Total Tayangan Halaman
Rabu, 22 Mei 2013
Sahabat : Sepucuk surat rinduku untuk kalian
SAHABAT
setiap orang memiliki peran dalam persahabatan..
kita memiliki seseorang yang bukan terlahir dari
keluarga kita atau biasa disebut tak ada hubungan sedarah,tapi peranan mereka
sama dengan sebuah keluarga dalam kehidupan…mereka memberi warna,mengisi
ruang,dalam setiap canda,tangis,bahagia,sedih apapun yang ada dalam hari-hari
kita,saat kita bersedih selain Allah,keluarga siapa lagi kl bukan sahabat kita
yang menghibur kita,menyemangati kita,membantu kita,mereka ada dalam bagian
hidup kita,bahkan tak jarang kita lebih memilih bercerita kepada sahabat
dibandingkan yang lainnya,karena kita merasa mereka mengenal kita yang
sesungguhnya,saat kita bersedih mereka merasa emosi terkadang apa yang buruk
didalam diri kita mereka tetap membela kita,setiap diri kita masing-masing
memiliki sahabat,,,mereka adalah orang-orang yang baik untuk kita,,,setiap hari
kita selalu berbagi hal menarik,membicarakan cinta,keluh kesah kita kepada
orang lain,masalah – masalah kita,obrolan – obrolan yang tak pernah terfikir
terkadang menjadi sebuah pembicaraan menarik disaat kita sedang bersama,terasa
nyaman,kekonyolan-kekonyolan kita saat jalan bersama,atau berkumpul disalah
satu rumah diantara sahabat kita,membuat kita merasa tak ingat dengan
kesedihan,tak ingat waktu yang terasa begitu cepat…
teruntuk sahabatku…
terima kasih kalian mengisi ruang hidup ku selama
ini,dan akan terus mengisi hari – hariku meski hanya sebuah kenangan yang
selalu ku ingat…
terima kasih kalian telah menjadi penyemangat dan
tempat berbagi yang paling menyenangkan dalam kehidupanku..
aku senang memiliki kalian yang mengerti aku,meski
terkadang kalian sering bilang aku ni polos,antik,suka bikin emosi,gak nyambung
kl diajak ngobrol,selalu ada aja yang jadi diri aku terlihat konyol,tapi itu
kata-kata sayang kalian,karena kalian memperhatikanku sampai mampu menilai
diriku ini,,,aku bersyukur karena mengenal kalian dan akan terus mengenal
kalian meski kita terpisah jarak,terpisah karena waktu,kalian adalah bagian
dari hidupku…
ya Allah semoga engkau memberikan kebahagiaan
kepada sahabat-sahabatku bahkan lebih dari kebahagiaan yang mereka isi di
hari-hariku…
semoga engkau selalu menjaga mereka dan melindungi
mereka dimanapun sekarang mereka berada seperti mereka selalu ada dalam waktu
ku..
semoga engkau memberikan jodoh yang baik,yang
menerima setiap kekurangan dan kelebihan yang ada sama seperti mereka
menerimaku tanpa syarat…
semoga engkau memberikan rizki yang
barokah,membukan pintu-pintu rezki mu sama seperti mereka selalu menolongku
dalam kesusahan…
lapangkanlah hati mereka dalam setiap cobaan
seperti mereka menenangkan hatiku…
bantulah mereka dalam setiap kesulitan seperti
mereka membantu kesulitanku…Amiin
karena aku tak mampu membalas setiap kebaikan yang
mereka berikan dalam hidupku,hanya doa yang bisa kuberikan untuk mereka dan
sampaikanlah rindu dan terima kasih ku serta rasa sayangku ke pada hati mereka agar
merekapun selalu mengingatku,dimanapun kami pernah berjumpa,dimanapun kami
pernah berbincang,dan meski kini kami terpisah-pisah,perkenalan kita adalah hal
terindah….
Jumat, 17 Mei 2013
catatan imaniyar: ijinkan aku menggapai kebahagiaan
catatan imaniyar: ijinkan aku menggapai kebahagiaan: Pendahuluan Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi semua anak – anak di dunia ini,yang mengalami broken home,dan para orang t...
cerita sedih : ijinkan aku menggapai kebahagiaan
Pendahuluan
Semoga
kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi semua anak – anak di dunia ini,yang
mengalami broken home,dan para orang tua,bahwa kita sebagai seorang anak pahit
memang menerima kenyataan perpisahan kedua orang tua kita,namun tak harus
menjadikan ini semua sebagai akhir dari kehidupan kita,bila kita tak dapatkan
kasih dari kedua orang tua kita maka kita mampu membuat kasih itu untuk diri
kita,jangan jadikan alasan untuk kalian menambah penderitaan,membuat kalian merasa
tak bearti,membuat kalian membenarkan setiap tindakan kalian yang jelas – jelas
merugikan diri kalian sendiri,banyak di dunia ini yang mengalami broken
home,dan banyak pula dari mereka yang menambah kehancuran mereka dengan
pergaulan bebas yang ada,minum – minuman keras,menjadi anak jalanan,free sex,
membuat suasana brutal dan banyak hal lainnya,ya karena dikehidupan ku aku pun
menemukan beberapa anak yang serupa denganku menjadi anak broken home,tapi kami
semua memiliki cara dan pandangan yang berbeda,aku tak ingin banyak anak yang
berfikir retaknya keluarga adalah retaknya hidup,kita harus berfikir semua
cobaan,kehidupan itu sudah dituliskan,sudah digariskan,kita harus mampu
membangun diri kita,bayangkan kita hanya berpisah sebagai keluarga,tapi tidak
memutuskan ikatan dalam keluarga itu,mereka tetap orang tua kita,masih bisa
kita jumpai,masih bisa kita sentuh raganya,jangan jadikan ini sebagai alasan
kehancuran diri kalian,kalian mampu memiliki kehidupan lebih baik,kalian mampu
berdiri dengan semangat bersama,kalian masih bisa menggapai mimpi kalian,jangan
bayangkan hidup kalian merasa menderita,tertekan,lemah,karena banyak diluar
sana orang – orang yang jauh lebih sulit,yang jauh lebih mengalami pahit,yang
tak seberuntung kalian yang hanya mengalami sebuah ujian dari broken
home,ingatlah untuk selalu berdoa,membangun semangat di jiwa kita,menatap
kehidupan yang lebih baik,percayalah tak ada kesedihan yang abadi,tak ada
kesengsaraan yang berlarut apabila kita mau untuk merubahnya,di dalam kehidupan
kita tak akan seumur hidup kita mengalami kepahitan,penderitaan,selalu ada
kebahagiaan yang terselip meski hanya sebentar,dan setitik cahaya yang
menghiasi,jangan bebani fikiran kalian dengan emosi,dengan pemikiran utama “aku
menderita” tapi utamakan “aku mampu menggapai kebahagiaan” ini hanyalah
seberkas kehidupan yang tak abadi,kejarlah kebahagiaan dengan cara yang lebih
positive dengan kesabaran,ke ikhlasan,dan semangat untuk menjalani kehidupan
yang pahit ini.
