teganya dia menyakiti aku hingga seperti ini,betapa
teganya dya masih ingin membohongiku,aku marah tapi tak bisa ku lampiaskan
hingga aku tertidur karena terlalu lelah aku mengeluarkan airmata yang
membasahi bantalku.
Keesokan paginya aku memutuskan untuk
mengembalikan handphone nya dan mengakhiri semuanya karena dia tidak bisa
menjaga kepercayaan yang aku berikan dan ku lalui aktivitas kerjaku sampai
selesai
Dikantor aku datang dengan mata yang sembab
karena mata ku agak sedikit sipit,jadi makin tidak kelihatan.
aku menceritakan jum’at yang kelam pada
seorang teman laki – laki dikantor yang
aku tau dia menyukaiku tapi tak pernah ku balas perasaannya singkat saja dengan
nama EG aku bercerita panjang lebar dan dya berkata
“jika kamu mau bagaimana kalau menikah
dengan saya,saya akan memberikan waktu beberapa bulan untuk kamu” tanyanya
“saya gak bisa menerima seseorang yang
belum bisa melupakan orang yang ada di hati saya sekarang,saya takut malah
menyakiti hati orang lain termasuk bapa…”jawabku
“apa kamu mau terus – terusan disakiti
seperti itu?”
“saya memang gak mau,tapi saya seperti
sebuah layangan yang terus ditarik dan dilepas saat layangan itu belum
putus,apa bapa mau menikah dengan saya sementara hati saya masih mengingat
sulton,masih memikirkan dya apa bapa bisa terima?atau bapa bisa melepaskan layangan
itu?”
“saya siap menerima kamu jika memang benar
kamu ingin mencoba lepas dari dya,akan saya cari obatnya supaya kamu bisa
melupakan dya,pasti ada caranya,bagaimana?”
“saya gak tau harus jawab apa,karena saya
masih kecewa”
“ya udah gimana kalau kita sholat istiqoroh
bareng – bareng?”
“saya takut dengan jawabannya
pak,,sebetulnya saya menunggu untuk sulton menikah lebih dulu atau dya membenci
saya..”
“kalau kaya gitu gak selesai – selesai
dong”
“entahlah…bapa gak berangkat lagi???udah
siang lho…”inginku akhiri pembicaraan itu
“ya udah saya berangkat dulu,nanti kita
sambung lagi”
Akhirnya waktu yang ku tunggu – tunggu
datang juga setelah pekerjaan ku selesai aku bergegas ke rumah sulton untuk
berbicara lagi padanya,aku terlalu cepat sampai di rumahnya sekitar pukul 19:48
sedangkan dya masuk pagi dan baru sampai rumah sekitar jam sebilanan…aku
seperti anak yang hilang bingung menunggu dia sambil ku perhatikan jam di
handphone menit demi menit,kuputuskan untuk berjalan – jalan di sekitar bintaro
dan kembali ke rumahnya jam 20:50 aku masih harus menunggu sampai ku lihat
motornya datang dan ku hampiri
Indah :”assalamualaikum…”
Sulton :”ada
apa?”
Indah :”mmm,,,aku
mau mulangin handphone ini dan ngasih memori ini untuk kamu,dan aku tetap gak
bisa memaafkan kamu,kenapa kemarin handphone nya kamu riset?”
Dia hanaya diam tak menjawab
Indah :”apa
kamu takut aku menghubungi novi?klau begitu aku akan pergi dari kamu dan ini
terakhir kalinya aku datang kesini dan bertemu kamu”
Sulton :”bukan
begitu…”
Indah :”sebetulnya
aku ingin kamu mempertemukan aku dengan novi dan aku ingin mendengar secara
langsung ungkapan kamu ke novi bahwa hanya aku yang ada di hati kamu”
Sulton :”ya
udah kapan kamu ada waktu?aku akan bikin janji sama dya dan kita ketemu
bertiga,gimana?”
Indah :”aku
gak bisa,kamu tau aku merasa malu saat di akun facebook dengan senangnya
menanyakan kapan kamu akan melamar aku,dan kamu gak bales,mungkin novi
mentertawakan aku saat dia baca status aku yang dia tau bahwa kamu sedang
bermesraan dengan dia,betapa bodohnya aku saat itu,dan saat kamu menjadikan
foto novi sebagai foto profil tapi kamu gak pernah memasang foto aku ,dan yang
ada di facebook kamu hanya foto novi”
Sulton :”jadi
kamu mau membahas masalah facebook sekarang?”
Indah :”gak,aku
datang kesini untuk bilang aku gak bisa melanjutkan hubungan kita karena
terlalu berat untuk aku,tapi aku berharap kamu bahagia,dan aku ikhlas untuk
perpisahan ini,dan mungkin aku akan mempertimbangkan untuk menikah dengan orang
lain”
Sulton :”kalau
menurut kamu itu yang terbaik ya sudah gak apa-apa klau menurut kamu itu memang
terbaik”
Indah :”aku
sadar kamu gak pernah mau menikah dengan aku dan tidak ada tekad”
Sulton :”bukannya
aku gak mau,tapi kamu lihat ketidak mampuan aku dimana sekarang?”
Indah :”aku
pernah dikasih tau dari seorang yang bisa membaca seseorang bahwa kamu hanya
akan mengikat aku dan tidak berniat menikah dengan aku,dan temen aku juga
bilang dia sama bisa membaca dya menyarankan aku untuk tidak kembali sama kamu
waktu dulu karena ada banyak perempuan dihidup kamu,aku selalu berfikir
positive,dan kenyataannya aku yang salah dan aku yang terluka,oke aku gak mau
lama – lama di sini,aku harus pulang karena aku Cuma mau menyampaikan itu
aja,lagi pula aku juga sudah dapat ijin untuk menerima orang lain,bye”
Aku berjalan menuju motor yang ku parkir
tanpa melihat kebelakang aku langsung berjalan meninggalkan rumahnya sambil
hati berkata,lihatlah aku tersenyum setelah melepaskan kamu,aku tidak menangis
seperti kemarin,mungkin perasaan ini masih akan melekat tanpa kamu tau,tapi
kebahagiaan mu adalah kebahagiaan aku juga,sekarang kamu gak harus memaksa
keluarga kamu untuk merestui kita,sekarang kamu bebas dengan perempuan manapun
yang kamu mau,sekarang semua aku tinggalkan meski sebenarnya suatu saat atau
kapan saja aku akan teringat kamu lagi,inilah akhir dari 12 tahun yang kita
nantikan ayah…inilah akhir dari sebuh cerita tentang kita selama
ini,penantianku,harapanku semua sudah musnah hanya karena kekesalan mu terhadap
aku yang membawa kamu kepada sebuah penghianatan atas perasaan yang kita tanam
dan kita jaga selama ini,aku bahagia karena aku tidak harus menangis lagi
karena mu,dan perasaan ku tak pernah bisa kamu sakiti lagi kini
Inilah 12 tahun yang lalu awal pertemuanku
Kelas 4 Sekolah Dasar
Aku ingat saat itu aku masih kelas 4
SD,ibuku mengajak aku untuk mudik ke jawa,sebelumnya aku tak pernah ingat
dengan sulton,saat itu dijawa ada perbaikan masjid dan halaman depan yang masih
tanah di keramik dengan gotong royong warga,aku datang untuk melihat nya dan
bermain disana dan saat itulah awal yang ku ingat saat berjumpa dengan
sulton,ayahnya memanggil dya untuk membawakan minum,dan kulihat dya membawa
nampan dengan beberapa gelas diatasnya,aku melihat saat itu wajahnya manis dan
dya sangat pendiam,dya melewatiku tanpa melihat ke arahku,betapa menyebalkannya
dia tak menyapaku padahal aku berharap dya bertanya pada ku biapun hanya
sebatas hello,atau hay,aku terlalu berharap saat itu,akhinya dengan sangat PD
nya aku memulai pembicaraan karena ku dengar ayahnya memanggil nama belakangnya
deng “Ton” lantas aku berkata pada dia “hey..nama kamu biji betony a…ko
dipanggilnya ton sih??” tapi dya tidak menjawab malah masuk ke dalam rumah,ayah
nya bilang kalau namanya itu sulton,dan saat itulah aku mulai
memperhatikannya,teman –teman dijawa semua mengetahui begitu cepat kalau aku
menyukainya dan mereka selalu meledekku jika sulton ada di luar dan bermain
dengan teman – temanya,teman ku bertanya apakah aku suka sulton???dengan raut
wajah yang malu sambil tersenyum ku jawab aku memang menyukai dya,karena dia
sangat manis dengan wajah pendiam,saat itu pula aku menjadi agresif saat ada di
hadapannya aku selalu menggoda dia dengan mengambil peci diatas kepalanya dan
ku bawa lari,berharap dya mengejar dan bermain dengan ku tapi memang dasar
sangat menyebalkan dia hanya melihat dan diam saja.