Ini
hanyalah seberkas kisah dari banyaknya kehidupan di dunia ini,bukan bertujuan
negative,tapi dengan niatan jangan sampai lebih banyak anak yang menganggap
diri mereka sangat menderita karena banyak diluar sana yang lebih mengalami
kepahitan,aku ingin membuka hati mereka bahwa tak selamanya kita akan hidup
dengan kepahitan,aku ingin membuka fikiran mereka masih banyak jalan untuk
menggapai kebahagiaan dengan cara yang jauh lebih indah,mengajak para sahabat
untuk membantu menyemangati kawan – kawan kalian untuk
membimbingnya,mengingatkannya,menemaninya,bukan menjauhkannya dan membuat
keterpurukan yang bertambah dalam,karena selain orang tua lingkunganpun mampu
memberikan kebahagiaan,janganlah pandang sebelah mata,janganlah kalian lihat
hina,dan aku memiliki sahabat – sahabatku yang meringankan setiap langkah
menuju kebahagiaan,jadilah kalian seperti mereka yang menggenggam tangan setiap
kawan yang terjatuh,karena kami saling melengkapi meski hanya sebatas kawan
bermain dalam canda,itu hal yang teramat indah bagi kehidupan kami yang
mengalami kepahitan,jadilah sahabat – sahabat yang mampu menyalakan cahaya dan
menjaganya,karena kisah inipun akan membuka sebuah persahabatan yang mampu
menjadi penyemangat dalam gelapnya kehidupan.
Nama
dalam kisah ini kembali memakai nama ku sendiri,ya karena aku tak bisa berfikir
nama lain selain namaku.
INDAH
(ijinkan aku menggapai kebahagiaan)
part 1
Ketika
usia ku berumur I tahun setengah,,,orang tua ku bercerai menurut cerita yang ku
dengar ibu ku adalah isteri ke dua ,dya marah karena saat mereka menikah ayah
bilang dya sudah bercerai dari isterinya yang saat itu masih tinggal di rumah
ayah,,bu siti adalah nama isteri pertama ayah ku,dya mengetahui ayah ku sudah
menikah dengan ibu ku,dya pun tak rela jika harus benar2 berpisah dari
ayah,karena saat itu dya sudah mempunyai 4 orang anak,dya tak rela jika tempat
tinggal nya saat ini akan jatuh ke tangan ibuku,tempat yang akan menjadi
warisan untuk anak2 nya,bu siti akhirnya pulang ke rumah orang tua nya namun
bukan menerima perceraian dari ayah melainkan mencari cara agar ayah berpisah
dengan ibu,padahal ayahku sudah merelakan rumah itu yang memang tidak begitu
besar,ayah lebih ingin tinggal di kampung bersama ibu,menjadi seorang
petani,tapi ibuku tak setuju dengan pemikiran ayah ku,ibu menyuruh ayah kembali
ke rumahnya untuk menyelesaikan masalah dengan isteri nya,sudah lama ayah
pulang,tapi tak ada kabar lagi,sampai pada akhirnya ibu menyusul di sana
terlihatlah ayah sudah rujuk dengan isteri pertamanya,bu siti dan ibuku bertengkar
hebat sampai kaca rumah ayah pecah dan mereka bertengkar sangat heboh,,orang2
kampungpun hanya bisa melihat pertunjukan yang langka,,,layaknya peperangan
pada zaman dulu dengan menghembuska pedang masing2,tapi mereka menggunakan
sebuah sapu lantai,,ayah ku melerai pertengkaran itu dan ibu menyuruh ayah
untuk memilih antara dya atau bu siti,ayah jelas bingung,,kemudian aku di
tinggalkan bersama abah,itu adalah panggilanku untuk ayah,saat usiaku 3 thn,dan
tinggal bersama ibu tiriku,di sana aku diperlakukan tidak adil ,aku selalu dimarahi
ketika abah tak ada di rumah,dya selalu memukul dan menendangku meski tanpa
sebab yang jelas,bahkan dya pernah hampir mau menjualku demi mendapatkan uang
1jt kepada orang kaya di daerah tempat tinggalnya,namun usaha itu gagal,aku tak
tau apa sebabnya,
ibuku
menitipkan aku di kampung dengan kaka nya,,sementara dya bekerja di
Jakarta,,untuk membesarkannku,,,aku di titipkan bergantian dengan orang yang
tak ku kenal,,,saat aku di titipkan di pemalang di rumah seorang guru yang
katanya adalah saudara ibu ku,,di sana banyak hal yang membuatku tak bisa
melupakan aku tinggal di rumah yang bagus namun aku tak pernah tidur di
kamar,mereka menyuruhku tidur di ruang tamu dan tidak boleh di atas sofa,aku
hanya di beri beberapa lembar Koran tepat di depan pintu aku tidur setiap
malam,,tapi aku tak menangis atau sedih saat itu mungkin karena aku masih
kecil,dan aku tak pernah bercerita pada siapapun,,termasuk ibu ku,,pakaian
harus ku cuci sendiri makanpun aku di jatah,,setiap malam ku rindukan ibu yang
tak pulang2,,,,di pemalang aku hanya tinggal beberapa minggu saja,,,dan aku
kembali di pindahkan ke rumah kaka ibuku di bongas,,,di sana aku merasa agak
sedikit senang karena ada nene ku yang sayang dan merawat ku dengan penuh cinta
mungkin aku adalah cucu kesayangan nya,,,karena dya slalu memberiku uang jajan
yang dia selipkan di kain yang ia kenakan,,setiap nene pulang dari sawah dya
membawakannku buah jambu,,dan saat sore setelah adzan ashar nene memandikanku