Temanku memberitahu dia tentang perasaanku
saat itu dan ayahnya pun sepertinya menangkap perasaan masa kanak – kanak
ku,Karena setiap aku melihat dia,aku selalu ingin dia berbicara pada ku dan
mengajakku bermain berbagai cara aku lakukan,dan saat idul fitri aku tak
melihatnya dan ku Tanya ayah nya dimana sulton,ternyata dia masih tidur,aku
memasang wajah yang sedih karena tak melihat dya,aku ingin melihat dia dan
saudaranya yang bernama ana mengajak ku kerumahnya dan ayah nya membolehkan aku
untuk masuk ke dalam rumah “masuk aja,semua pintu terbuka buat kamu di sini”
sinyal positive dari ayahnya, dan aku masuk dengan perlahan ku lihat pintu
kamarnya terbuka letak kamarnya disamping dekat kamar mandi saat ku lihat wajah
tidurnya di depan pintu karena aku takut untuk masuk, aku berfikir untuk
menjahilinya dank u ambil air di gayung berniat menyiram dya tapi saudaranya
melarang sampai dia terbangun dan aku langsung pergi keluar karena malu.
Liburan sekolah ku sudah berakhir,aku
sangat sedih harus pulang dan tidak bertemu sulton lagi,tak ada kata yang
terucap diantara kita,tapi aku berjanji aku pasti akan datang lagi untuk
bertemu dengan dya.
Kelas 6 Sekolah Dasar
Dan waktu yang ku tunggu datang juga…aku
harus menunggu selama 2 tahun untuk bertemu dengan nya karena tak setiap tahun
aku pergi mudik,betapa senangnya didalam pikiranku aku akan bertemu dengan
sulton lagi,dan mengganggunya..yipppppppi….
Sepanjang perjalanan aku hanya berfikir
saat bertemu dia,setelah sampai aku tak langsung beristirahat setelah sehari
semalam di perjalanan karena aku terburu kangen ingin melihat
wajahnya,kudatangi rumah saudaranya..ya rumah mba ana…tapi hari itu aku tak
bertemu dia karena dya masih di purbalingga,disana dia pesantren dan pulang
setahun sekali,untungnya aku juga selalu datang saat menyambut idul fitri.
Sorenya aku kembali ke rumah mba ana karena
saat itu dia adalah sahabat terbaikku yang mengerti aku dan selalu tau apa mau
ku yaitu sulton,dan jarak rumah nya tak terlalu jauh mungkin hanya sekitar 20
langkah,dan di dapannya adalah rumah sulton,disamping rumah mba ana kira – kira
10 langkah menuju mushola,hhmmm aku tau dya sudah pulang dan saat ku buka pintu
rumah mba ana aku melihat dia sedang duduk dengan seorang perempuan
disampingnya,aku cemburu dan tak ingin melihatnya dan aku berlari masuk kedalam
mushola yang berada di samping rumah mba ana,disana aku menangis dan teman ku
yang bernama suci dia bertanya kenapa aku menangis dengan bahasa isyarat,karena
dia tunawicara dan aku menjawab aku menagis melihat sulton sedang bersama
seorang anak perempuan dan kenapa harus duduk disamping sulton,suci langsung
pergi keluar dan mengatakan pada sulton keadaanku di mushola dan yang datang
mba ana dia menjelaskan bahwa anak perempuan itu adalah sepupunya anak dari
adik ayahnya,betapa leganya aku.