di kamar mandi masjid karena hanya orang2 kaya yang punya kamar mandi di dalam
rumah dan tempat buang air besar,,,tapi tak banyak orang yang berlebih di
kampungku bisa di hitung jari tak sampai 10 orang,saat aku masih kecil suasana
di kampung masih belum ada lampu,televisi,hanya ada satu orang yang memiliki televisi
dan menjadikannya sebagai usaha,yang datang ingin menonton televise harus membayar
100 rupiah per orang,kebayangkan satu kampung nonton tv di sebuah rumah seperti
nonton layar tancep,ramai bahkan tak kebagian tempat duduk,saat itu film yang
popular yang ku ingat adalah misteri gunung merapi,jalanan yang masih
berbatu,belum ada kompor minyak atau bahkan kompor gas,makan nasi pun di campur
dengan jagung karena harga beras termasuk mahal bahkan tak jarang jagungnya
lebih banyak dari pada berasnya karena setiap rumah memiliki lahan di atas
gunung sebagai tempat bercocok tanam,bisa di bilang mereka bisa makan karena
mereka menanam sendiri makanannya,dari mulai jagung ,sayur,bahan dapur,semua
mereka dapat tanpa mengeluarkan banyak biaya,mau makan telurpun mereka harus
menunggu induk ayam nya bertelur,,makannya jarang orang kampung yang makan
ayam,,klo ayam nya di potong dan di masak mereka gak bisa makan telur lagi
terkecuali di hari raya fitri kita bisa makan daging ayam tu pun tak setiap
tahun,,lebaran hajipun,,orang yang berkurban tak ada,perbandingan hanya 1 orang
dari beberapa kampung,,saat kurban mereka hanya membagi 1 tusuk sate per rumah
dan di simpan di tembok rumah yang saat itu masih terbuat dari anyaman bambu
atau kayu.
Satu
tahun sudah ibuku tak pulang,dan saat dia kembali tidak dengan tangan kosong dya
membawakanku sebuah boneka susan yang sangat terkenal dulu boneka yang bisa
menangis jika dotnya di lepas,waktu itu baru aku orang pertama yang
memilikinya,ku pamerkan kepada teman2 ku,,matanya cantik berkedip-kedip
rambutnya keriting berwarna pirang mengenakan baju berwarna biru,,aku sangat
menyayangi boneka cantik ku itu tak ku perbolehkan orang lain meminjamnya,ku
ingat masa kecilku yang bahagia saat ibuku kembali dya menyuapiku dengan nasi
yang tak pakai jagung dengan ikan goreng yang di masaknya,,ibuku mencandai ku
dengan kepala ikan “ayo indah makan klo gak nanti kamu yang di makan ikan,tuh
ikan nya jalan ke arah kamu” sambil mengarahkan kepala ikan ke depan
wajahku,dia suapi aku dengan tangannya,sambil tertawa ria,saat itu adalah saat
kebahagiaan yang paling mendalam di hatiku,di saat ibuku benar2 memanjakannku,dan itulah kebahagiaan
terakhir yang selalu bersinar di hatiku,kebahagiaan yang selalu menjatuhkan air
mata bila ku ingat kenangan itu,kebahagiaan terindah saat bersama ibu ku,di
saat dya menatapku,merawat ku,sebagai seorang anak yang ia lahirkan.
Ibuku
tak bisa lebih lama lagi tinggal bersamaku karena dya harus kembali ke Jakarta
untuk bekerja,,untuk membesarkannku,tapi tak sampai satu tahun ibuku kembali
dan yang membuatku takut adalah kepulangannya dengan seorang pria yang ia bawa
untuk di perkenalkannya pada keluarga dan special untuk ku,aku melihat
kepulangan ibu dari dalam rumah,ku intip dari belakang pintu dan kulihat sosok
pria yang membuatku takut,,hingga aku bersembunyi di antara tembok dan lemari
sambil ku lipat ke dua kaki ku dan kupegang ke dua tangan ku,dengan hati yang
berdegup kencang takut pria itu mengetahui dimana keberadaanku.terdengar suara
ibu yang memanggil nama ku,,
“indah…indah kamu dimana sayang,mama udah pulang nih..coba lihat siapa yang bersama mama,mama bawa kan kamu makanan banyak,,ayo keluar jangan bersembunyi terus,,,kamu dimana???” teriak ibu ku
“indah…indah kamu dimana sayang,mama udah pulang nih..coba lihat siapa yang bersama mama,mama bawa kan kamu makanan banyak,,ayo keluar jangan bersembunyi terus,,,kamu dimana???” teriak ibu ku
Ku
tolehkan kepalaku ke depan dan melihat ibuku
“ternyata kamu di samping lemari ya,,,lagi ngapain di situ gak takut ada binatang,coba lihat isi kardus yang ibu bawa,,ayo sini,,”
“ternyata kamu di samping lemari ya,,,lagi ngapain di situ gak takut ada binatang,coba lihat isi kardus yang ibu bawa,,ayo sini,,”
Ingin
ku buka kardusnya tapi aku gemetar melihat pria itu
“owh jadi ini yang nama nya indah,cantik ya,,,,”kata pria seram itu
“owh jadi ini yang nama nya indah,cantik ya,,,,”kata pria seram itu
Mungkin
dia pun menyadari aku bukannya malu tapi justru takut padanya,,kemudian dia
buka kardus itu dan mengambil isi nya,dia tunjukan makanan yang belum pernah ku
makan,sebenarnya makanan yang biasa saja biscuit kering dengan banyak gula
warna warni di atas nya,banyak sekali yang menjualnya di Jakarta tapi maklumlah
namanya juga di kampung.
“kamu gak mau makan ini ndah,,,rasa nya enak lho,,,semua buat indah”kata pria seram pada ku sambil menyodorkannya,,,karena saat itu aku masih kecil dengan mudah nya aku di rayu dan menerima makanan yang dibawakannya sambil tersenyum senang
“tuh kan dya luluh,,,”kata ibu sambil tersenyum
“kamu gak mau makan ini ndah,,,rasa nya enak lho,,,semua buat indah”kata pria seram pada ku sambil menyodorkannya,,,karena saat itu aku masih kecil dengan mudah nya aku di rayu dan menerima makanan yang dibawakannya sambil tersenyum senang
“tuh kan dya luluh,,,”kata ibu sambil tersenyum
Satu minggu pria itu tinggal di
kampungku yang ternyata sedang mempersiapkan pernikahannya dengan ibuku,tak ku
ingat hari pernikahan itu,suasana nya tempat nikahnya,mungkin aku sedang di
pindahkan agar tak merusak hari bahagia untuk mereka.
Yang ku ingat adalah malam saat mereka
sudah menjadi suami isteri,di malam itulah ibuku melupakanku sebagai anak
nya,dya memarahiku tanpa sebab dan menyuruhku untuk keluar dan tidur diluar,aku
menagis karena aku takut gelap dan sudah hampir tengah malam pula,aku
kebingungan harus tidur dimana tak ingin ku mengganggu tidur orang lain yang
mungkin aku bisa tidur bersama biyung ku,tapi aku takut di marahi ibu jika
ketauan aku mengadu pada biyung,akhirnya ku lihat kumpulan batu2 kali yang akan
digunakan untuk membangun rumah ku naik ke atas batu itu dan ku anggap sebagai
tempat tidur, ,letaknya bersebelahan dengan rumahku hanya beberapa langkah saja
yang memisahkannya hanya posisinya lebih tinggi,ku rebahkan tubuhku dan
menghadap ke atas langit banyak bintang disana,aku tak sedih lagi saat ku lihat
kumpulan bintang yang melindungiku dari gelap,terdengar pintu rumah ku terbuka
serentak aku langsung bangun yang ku piker aku boleh tidur di dalam tapi yang
keluar adalah ayah tiriku dia hanya buang air kecil dan melihatku seolah tak
mengenaliku,dan akhirnya dia masuk kembali ke dalam rumah,aku duduk sambil
bertanya-tanya,saat itu aku berumur 3th tak akan sampai otak ku berfikir
lebih,ku lihat ada cahaya yang menyorot kea rah wajahku,,dua orang yang sedang
berjaga di masjid
“lihat tuh ada anak kecil,,,menurut lo hantu bukan”salah seorang dari mereka
“coba gw liat,masa ada anak tengah malm gini di luar sih,,,”sambil menyenter dari kejauhan
“lihat tuh ada anak kecil,,,menurut lo hantu bukan”salah seorang dari mereka
“coba gw liat,masa ada anak tengah malm gini di luar sih,,,”sambil menyenter dari kejauhan
“ah bukan manusia kali,,,tapi mirip
indah ya…?”
“jelas bukanlah,mana mungkin dia di
luar,,kejam amat,,,jangan2 setan,,,pergi yuk…dah tengah malm nih,,,”
“hii serem juga ya…ayo kita pergi”
Akhirnya aku tertidur pulas sampai tak
mendengar suara adzan subuh,aku terbangun karena hari sudah tak gelap
lagi,,,dan berlari memutar arah untuk pulang,entah aku sedang kesambet atau
mungkin semalam aku bermimpi indah,,,sambil berlari2 kecil aku mengangkat
tanganku dan mengayunkannya ke kanan dan ke kiri sambil bernyanyi,,,,
“indah dari mana…???”Tanya seorang
tetangga yang melihatku
Aku terdiam bingung menjawab
“kamu tuh kerjanya main terus ya
pagi2,,ayo pulang mandi”kata ibuku yang sedang mau berangkat mencuci
Sudah satu bulan ayah tiri ku tinggal
di kampung,dan akhirnya memutuskan untuk pindah dan merantau di Jakarta ,hatiku
sedih harus meninggalkan biyung yang ku sayangi,karena di dunia ini hanya 2
orang yang sangat kukasihi lebih dari diri ku sendiri yaitu biyung dan ibuku.
Di Jakarta ibu ku bekerja sebagai
pembantu rumah tangga di keluarga dokter dan ayah tiri ku sebagai buruh
bangunan,,awal kepindahan kami hanya tinggal di sebuah kontrakan satu
kamar,,tempatnya terletak di belakang kontrakan yang lain,dan disampingnya
kamar mandi terbuka untuk beramai-ramai,,tempat pertama yang ku tinggali tak
muat tempat tidur,peralatan dapur pun tak bisa,,seperti sebuah gubuk di tengah
sawah hanya menggunakan tikar dan 1 lemari untuk 3 orang,jelas lebih besar
rumah biyung di kampung berlipat-lipatnya,,,ibuku mengandung anak pertama dari
ayah di perkirakan ananknya laki-laki namun keguguran karena saat hamil ibu
masih bekerja,mungkin karena kelelahan,,tapi tak berselang lama tak sampai 1
tahun ibuku mengandung lagi,ketika usia kandungannya mendekati kelahiran
adikku,ibu dan aku pulang ke jawa,,,ku ingat malam itu semua orang ribut karena
ibuku akan melahirkan aku yang sedang tertidur terpaksa bangun karena sangkin
bisingnya suara langkah kaki,ayah tiriku pergi sambil berlari-lari untuk
menjemput seorang dukun beranak karena di kampung rumah bidan itu sangat jauh
sedangkan tak ada kendaraan,ibuku melahirkan di rumah,ku dengar suara tangisan
seorang bayi yang amat lantang,aku senang ternyata adik ku lahir dengan selamat
tanpa ada kekurangan dya anak perempuan yang cantik meskipun aku dan dya bukan
satu ayah,,,
“mah adik ku sudah lahir ya,,,,aku mau liat ….”
“iyya nanti ya,,,kasian adik bayinya,,,sekarang indah tidur bareng sama yuli dlu ya” kata uwa ku ibunya yuli
“mah adik ku sudah lahir ya,,,,aku mau liat ….”