Pagi itu aku bingung aku ingin punya pacar
seperti anak – anak yang lain dan aku putuskan bertanya dari lewat surat yang
aku kirim tidak begitu banyak isinya hanya 2 baris saja karena aku tidak tau
bagaimana menulis surat dan isi nya seperti apa,aku datangi rumah mba ana dan
kupinjam pulpen serta bukunya kutulis disan
“sebetulnya aku suka kamu,dari dulu dan aku
bingung sebenarnya kamu menganggap aku apanya kamu dan apa kamu sudah punya
pacar?”dia membacanya dikamar mba ana karena memang sengaja ku simpan dimeja
dekat tempat tidur mba ana
Itulah isi suratku yang kutulis tanpa
berfikir dengan banyak kepolosan,surat itu diberikan melalui mba ana dan saat
idul fitri dia membalas isi surat ku
“sebetulnya aku sudah punya pacar dan nama
nya itu Hadni”
Betapa singkat isinya saatku baca aku sedih
karena dia sudah memiliki pacar,dan aku mengharapakan dya teramat sangat,dan
aku marah tidak mau berbicara lagi dengannya tapi mba ana menjelaskan bahwa perempuan
yang dimaksud itu adalah aku,dia menyuruh untuk ku baca ulang isi suratnya,tapi
masih tak ku mengerti hingga mba ana menyuruhku untuk membaca nama perempuan
yang dimaksud dari belakang,dan nama itu adalah INDAH ingin aku meloncat –
loncat dan memeluknya karena hatiku sangat senang sulton menyukai aku juga…ya
Allah senangnya aku…
Sejak balasan surat ku itu sulton mulai
berbicara pada ku dan menunjukan rasa sukanya,dya mengajakku bermain sepeda
betapa romantisnya aku dibonceng didepan,berjalan – jalan mengelilingi pasar
yang hanya buka pada hari rabu dan sabtu,membelikan aku bakso dan menunjukan
rasa cemburunya saat salah satu temannya selamet merayu ku dan dia melempariku
dengan biji kopi,rasa nya sakit tapi aku malah tertawa karena senang dia
cemburu yang artinya memang benar dia menyukaiku.
Aku pernah meledeknya cara dia berpakaian
karena memang dia selalu memakai sarung,baju koko dan peci..
Indah :”kamu
kenapa sih pake sarung mulu,gak takut melorot apa??emang gak punya celana
ya..coba pakai celana pengen liat”
Sulton :”ada
ko nanti aku pake”
Besoknya dya benar – benar menepati kata –
katanya ku lihat dia memakai celana tapi tetap saja ada yang mengganjal
ternyata celana panjang yang dia pakai adalah celana semasa SMP,aku berfikir
mungkin di dalam lemarinya memang hanya ada sarung,tapi aku memang lebih suka
melihatnya berpakaian seperti biasa sarung,koko,dan peci,aku meledeknya kemarin
hanya karean aku tidak pernah sekalipun melihat dia mengenakan celana,semenjak
itu aku tidak menyuruhnya memakai celana lagi.
Aku hanya seminggu berlibur di jawa dan
harus kembali untuk sekolah,malamnya aku sempatkan ke rumah mba ana, aku tak
ingin pulang tanpa kesan,ternyata disana tidak ada sulton,aku sedih dan mba ana
mengajak ku keluar duduk disamping rumah tetangga yang baru dibangun dan disana
ada selamet,dya masih saja merayu ku padahal dia tau aku dan sulton saling
menyukai,tapi karena aku juga kesal dengan sulton aku pun meladeni candaan
selamet yang mengundang sulton keluar rumahnya untuk melihat tertawa ku yang
keras,dya melihatku sendang bercanda dengan selamet sambil tertawa,akhirnya dya
menghampiriku serentak aku diam,dan berdiri dihadapannya tapi dia pun malah
diam dan malah mencubit leherku dihadapan kedua orang tuanya aku lantas
menjerit kencang karena kesakitan dia mencubitku dengan kuku panjangnya,hingga
meninggalkan bekas berwarna coklat akibat darah yang tidak keluar,sampai saat
ini tanda di leherku masih ada,dan melarangku untuk mendekati selamet.
Aku pulang dengan keadaan senang setelah
suratnya yang menyatakan akulah pacarnya,dan kita sudah tidak saling diam dan
aku tidak menjadi terlalu agresif lagi yang terus – terusan mengganggu dia
duluan,aku pulang dengan wajah tersenyum dan kuceritakan pada teman – teman ku
aku sudah punya pacar dialah sulton,ku tunjukan foto dan surat yang aku bawa
tapi sayangnya karena surat itu selalu ku bawa kemanapun dan ku simpan di dalam
saku yang akhirnya aku lupa saat baju ku dicuci oleh ibu,aku menangis surat ku
rusak bagaimana nanti jika sulton bertanya,aku menunggu untuk pulang kampung
lagi tapi lama aku tak kunjung pulang sekitar 3 tahun aku tak pulang.
Saat aku di sekolah menengah pertama aku
selalu bilang kepada teman – teman ku pacar ku bernama sulton dia ada
dijawa,rosvita, nurmalasari, novita sari, Magdalena mereka adalah orang – orang
yang selalu ku ceritakan tentang sulton.
Kelas 2 Sekolah Menengah Pertama
Aku kini sudah duduk di bangku SMP dan,
teman – temanku bertanya adakah aku menyukai seseorang di sekolah ini, memang
aku hanya sebatas tertarik saja kepada teman sekelasku namanya syaiful bahri,
entah apa yang ada di pikiran mereka tiba – tiba mereka mengirimkan surat di
meja ipul dengan mengatasnamakan aku,aku kaget kenapa mereka begitu hingga satu
kelas meledek ku dan aku berkata kepada mereka mungkin aku memang suka ipul
tapi aku sudah punya pacar jauh di sana,
dan kalian tau siapa namanya,dan aku hanya untuk sulton,mereka meminta
maaf dan gak akan mengulanginya lagi.
Aku pikir tahun dimana aku baru saja naik
kelas 2 aku tidak akan pulang ke jawa lagi,tapi entah apa yang membuat ibu
mengajak ku untuk pulang,aku senang bertemu kembali dengan pacarku itu,aku
berfikir apa yang akan dia katakan saat melihatku sudah menjadi remaja,apa dya
masih ingat dengan ku? Sedangkan aku sudah tidak mungkin bertindak seperti
kanak – kanak lagi aku sudah remaja umurku sudah 13 tahun dan aku tau perasaan
malu yang dulu tak ku miliki saat aku menggoda sulton,semua ku hilangkan
perasaan takut itu.
Sama seperti tahun – tahun yang dulu aku
selalu datang saat menjelang idul fitri yang membuatku tak menyangka adalah
ternyata setiap tahun sulton menunggu kepulangan ku,aku tiba dengan wajah tanpa
harapan tapi saat tukang ojek memilih lewat arah yang tidak biasa aku lewati
setiap tahunnya yaitu lewat di jalan depan rumah sulton dan ku lihat dia sedang
duduk bersama mba ana di depan rumah mba ana,dia tersenyum melihatku
datang,tapi tahun ini aku memang tidak agresif menghampirinya terlebih dulu,aku
memilih beristirahat dan sorenya baru aku datang ke tempat mba ana,disanalah
tempat aku dan sulton selalu bertemu karena keluarga mba ana sudah tau hubungan
ku dengan sulton,kali ini aku yang tak banyak bicara lebih pendiam tapi bukan
bearti aku tak menyukainya lagi,hanya saja aku malu saat bertemu dengan dia
yang kulihat dia berubah menjadi remaja tampan,dengan banyak keistimewaan,aku
selalu datang disaat sulton tak ada,aku selalu bertanya tentang sulton ke mba
ana,dia menunjukan kaligrafi yang dibuat sulton,aku senang dya bisa menjadi
anak yang memiliki pendidikan agama yang lebih baik.
Disaat idul fitri ku lihat banyak pemuda
yang sedang duduk dimushola,aku ingin ke tempat mba ana tapi malu kalau harus
melewati mereka terlebih ada sulton disana aku takut teman – temanya malah
mengejekku…tapi aku paksa untuk lewat dan dia hanya melirik,mungkin mba ana
merasa aku sudah tidak seperti dulu lagi dan dia yang menjadi penengah diantara
aku dan sulton dia mengajakku ke mushola dan bertemu sulton untuk berlebaran,dengan
sangat malu aku menjabat tangannya tanpa sepatah kata,dan orang – orang yang
melihatnya menggoda kami sehingga wajahku memerah.