“iyya nanti ya,,,kasian adik bayinya,,,sekarang indah tidur bareng sama yuli dlu ya” kata uwa ku ibunya yuli
Sedih memang tapi apa boleh buat,,aku
pun harus sabar menunggu besok untuk melihat adik kecil ku itu,dya lahir di
bulan November tahun 1997 dan di beri nama Desi Novita Sari. Saat malam tiba
aku ingin tidur bersama ibu dan adikku itu tapi ibu tak mengijinkannku…
“mah aku tidur sama adik ya,,,,sama
mama di sini,,,boleh ya mah,,”tanyaku
“kamu tidur sama yuli ja,ntar adik
bayinya nangis karena kesempitan,,,”
“tapi mah,,,aku juga mau tidur sama
mama dan adik bayi,,,,boleh dong mah,,,”aku bersikeras
“ya udah,tapi kamu tidurnya di pojok
ya,,,di samping mama biar gak kena adik bayi,,”ibu ku menjawab
“ya gak apa2 yang penting aku tidur
sama mama dan adik,,,”
Malam itu tempat tidur yang biasa ku
pakai sendiri saat ibu ku di Jakarta kini di tempati oleh 4 orang,,,di pinggir
ada ayah tiriku di sampingnya adik dan ibu ku,aku di pojok,,tapi aku merasa
sangat sedih saat aku tidur ibuku tak memperdulikannku dia membelakangiku tapi
aku tak perduli karena sudah lama aku tak tidur dengan ibu ku,ketika aku
tertidur pulas aku terjatuh dari tempat tidur yang saat itu lantainya masih
tanah,karena tempat tidur ku tidak terlalu mepet ke tembok sehingga badanku
yang kecil terjatuh dan ada di kolong tempat tidur,,,terpaksa aku harus
merangka untuk kembali ke posisi semula,,,malam itu aku terjatuh terus dari
tempat tidur entah sudah berapa kali,,mungkin karena dorongan dari ibu ku,,
“aduh sakit mah…aku tidurnya di tengah ya,,,deket adik,,,”
“aduh sakit mah…aku tidurnya di tengah ya,,,deket adik,,,”
“siapa yang suruh kamu tidur nya gak
bener ,bikin ribut malem2 ja,,nanti adiknya bangun,kl kamu gak bisa diem nanti
kamu di suruh tidur di luar,,mau???”bentak ibuku
“iyya mah,,,”sambil menunjukan wajah
sedih ku,kembalilah aku tidur namun aku ketakutan jika aku terjatuh lagi aku
bisa di usir tidur di luar,,,akhirnya aku setengah tertidur terkadang bangun
karena takut jatuh..
Kami
tak bisa berlama – lama di kampung karena ayah tiriku harus bekerja,dan ibupun
merasa bosan di rumah demi meperbaiki kehidupan keluarga ibu memutuskan untuk
kembali ke pekerjaannya dulu,,adik ku yang masih kecil di titipkan di bandung
di rumah ayahku,disana ada adik2 ayah tiri ku yang mau merawatnya,sedangkan aku
tetap bersama biyung dan uwa ku di jawa,,,
Aku
senang bisa bermanja – manja dengan biyung,biyung lebih telaten merawatku
dibandingkan ibu,biyung selalu memikirkan aku di banding cucunya yang lain
mungkin biyung merasa kasihan kepada ku,karena dia juga punya anak dan menjadi
seorang ibu,pernah suatu ketika biyung marah pada ibu karena ibu tak mau
memasakan aku telur ayam untuk makan siang dan tak mau menyuapiku,ibu jelas
takut pada biyung dan akhirnya mau memasakan ku telur ayam,,,
Beberapa
bulan ibu ku di Jakarta akhirnya datang menjemputku mengajakku ke Jakarta untuk
tinggal di sana,sebelum ke Jakarta ibu mengajak ku ke bandung ke tempat adikku yang
di titipkan,di sana sudah ada ayah tiriku yang datang lebih dulu,,,aku senang
membayangkan kembali bisa bertemu dengan adik kecil ku itu,sesampai nya disana
ternyata suasana sedang tak mendukung,,
“eh mbak sudah datang dari jawa,,ayo silahkan masuk mbak…”
“eh mbak sudah datang dari jawa,,ayo silahkan masuk mbak…”
“iyya,,,ko rame ada apa ya…???”Tanya
ibu ku sambil melangkahkan kakinya dan duduk di sofa,sedangkan aku layak nya
seorang anak kecil hanya kebingungan melihat wajah2 orang yang sedang berdebat
“ini indah ya,,,,main sama tante aja yuk,,nanti tante kasih makanan di warung tante mau gak,,,”Tanya salah seorang keluarga ayah tiriku
“iyya mau,,,”jawabku karena aku memang suka jajan
“ini indah ya,,,,main sama tante aja yuk,,nanti tante kasih makanan di warung tante mau gak,,,”Tanya salah seorang keluarga ayah tiriku
“iyya mau,,,”jawabku karena aku memang suka jajan
Ternyata mereka sedang
mempermasalahkan hak asuh adikku yang di titipkan kepada adik2 ayah
tiriku,mereka tak mau mengembalikan desi kepada ibuku,dengan alasan mereka sudah
sangat sayang dan tak ada suara anak
kecil menghiasi rumah mereka,,,ibuku marah karena desi adalah anak
kandungnya,ibuku hanya menitipkan desi bukan memberikan desi kepada
mereka,,,karena ibu dan ayah tiri ku harus mencari uang untuk kehidupan kami di
Jakarta nanti,keluarga ayah ku tak mau membiarkan desi kembali ke tangan orang
tuanya hingga desi dibawa kabur oleh seorang adik terkecil,ibuku menangis,,lama
mereka berdebat akhirnya ibuku mengalah karena tak ingin desi terluka,,ibu
membiarkan desi untuk tetap tinggal bersama mereka,dengan syarat mereka tak
boleh meminta biaya sekecil apapun untuk membiayai desi,ibuku berfikir mereka
tak akan sanggup,karena pada saat itu paman2 ku sedang menganggur,akhirnya ibu
memutuskan untuk kembali ke jawa menenangkan hatinya yang sedang gundah
memikirkan adikku,sedangkan ayah tiriku tetap di Jakarta untuk menafkahi
kami,saat ibu sedang ngobrol di rumah tetangga aku pergi bermain sendiri ke
tempat teman2 ku,,,banyak anak kampung yang tak sekolah,mereka lebih memilih pergi
ke sawah menemani orang tua mereka mencari rumput atau bercocok tanam dan
kebanyakan hanya lulusan sekolah dasar.
Aku datang ke rumah temanku yang usia
nya lebih tua dari ku,pada saat itu dia baru saja mengasah parit untuk mencari
rumput,kemudian parit itu di simpannya di belakang punggung,,,ketika aku sedang
bercanda dengan nya sambil memukulnya tak sengaja dia membalikan badannya
hingga tanganku terluka terkena parit,,,hanya beberapa centi lagi mengenai urat
nadi ku,aku melihat darah keluar dari tangganku,,aku ketakutan dan berlari
pulang namun aku tak kembali ke rumah melainkan duduk diam di samping rumah
dengan melipat kaki dan menundukan kepala di antara kedua tanganku,wajah ku
mulai pucat baju ku yang putih berlumuran darah tapi aku tak menagis justru
takut menghadap ibuku,,,saat aku sedang terdiam,,,salah seorang lewat di
depanku dan menyapaku
“kamu lagi ngapain indah sendirian disini…mau ke tempat ibumu,,,??”tanyanya
“kamu lagi ngapain indah sendirian disini…mau ke tempat ibumu,,,??”tanyanya
Aku mengangkat kepalaku dengan bibir
yang membisu,orang yang menyapaku kaget melihat wajahku yang memutih dah darah
bercucuran,,dan berteriak,,,,
“masyaAllah indah kamu kenapa nak,,,,wasiraah,,,wasirah,,,,,,,cepeeeett kesini..”
“masyaAllah indah kamu kenapa nak,,,,wasiraah,,,wasirah,,,,,,,cepeeeett kesini..”
Memanggil ibuku ,sambil kepanikan,,,
“ya mbak ada apa,,,aku disini,,”ibuku
menyahut sambil menghampiri.ibuku pun kaget melihat aku yang seperti orang tak
sadar hanya menatapnya tanpa mengucapkan apapun,,orang2 berdatangan dan suasana
panik menghiasi,,akhinya tangan ku di ikat dengan kain agar tak semakin banyak
darah yang keluar,,saat itu ayah tiri ku pulang dia pun kaget
melihatku,,,orang2 kebingungan karena tak ada rumah sakit saat itu..dan tak ada
tempat operasi yang hanya ada seorang mantri..jarak nya pun cukup jauh,,,mereka
takut aku tak terselamatkan,,,dengan luka yang besar dan darah terus
mengalir,,akhirnya aku di gendong ke tempat mantri,,sepanjang jalan orang2
kampung memperhatikanku,,dan aku hanya terdiam lemas..
Akhirnya sampai juga di tempat mantri,,,saat tangan ku di jahit aku tak di suntik obat bius,aku dalam keadaan sadar ku lihat jarum besar dan benang yang membuatku ngilu,ku lihat saat jarum itu akan di tusukan ke tanganku,,aku takut,,,dan mantripun menyuruh ibuku untuk menutup mataku..aku tak melihat saat benang2 itu masuk dan mengikat tangan ku,,aku hanya merasakan ngilu saat benang2 itu di tarik,12 jahitan untuk menutup daging yang terbelah kemudian di balut dengan perban,,mantri menyuruh ibuku untuk kembali setelah 2minggu agar tak terjadi pembekasan dan untuk melepas benang2 itu,,,namun sebelum waktu yang ditentukan aku sudah berada di Jakarta,dan perban yang dipasang hanya dibuka sendiri,sehingga menyebabkan bekas luka yang tak akan pernah hilang,sebuah lengkungan garis seperti sebuah pedang yang panjang,kini menghiasi lenganku.
Akhirnya sampai juga di tempat mantri,,,saat tangan ku di jahit aku tak di suntik obat bius,aku dalam keadaan sadar ku lihat jarum besar dan benang yang membuatku ngilu,ku lihat saat jarum itu akan di tusukan ke tanganku,,aku takut,,,dan mantripun menyuruh ibuku untuk menutup mataku..aku tak melihat saat benang2 itu masuk dan mengikat tangan ku,,aku hanya merasakan ngilu saat benang2 itu di tarik,12 jahitan untuk menutup daging yang terbelah kemudian di balut dengan perban,,mantri menyuruh ibuku untuk kembali setelah 2minggu agar tak terjadi pembekasan dan untuk melepas benang2 itu,,,namun sebelum waktu yang ditentukan aku sudah berada di Jakarta,dan perban yang dipasang hanya dibuka sendiri,sehingga menyebabkan bekas luka yang tak akan pernah hilang,sebuah lengkungan garis seperti sebuah pedang yang panjang,kini menghiasi lenganku.
Semenjak
kejadian itu ibu ku menyuruh untuk menetap di Jakarta,sambil memikirkan untuk
mengambil desy kembali,,kami kembali ke rumah kontrakan yang dulu,tempat
pertama kali kami merantau di daerah pondok petir,,,…
Usia ku belum genap 7 tahun tapi aku
iri melihat anak2 yang pergi sekolah,,,aku menangis ingin ke sekolah juga,,,tak
ada sekolah yang menerima ku karena aku belum berusia 7 tahun dan tahun ajaran
pun sudah berjalan satu bulan,,,akhirnya aku di terima di sekolah
madrasah,betapa aku senangnya saat ku bayangkan esok aku akan mengenakan
seragam,memakai sepatu membawa tas,,dan bertemu dengan anak2 yang
lainnya…karena di rumah aku tak punya teman bermain,sebelum aku masuk sekolah
aku hanya mengikut ibu bekerja dan bermain disana,,terkadang aku di beri roti
kering,atau uang jajan sebagai upah karena mau memijat kaki majikan
ibuku,,,tapi besok aku tak lagi mengikuti ibu ku bekerja,melainkan pergi ke
sekolah,,,
Kamis, 16 Mei 2013
dear diary : aku percaya rahasia Allah
Bismillahirrohmannirrohiim
Assalamualaikum sahabat diaryku...
hari ini aku merasa senang,setelah beberapa minggu terasa bimbang tak menentu hingga membuat diri ini terasa buruk dihadapan banyak orang...
taukah kalian apa yang membuat aku menjadi tentram...?
ya karena aku percaya semua hati manusia itu baik,kami lahir dalam keadaan suci,dan bersih tapi kehidupan membawa banyak pilihan terhadap perubahan hati ini bukan?
kehidupan adalah sebuah pilihan,,,itulah mengapa hati dan fikiran haruslah berdiskusi dalam mengambil pembentukan sikap dan sifat...
sahabatku...
jika kalian merasa gundah,sedih dan putus asa,sehingga membuat kalian tak bisa mengendalikan fikiran dan hati kalian,tanamkanlah di hati kalian ada sang penolong yang selalu berada di dekat kalian,yang akan meringankan beban hati kalian, yang akan setia mendengarkan keluh kesah kalian,yang akan menyentuh hati kalian membukakan pintu kebaikan dari setiap kebaikan,yang akan membantu kalian untuk terus berjalan..
sholatlah....dan bacalah ayat-ayat Allah...serta beristighfar..
duduk bersimpuh di sertai dengan keyakinan hati...
ceritakanlah apa yang kalian rasakan...pintalah obat penawarnya...insyaAllah sahabatku akan merasa kan tentram dan di bukakan fikiran serta hatinya menjadi luas...dihilangkan kesedihannya,kegundahannya,dan diberikan gambaran serta fikiran penyemangat...
ya Allah ya tuhan kami...
sesungguhnya cobaan itu datang nya dari Engkau...
setiap pertemuan itu adalah rahasia Engkau...
aku yakin dan percaya ada yang ingin Engkau ajarkan kepada kami dari setiap masalah yang kami lalui..
ya Allah yang maha pengasih...
bantulah kami melewati setiap permasalahan dan cobaan yang ada pada diri kami...
bantulah kami untuk tetap berjalan meski hati terasa berat,dan langkah terasa sulit...
bukakanlah pintu-pintu maaf para Hambamu yang menyimpan kebencian...
berikanlah cahaya dihati para orang - orang yang hidup dalam kegelapan hati,,,
ya Allah yang maha mengetahui...
tak ada satu orangpun didunia ini yang dapat mengerti hati hambaMu selain Engkau...
tak ada yang benar-benar mengetahui setiap kebaikan atau keburukan hambaMu selain Engkau..
janganlah Engkau biarkan setiap orang saling berselisih hingga bercerai-berai....
tunjukkanlah kepada mereka orang - orang yang menutup hatinya,menutup pendengarannya...
bahwa kekuasaanMu lebih besar dari apa yang mereka tutupi...
ya Allah...
jauhkanlah kami dari penyakit hati,penyakit yang merusak segalanya...
lindungilah hati kami agar tak dikuasai syetan...
jagalah diri kami dari setiap apa yang melukai kami...
bukakanlah kelapangan dalam hati kami agar ikhlas dan berserah diri kepada Engkau...
luaskanlah pemikiran kami atas setiap apa yang Engkau berikan....
jadikanah kami orang - orang yang bersabar...
sesungguhkan tiada yang akan kekal abadi didunia ini....
Amiin.....
aku bukanlah orang yang pandai,bukan pula orang yang baik...
tapi aku inginkan kebaikan dalam setiap diri manusia...
aku inginkan persaudaraan dalam setiap pertemuan...
aku inginkan perpisahan yang baik yang akan selalu dikenang bukan selalu dibenci...
aku inginkan pintu-pintu maaf dari setiap kekhilafan diri ini...
aku tak inginkan prasangka buruk dari setiap kebaikan...
aku tak inginkan kebencian atau dendam menguasai hati ini...
aku tak inginkan setiap kata yang hanya sebelah mata...
aku tak inginkan sebuah perpecahan dari sebuah keluarga...
semoga mereka yang masih tertutup dibukakan pintu hatinya,diberikan berkah yang baik,semoga Allah mengabulkan...Amiin
salam tersayang untuk sahabat-sahabatku
Assalamualaikum sahabat diaryku...
hari ini aku merasa senang,setelah beberapa minggu terasa bimbang tak menentu hingga membuat diri ini terasa buruk dihadapan banyak orang...
taukah kalian apa yang membuat aku menjadi tentram...?
ya karena aku percaya semua hati manusia itu baik,kami lahir dalam keadaan suci,dan bersih tapi kehidupan membawa banyak pilihan terhadap perubahan hati ini bukan?
kehidupan adalah sebuah pilihan,,,itulah mengapa hati dan fikiran haruslah berdiskusi dalam mengambil pembentukan sikap dan sifat...
sahabatku...
jika kalian merasa gundah,sedih dan putus asa,sehingga membuat kalian tak bisa mengendalikan fikiran dan hati kalian,tanamkanlah di hati kalian ada sang penolong yang selalu berada di dekat kalian,yang akan meringankan beban hati kalian, yang akan setia mendengarkan keluh kesah kalian,yang akan menyentuh hati kalian membukakan pintu kebaikan dari setiap kebaikan,yang akan membantu kalian untuk terus berjalan..
sholatlah....dan bacalah ayat-ayat Allah...serta beristighfar..
duduk bersimpuh di sertai dengan keyakinan hati...
ceritakanlah apa yang kalian rasakan...pintalah obat penawarnya...insyaAllah sahabatku akan merasa kan tentram dan di bukakan fikiran serta hatinya menjadi luas...dihilangkan kesedihannya,kegundahannya,dan diberikan gambaran serta fikiran penyemangat...
ya Allah ya tuhan kami...
sesungguhnya cobaan itu datang nya dari Engkau...
setiap pertemuan itu adalah rahasia Engkau...
aku yakin dan percaya ada yang ingin Engkau ajarkan kepada kami dari setiap masalah yang kami lalui..
ya Allah yang maha pengasih...
bantulah kami melewati setiap permasalahan dan cobaan yang ada pada diri kami...
bantulah kami untuk tetap berjalan meski hati terasa berat,dan langkah terasa sulit...
bukakanlah pintu-pintu maaf para Hambamu yang menyimpan kebencian...
berikanlah cahaya dihati para orang - orang yang hidup dalam kegelapan hati,,,
ya Allah yang maha mengetahui...
tak ada satu orangpun didunia ini yang dapat mengerti hati hambaMu selain Engkau...
tak ada yang benar-benar mengetahui setiap kebaikan atau keburukan hambaMu selain Engkau..
janganlah Engkau biarkan setiap orang saling berselisih hingga bercerai-berai....
tunjukkanlah kepada mereka orang - orang yang menutup hatinya,menutup pendengarannya...
bahwa kekuasaanMu lebih besar dari apa yang mereka tutupi...
ya Allah...
jauhkanlah kami dari penyakit hati,penyakit yang merusak segalanya...
lindungilah hati kami agar tak dikuasai syetan...
jagalah diri kami dari setiap apa yang melukai kami...
bukakanlah kelapangan dalam hati kami agar ikhlas dan berserah diri kepada Engkau...
luaskanlah pemikiran kami atas setiap apa yang Engkau berikan....
jadikanah kami orang - orang yang bersabar...
sesungguhkan tiada yang akan kekal abadi didunia ini....
Amiin.....
aku bukanlah orang yang pandai,bukan pula orang yang baik...
tapi aku inginkan kebaikan dalam setiap diri manusia...
aku inginkan persaudaraan dalam setiap pertemuan...
aku inginkan perpisahan yang baik yang akan selalu dikenang bukan selalu dibenci...
aku inginkan pintu-pintu maaf dari setiap kekhilafan diri ini...
aku tak inginkan prasangka buruk dari setiap kebaikan...
aku tak inginkan kebencian atau dendam menguasai hati ini...
aku tak inginkan setiap kata yang hanya sebelah mata...
aku tak inginkan sebuah perpecahan dari sebuah keluarga...
semoga mereka yang masih tertutup dibukakan pintu hatinya,diberikan berkah yang baik,semoga Allah mengabulkan...Amiin
salam tersayang untuk sahabat-sahabatku
Rabu, 15 Mei 2013
diaryku : Mencari apa yang tak aku ketahui
Aku tak tau baik atau jahat,aku tak mengerti bagaimana
mempertahankan,aku pun tak bisa mengendalikan semua emosi baik
senang,sedih,bahagia,berduka,sepi sendiri,dimana letak kesalahan diriku,bukan
aku tak perduli,bukan aku tak perlu,namun terkadang hati berdebat,aku takut
mempertahankan sesuatu yang belum tentu sesuatu itu inginkan aku,aku hanya tak
ingin membohongi diri atau orang yang lainnya,ku utarakan semua perasaanku apa
yang aku rasa yang ada dalam hati dan benakku,,aku tak berani meminta karena ku
takut,aku takut permintaanku tidak memandang siapa diriku ini,aku takut
permintaan ku terlalu besar,aku terlalu sering bimbang,hingga membuatku memilih
biarlah aku tak miliki asal apa yang ku inginkan menjadi lebih baik,dan biarkan
diri ini pun melupakan apa yang menjadi keinginanku,apa ini munafik?aku tak tau
munafik itu apa?yang ku tau adalah aku ingin bahagia dan melihat apa yang aku
milikipun bahagia dan melihat banyak kebahagiaan yang orang lain punya.
Ya Allah…lapangkanlah hati ini,bersihkanlah fikiran ini dari
penyakit hati,jangan engkau biarkan aku melukai diriku sendiri,jangan engkau
biarkan aku tak memiliki penopang dalam jalan setapakku,aku bahagia aku pun
bersedih disaat yang sama,tak ingin aku menyakiti orang lain dan tak ingin pula
aku mengambil apa yang tidak engkau berikan padaku,dalam malam kesunyian aku
selalu duduk menyendiri menceritakan apa yang aku rasa,kesedihan yang melanda
diriku ini,aku bahagia memiliki tempat untuk berbagi meski hanya beberapa menit
waktu yang ku ambil,tapi cukuplah menutupi kesedihan ini,,
Ya Allah,,,engkau banyak memberikan kebahagiaan kepada
ku,menolongku dalam setiap aku terjatuh bahkan sulit untuk bangkit,engkau
menutupi kesedihan terdalam dihatiku,engkau memberikan banyak kesempatan dalam
setiap angan ku,engkau menunjukkan apa yang baik dan apa yang buruk bagiku,aku
merasa engkau terlalu sayang padaku,,aku merasa engkau memberikan sesuatu yang
lain pada diriku ini,engkau membuka kejujuran hati setiap manusia yang aku anggap
baik dan menyayangi mereka,terlalu banyak orang yang membenciku,padahal aku tak
sedikitpun membenci mereka,setulus hati aku menyayangi mereka,setulus hati aku
mempercayai mereka,setulus hati aku inginkan mereka bahagia,namun kebahagiaan
mereka tidaklah adanya hadirku,dimana letak kesalahanku,padahal aku ini sama
dengan mereka,sama – sama diciptakan oleh Mu,sejujurnya aku tidak suka dengan
orang yang memandang rendah diriku karena harta,status social ku,keluargaku,apa
hanya karena itu semua aku tidak boleh ada didekat mereka?kenapa mereka tidak
melihat ku,kedalam mata ku,kedalam hatiku,adakah aku orang meninggi?adakah aku
orang yang membenci mereka?
Sesungguh nya aku lelah ya Allah…aku ingin kembali kepada
engkau,menyudahi perjalanan ini,tapi aku yakin engkau menyiapkan sesuatu yang
terbaik untukku,itulah yang membuatku tetap berjalan meski langkah demi langkah
terasa berat,meski aku berjalan sendirian,meski aku berjalan dengan kerapuhan
hati,meski aku tak pandai dalam ibadah,tak banyak ilmu tentang agama,tapi aku
meyakini adanya engkau sang penolong bagi hamba – hamba mu yang kehilangan arah,ya..
di dalam hatiku tersimpan rindu ingin selalu dekat dengan Mu…
Langganan:
Postingan (Atom)