Saat aku datang ke tempat mba ana,aku hanya
menemaninya masak dan bermain disana tapi tiba – tiba mba ana keluar dan kembali
lagi,dia menyuruhku untuk keluar karena di panggil ayahnya sulton untuk
membantu mengangkat cengkeh yang kering,awalnya aku tidak mau karena aku takut
dan malu,tapi ibu mba ana ikut menyuruhku,aku keluar dengan wajah yang
masam,karena aku bingung dan saat aku bertemu ayahnya aku melihat sulton yang
sedang menarik terpal besar yang
digunakan untuk menjemur cengkeh,disanalah aku tau apa maksud dari keluarga mba
ana dan ayahnya yaitu untuk mendekatkan aku dengan sulton,karena aku tak
seceria dulu,aku membantu mengangkat cengkeh itu,,,hmm memang berat,tapi
melihat wajah sulton yang tersenyum pada ku aku jadi menunduk malu,ku angkat
cengkeh itu sampai kerumahnya dan aku menunggu diluar sementara sulton membawa
cengkeh ke dalam rumahnya,dan ada beberapa ibu – ibu yang sedang asik ngerumpi
mereka melihatku dan bertanya kepada kyai fuad mereka memang mamanggil ayah
sulton dengan sebutan kyai kucuali aku yang memanggilnya dengan sebutan bapa
atau pak..mereka bertanya “pak kyai itu perempuan cantik siapa nya pak?”,aku
senang dibilang cantik dan adalagi yang membuat ku lebih senang saat ayahnya
menjawab “dia calon menantu saya nanti,yang akan menikah dengan sulton” dan ibu
– ibu itu menjawab sambil tersenyum “owh pantes ya,cantik” tiba – tiba sulton
datang dan melihat aku yang tersenyum lebar akibat perkataan ayahnya,kami
sekarang Cuma berdua di depan terasnya
Sulton :”tangan
kamu kenapa?kotor ya?”
Dia melihat aku sedang memandang tanganku
yang habis mengangkat cengkeh,dan aku hannya mengangguk
Sulton :”masuk
yuk,cuci tangan dulu di dalem”
Indah :”mmm…gak
ah aku takut sama ibu kamu”
Sulton :”gak
apa-apa kan sama aku…”sambil menarik tanganku
Indah :”dimushola
aja deh…”
Sulton :”ya
udah yuk aku anter..”
Malam nya aku tidak bisa tidur mengingat perkataan ayah nya
sambil berkhayal seandainya benar aku akan menjadi isteri orang yang aku cinta
dari dulu bagaimana perasaan ku saat aku bersanding disebuah pelaminan,hatiku
tiba – tiba berdebar dan tak kuasa menahan kebahagiaan mendapat persetujuan
dari ayahnya.
Mba ana mengajak aku ke pasar,dan tidak
pernah lupa dia mengajak sulton juga,di pasar aku melihat kalung liontin
berbentuk hati dan aku membeli dua kalung yang satu akan ku berikan untuk
sulton,sebelum aku berpisah dengan dia karena memang sudah sore,aku memberikan
kalung yang ku beli dengan harapan dia akan selalu mengingar aku karena dua
hari lagi masa liburan akan habis dan aku harus pulang.
Saat ku pikir aku ingin menghabiskan waktu
dengan sulton meski hanya untuk bermain,aku harus kecewa karena sulton pergi ke
purbalingga seharian,sedangkan besok aku harus pulang dan kepulangan ku pagi
hari jadi bagaimana bisa aku bertemu dengan nya.
Akhinya tiba saat kepulanganku,tapi aku
meminta waktu untuk ke tempat mba ana,dan disana sulton datang menghampiriku
sambil memberikan sebuah gelang berbentuk dua hati berwarna perak,gelang itu
terlalu besar dia memakaikannya dan berkata untuk aku selalu mengingat
dia,suara ibu ku terdenagar memanggil karena ojeknya sudah datang aku berlari
sambil tersenyum.
Dan sepanjang perjalananku aku memandangi
dan mengusap gelang yang sulton berikan,dan berkata bahawa aku akan kembali
lagi dan aku berharap kamu selalu mengingat ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar