Part 2
Masa remaja Sekolah Menengah Atas
Ini adalah masa yang teramat sulit untukku
5 tahun tanpa kutemui sulton,aku selalu mengajak ibu untuk berkunjung ke jawa
lagi, tapi jawaban ibu..kami tidak akan pernah datang ke jawa lagi,karena
memang ada masalah keluarga sehingga dya memutuskan untuk tetap di tangerang.
Aku membuang harapanku akan bertemu
sulton,memang aku memiliki pacar dan sudah beberapa kali pacaran,tapi apa
kalian tau bagaimana cara aku bersikap terhadap pacar – pacar ku dulu,aku tak
pernah memanggil dengan kata sayang,aku tidak pernah meluangkan waktu hari
liburku hanya untuk jalan – jalan ke bioskop,nongkrong di mall atau sekedar
makan,bahkan malam minggu pun aku tak pernah bersama mereka,sampai – sampai
kebanyakan dari mereka protes dan meminta putus karena aku sama saja tak
menganggap mereka pacarku,aku terima semua keputusan mereka dan aku tidak
merasa sedih sama sekali bahkan beberapa mantan pacarku mencari selingkuhan dan
aku mengetahui itu semua tapi aku tak merasa sakit hati,bahkan sebaliknya aku
malah menyuruh mereka untuk mencari perempuan lain.
Tapi ada dua mantan pacarku yang setia
terhadap sikap ku, aku hanya bertahan 1 bulan atau 1 minggu,paling lama sekitar
2 bulan saat aku berpacaran dengan hary,aku dikenalkan dari seorang sahabat
laki – laki yang mengambil jurusan STM ardi namanya,dan hary adalah kaka
kelasnya,awalnya smsan kemudian ketemuan dan kita jadian,sama seperti yang
lainnya gaya pacaranku tidak berubah hanya sebatas di handphone, tapi hary
memiliki inisiatif menunggu ku sepulang sekolah dan datang berkunjung ke rumah
ku,aku memang tidak tau bagaimana cara memperlakukan seorang pacar berbeda saat
aku dengan sulton yang memang seperti kisah yang romantic.
Hary mungkin sudah merasa jenuh dengan apa
yang kita jalani dya mulai berinisiatif memberikan ku coklat silverqueen
berukuran besar,dan saat siang waktu aku harus berangkat ke sekolah kulihat sms
dari hary
Hary :”kamu
udah masuk kelas belum?”
Indah :”belum,kenapa?jadi
ngasih coklat?”
Hary :”ya..aku
tunggu di depan bengkel STM ya..”
Indah :”oke
sip deh..”
Hary :”oya
sebagai gantinya aku ngasih coklat kamu ngasih apa ke aku?”
Indah :”mm…apa
ya…???kamu mau apa dari aku”
Hary :”aku
mau kiss boleh gak?”
Indah :”ya
udah ntar aku kasih mau berapa?”
Hary :”yakin???beneran??”
Indah :”iyya…”
Hary :”ya
udah aku udah nungguin kamu nih”
Indah :”ya
sebentar, aku harus ke warung dulu,tunggu ya..”
Aku berjalan menuruni anak tangga sekolah
dan berlari ke kantin sekolah ku beli permen kiss sebanyak 10,lumayan hemat
dibandingkan dengan harga silverqueen yang akan aku dapat,aku mengambil warna
merah dan warna kuning dan langsung ku hampiri hari yang sedang berdiri
menunggu ku
Hary :”lama
amat sih..”
Indah :”kan
dibilang ke warung dulu…mana coklatnya???”
Hary :”nih..”sambil
menyodorkan coklat ke tanganku
Hary :”oya
janji nya ngasih kiss mana??”
Indah :”oh
iaya aku lupa,,,kamu mau berapa???”
Haru :”mau
berapa?????maksudnya??”
Indah :”ya
udah nih aku kasih semua buat kamu” aku mengeluarkan banyak permen dari saku
baju ku,dan aku heran saat melihat wajahnya
Hary :”kamu
bodoh banget sih,kenapa kamu polos banget,ya uda deh,udah sana masuk”
Indah :”emang
aku salah ya?kan tadi kamu minta kiss ya aku kasih kiss itu ya permen ini
kan?kenapa aku dibilang bodoh sih,ya udah aku masuk kelas dulu”
Aku berjalan kembali ke kelas dengan
berfikir kenapa aku dibilang bodoh dan kenapa hary jadi marah ya,sesampainya
aku di kelas ternyata sahabat – sahabatku sudah menunggu,dan bertanya mana
coklatnya,akupun bercerita kepada mereka kejadian saat aku bertemu dengan
hary,mereka malah tertawa kencang dan mengatakan hal yang sama aku bodoh dan
lugu,akhinya ku Tanya dimana letak kebodohanku,dona yang saat itu memang sudah
dewasa
Dona :”iyalah
hary bilang lo bego,gak tau banget sih maksudnya???’
Indah :”emang
apa don?”
Dona :”kiss yang dimaksud hary itu adalah arti dalam bahasa Indonesia yaitu cium bukan permen kiss…oneng banget sih,emang lu gak pernah apa?”
Dona :”kiss yang dimaksud hary itu adalah arti dalam bahasa Indonesia yaitu cium bukan permen kiss…oneng banget sih,emang lu gak pernah apa?”
Indah :”mmm…gak
pernah indah kan pacaran gak pernah ketemu atau malam mingguan Cuma sebatas
telpon,oh iya juga sih kiss itu arti nya cium ya,emang bego ya ternyata aku
ini..”
Sepulang sekolah aku mengirim pesan ke hary
meminta maaf karena tidak tau dengan apa yang dya maksudkan
Indah :“hary
maafin aku ya..aku gak tau maksud kamu tadi,oya aku gak mau ah dicium
kamu,pokonya gak mau,klo kaya gitu kamu pacaran karena naafsu ya,apalagi kamu
harus minta ijin sulton dulu kalo mau cium aku boleh apa gak,aku udah pernah
cerita tentang dya ke kamu kan”
Hary :”ngapain
ijin sama sulton sekarangkan kamu pacar aku,masih aja mikirin dya”
Indah :”ya
udah kalo kamu kaya gitu kita putus”
Hary :”iyya
gak aku bahas lagi,tapi kamu lucu ya tadi dengan bangganya ngasih aku
permen,,,heheheh”
Indah :”ya
gpp..yang penting sama – sama kiss..(n_n)”
Hary :”aku
suka ko punya pacar kaya kamu yang polos gitu,nanti aku curi ah”
Indah :”hmm
pada bilang polos,emangnya aku segitu begonya apa,polos itu sama dengan bego”
Hary :”gak
gitu juga sayang,justru bagus kamu sampai sekarang belum terbawa zaman”
Indah :”oya
tadi kamu bilang mau mencuri,nyuri apa???”
Hari :”mmm…curi
kiss nya kamu”
Indah :”hary
masih aja dibahas,mau putus mau lanjut???”
Hary :”iyya
Cuma bercanda ko…J”
Aku akui memang banyak teman – teman di
sekolah ku yang menganggap aku polos,bahkan saat mereka membahas masalah
pergaulan anak remaja saat itu aku tidak diijinkan untuk mendengarnya karena
mereka bilang aku masih kecil,dan belum dewasa dan orang polos gak boleh
ikutan,aku penasaran dan kesal saat dibilang polos.
Saat Hari Raya ke 3 tanpa sulton,hary
datang berkunjung ke rumah disaat itu banyak bercerita tentang mantannya yang
berada di pesantren dan sudah 3 tahun tidak membalas suratnya,dya masih
menyimpan surat – surat pujaannya itu dan kutanya dimana sekarang dya tinggal,hary
hanya menjawab dya sudah putus kontak dan tak tau dimana sekarang,dya
menunjukan foto gadis kecil yang kulihat sangat cantik berkulit putih
mengenakan jilbab dan sedang bersandar di tembok rumah,mendengar cerita hary
aku kembali mengingat sulton,yang tak bisa ku kunjungi lagi.
Aku putus dengan hary karena aku tau dya
berselingkuh dengan teman ku,dya datang dan berlutut sambil menangis meminta
maaf dan berharap aku mau kembali dengannya,tapi aku tidak menerimanya karena
memang aku menjadikannya hanya sebatas teman dalam kesendirianku dan keirianku
terhada remaja – remaja lain yang memiliki pacar,dan aku mengingat gadis yang
diceritakan hary saat itu aku terus mengingat sulton,setiap malam aku
memikirkan sulton dan merindukan wajahnya,semua kenangan yang ku lalui teringat
kembali,dan menggenapkan hatiku untuk tidak menerima hary kembali,karena
perasaanku masih terikat pada sulton.
Kelas 3 Sekolah Menengah Atas
Inilah saat dimana aku beranjak menjadi
dewasa dan sudah dekat dengan kelulusan sekolah ku,ibuku bertanya tentang masa
setelah aku lulus
Ibu :”kamu
lulus mau kerja dimana?atau mau kuliah?”
Indah :”indah
pengen kuliah tapi pake biaya sendiri mau nya,jadi kerja dulu deh”
Ibu :”atau
kamu mau menikah,tetangga sebelah menunggu kamu lulus dan ingin melamar
kamu,apa kamu mau?”
Aku terdiam dan berfikir karena aku tidak
menyukai anak laki – laki yang ingin melamarku itu
Ibu :”kenapa
kamu gak menikah aja sambil bekerja,memangnya kamu menunggu siapa?anak
perempuan itu nunggu dilamar,orang tuanya sayang sama kamu kenapa gak kamu coba
dulu jalanin sama dya”
Memang benar orang tua nya sangat sayang
atau entah sedang menyogok keluarga ku setiap pagi ibunya selalu mengatarkan
sarapan sepiring penuh yang berisi nasi uduk,atau gorengan,dan terkadang ibunya
selalu ingat dengan ku jika ia memiliki makanan dan mengantarnya ke rumah.
Aku menggunakan kesempatan itu untuk
mengambil keuntungan agar bisa bertemu sulton
Indah :”aku
akan menerima lamaran itu tapi dengan syarat Hari Raya tahun ini kita
kejawa,dan kalau saat itu sulton sudah memiliki pasangan aku akan menikah
setelah lulus gimana?”
Ibu :”masih
inget aja sama si sulton,dya itu pasti sudah menikah usianya kan beda 4 tahun
dari kamu,dan orang kampung itu biasanya menikah cepat,kenapa masih
mengharapkan dya?”
Indah :”aku
gak akan ambil keputusan sebelum ketemu sulton,aku gak akan menikah sebelum
melihat sulton,ini untuk yang terakhirkalinya bu,boleh ya aku ketemu
sulton,tahun ini,aku janji kalau dya sudah punya pendamping aku pasti nurutin
ibu”
Ibu :”ya
udah tapi inget janji nya,si sulton pasti udah nikah”
Aku diam tapi tersenyum dalam hati bahwa
aku akan bertemu dengan sulton setelah lima tahun,bagaimana rupanya pertanyaan
yang sama apa dya masih mengingatku,tak sabar ku menunggu libur lebaran,tiba –
tiba aku tak bisa tidur mengingat aku akan datang ke jawa dan selalu terbayang
wajah sulton,ku sebut namanya entah berapa kali samapai aku tertidur karena
lelah,terus menyebut nama nya.
Saat menuju terminal aku merasa gugup,dan
ku rasakan hatiku berdebar kencang,aku menunggu bus arah ke pemalang,memang
banyak saat itu bus yang menuju kesana tapi ibuku hanya mau naik bus sinar jaya
katanya jauh lebih aman dibandingkan dengan bus yang lain,aku menunggu sangat
lama,bahkan lama sekali tak kulihat bus sinar jaya yang datang menuju ke
pemalang,karena sudah sore ibuku memutuskan untuk pulang dya membatalkan
perjalanan kami ke jawa,aku kecewa dan aku berdoa agar Allah mengirimkan bus
sinar jaya dan memudahkanku untuk sampai pada tempat tujuan,aku berjalan dengan
sangat pelan karena kekecewaan yang harus kuterima,namun ibuku berlari dengan
kencang aku terdiam kebingungan kenapa ibu ku berlari begitu cepat apa yang ia
kejar,kulihat bus berwarna abu – abu melintas dengan pelan dan ia menaiki bus
itu sambil melihat kebelakang dan berteriak menyuruhku bergegas sebelum bus itu
melaju ke jalan raya,akupun berlari kencang mengejar bus itu terlebih harus
berebut dengan penumpang yang lain,aku merasa heran kenapa bus yang satu ini
tidak berhenti di terminal dan menaikinya tanpa harus membeli tiket
terlebihdulu tidak seperti bus – bus yang pernah kutumpangi di kepulangan ku
yang sebelumnya dan hanya bus itu saja yang melintas diluar terminal,aku selalu
berfikir positive mungkin inilah yang Allah kirim untukku.
Sebelum aku menaiki kendaraan terakhir
untuk sampai ke tempat kelahiran ibuku,aku sempat ragu dan ingin kembali ke
pinggiran Jakarta tempat tinggalku,karena aku takut saat harus menerima bahwa
mungkin saja apa yang dikatakan ibuku itu benar,mungkin saja sulton sudah
menikah dan memiliki anak,apa yang harus ku katakan saat bertemu
dengannya,hatiku berkata “ya Allah jika memang engkau memberikan kemudahan
dalam perjalananku aku mohon kepada mu pertemukan aku dengan sulton,jika memang
dya sudah memiliki pendamping maka kuatkanlah aku saat bertemu dengannya dan
biarlah perasaan ini tetap tinggal disini tanpa harus kubawa kembali,dan jika
memang saat aku bertemu dengannya dalam keadaan dya masih sendiri maka
ijinkanlah aku untuk mewujudkan impianku selama ini,ijinkanlah aku untuk
menyampaikan perasaan ini,ijinkanlah aku untuk bisa berada disampingnya,Aamiin”
Aku melewati rumah sulton dan mba ana tapi
kali ini sangat sepi tak kulihat mba ana apalagi sulton,aku hanya melihat gadis
kecil yang sedang duduk dan berteriak saat melihatku dan berlari ke rumah
sulton sambil mengatakan “gussssss…indah balik” dalam bahasa jawa,yang akhirnya
ku sadari dia adalah adiknya,aku memilih untuk langsung tidur setelah kelelahan
dalam perjalanan,saudaraku yuli dengan cepatnya dya mengatakan bahwa orang yang
dulu aku sukai kini menjadi seorang pemuda yang tampan,banyak perempuan
dikampung yang menyukainya dan dya pernah datang kerumah saudaraku untuk
menanyakan alamatku dya ingin mencariku,karena dya selalu menungguku setiap
tahun tapi aku tak kunjung datang,yuli mengatakan bahwa sulton selalu setia
menungguku dan aku terkejut saat ku tau ayahnya sudah meninggal satu tahun yang
lalu,satu – satunya orang dikeluarga sulton yang menyetujui ku kini telah tiada
dan ternyata sulton masih sendiri,betapa senangnya hatiku mendengar cerita
saudaraku itu,yuli menyadarkan lamunanku dan meminjam ponselku,saat ku Tanya
untuk apa?dya menjawa ingin memfoto wajah sulton dan menunjukannya pada
ku,supaya aku melihat wajah orang yang ku sukai dulu,aku memberikannya karena
kau merasa penasaran seperti apa wajah nya sekarang,setelah mendengar cerita
yuli aku menunggunya tak lama dya sudah kembali dan menunjukan foto yang dya
dapat,hanya ada 2 foto,kulihat dan ku pandangi ekspresi nya terlihat
gugup,entah dya sedang berpose atau memang yuli yang tidak benar
memfotonya,tapi memang benar apa yang dikatakan yuli,wajahnya masih tetap manis
dan kulitnya lebih putih.
Aku duduk diatas batu yang berada di depan
rumahku,inginku menghampiri rumah mba ana,tapi aku bingung,aku hanya melihat
sekeliling berharap sulton keluar dan memandangi mushola tempat biasa dya duduk
disetiap sore,dan kalian tau?orang yang ku tunggu – tunggu akhirnya muncul dya
masuk ke mushola untuk adzan ashar sebelum dya membuka pintu dya melihat ke
arah rumah yuli dan melihat aku sedang duduk,dya tersenyum sangat manis,aku
hampir tak percaya yang kulihat tadi adalah sulton,kulihat penampilannya yang
tidak berubah,akupun langsung masuk ke dalam rumah dan mengganti baju serta ku
bawa mukena dan berlari menuju
mushola,hanya ada 4 orang di mushola itu 2 orang yang sudah menjadi
nenek,sulton dan aku,dya menjadi imam ku saat sholat ashar,setelah selesai
sholat aku tak mungkin menyapanya duluan,dan dya pun malu untuk menyapaku kami
hanya saling tersenyum dan keluar mushola tanpa sepatah kata,sesampainya aku
dirumah aku menyesal kenapa tadi aku tak menyapa nya,kenapa aku tak mengajaknya
bicara,dan malah berlari pulang,akhirnya aku kembali ke kemushola dan kulihat
ada adiknya yang sedang duduk,karena aku pikir sulton sudah pulang ke rumah aku
mengajak adiknya untuk mengobrol dank u dengar suara orang tua yang sedang
mengajar anak – anak mengaji,dan kutanya
Indah :”siapa
yang didalem,suaranya kaya bapa-bapa?”sambil melihat ke dalam tapi tetap saja
tak terlihat karena terhalang oleh bedug mushola
Jahro :”itu
mas sulton tau mba…”
Indah :”masa
sih..”aku penasaran dan berusaha melihatnya dari jendela,memang benar sulton
yang duduk diantara anak – anak,ternyata dya belum pulang dalam hatiku
Aku menggunakan waktu menungguku untuk
banyak mengobrol dengan adiknya sampai ku dengar ada suara laki – laki
dibelakangku
Sulton :”siapa
yang suaranya kaya bapa – bapa??”
Indah :”eh…ada
pak ustadz ya,udahan ngajarnya???”
Sulton :”udah…tadi
aku denger ada yang ngejek suaraku”
Indah :”heheheh…gak
tau kalo itu kamu,aku pikir udah pulang,eh ternyata..tapi emang bener suaranya
tua banget kaya bapa – bapa”
Sulton :”gimana
kabar kamu,sombong ya gak nyapa aku tadi..”
Indah :”Alhamdulillah
baik…bukannya gituuu…malu kaliiiiii…udah ah aku mau pulang dah sore”sebetulnya
itu hanya alasan saja karena takut dya mengetahui detak jantungku saat diajak
bicara
Dikamar aku terus memandang foto yang ada
di handphone ku,tiba – tiba yuli menghampiri dan menyuruhku keluar dya bilang
ada sulton di depan rumah ingin melihatku,saat aku keluar pintu kamar ternyata
dya sudah duduk di ruang tengah sambil mengobrol dengan saudara – saudarku dan
ku lihat ibuku juga ada disana,aku kembali masuk ke kamar dan hanya
mendengarkan mereka berbicara,sampai adzan maghrib.
Setelah sholat isya aku datang ke tempat
mba ana,tapi ternyata dya sudah tidak tinggal disana lagi,melainkan dya sudah
menikah dan tinggal bersama suaminya,aku sedih tak bisa bertemu dengan sahabat
baik ku itu,lama aku tak pulang ke jawa membuatku bingung saat bertamu ke rumah
mba ana,untungnya ada mba karomah kaka perempuan mba ana dya belum menikah,aku
duduk di ruang tengah sambil menonton tv bersama keluarga mba ana mereka
membiarkan lampunya mati dan hanya ada sinar dari tv saja,itulah yang membuatku
tak menyadari kehadiran sulton,rupanya dya tau aku datang ke rumah mba ana,atau
memang dya memperhatikanku dari dalam rumahnya,dan dya sudah datang sejak lama
dan sempat mendengar pembicaraan ku dengan ibunya maba ana,
Ibu mba ana :”kamu
dijakarta sudah punya pacar belum?”
Indah :”awalnya
punya,tapi sekarang udah enggak wa”
Ibu mba ana :”kirain
sudah nikah,gak inget pulang ke jawa,nengok bibi disini”
Indah :”belum
lah,kan masih sekolah,niatnya juga mau menikah tapi gak jadi,tapi sekarang ada
yang lagi nungguin disana mau melamar setelah lulus”
Ibu mba ana :”wah
enak dong yang udah mau dilamar,terus kamu mau?”
indah :”mmm,,,gimana ya,abis bingung sih wa,gak suka akunya”
indah :”mmm,,,gimana ya,abis bingung sih wa,gak suka akunya”
Karomah :”bukannya
bingung bilang aja masih nunggu sulton iya kan???”
Indah :”iih
mba ikutan aja deh,kata siapa gak ko,ntar orangnya GR tau mba kl denger”
Karomah :”tapi
benerkan omongan ku barusan, sultonnya juga masih cinta sama kamu ko”
Indah :”gimana
yaaaaaaaaa……”
Tiba – tiba ada yang menyela pembicaraanku
Sulton :”dari
tadi ngomongin aku terus,,,”
Indah :”hehe…dari
kapan disitu mas?”
Sulton :”lumayan
dengerin omongan kalian yang katanya ada yang mau merit tapi gak jadi,dan ada
yang mau dilamar..”
Indah :”ooohh
lama juga ya….emang kenapa suka – suka dong”
Karomah :”udah
anter aku tempat temenku yuk sambil jalan – jalan”
Indah :”jauh
gak mba?”
Karomah :”gak
ko,kamu mau ikut ton yuk biar ada cowonya,masa perempuan aja sih malem – malem
gini “
Sulton :”yo
wiss”
Kami berjalan bertiga mengantar mba karomah
dan sulton berjalan disampingku awalnya kami hanya diam tapi sulton memulai
pembicaraan
Sulton :”kamu
tau gak ndah bahasa jawanya aku mau sama kamu”
Indah :”mmm,,apa
ya,,,aku karep koe bukan?”
Mba karomah dan sulton tersenyum
Sulton :”kasar
banget bahasanya,kamu salah yang bener aku tresno karo sampean”
Indah :”oh
maaf,aku kan gak bisa bahasa jawa..”
Karomah :”sulton
itu lagi menyatakan cintanya sama kamu,alesan aja tuh dya ngerjain kamu begitu”
Serentak aku dan sulton jadi terdiam,dan
kembali sunyi tanpa suara,setelah mengantar mba karomah aku pun langsung pulang
karena takut ibu mencariku
Hari ini adalah hari sabtu,tentu saja hari
ini ada pasar di sirongge nama kampung sebelah, pagi – pagi aku langsung ke
tempat mba karomah dan mengajaknya untuk ke pasar,aku sangat bersemangat karena
selain buka pada hari rabu dan sabtu, di sana banyak sekali orang hampir tak
ada lahan untuk berdiam diri di tengah jalan pasar,dan berbagai makanan yang
tak pernah ku lihat di Jakarta,serta aneka pernak – pernik yang selalu mengalihkan
pandangan ku.
Karomah :”jadi
ke pasar?”
Indah :”iyya,kan
indah Cuma seminggu di sini mba,sayang kalo harus ngelewatin pasar,lagian indah
masa kesini gak kemana – mana sih”
Karomah :”ya
udah tunggu ya,aku ganti baju,sekalian nunggu sulton”
Indah :”emang
dya mau ikut?”
Karomah :”ya
iyalah,cape tau jalan ke pasar,jauh..ya udah tunggu dulu ya disini”
Aku menunggu di depan mushola dan duduk
disana
Sulton :”karomah
mana?katanya mau ke pasar?”
Indah :”lagi
ganti baju”
Sulton :”oh..oya
kamu gak pernah berubah ya dari dulu…”
Indah :”maksudnya
gimana?”
Sulton :”iya,penampilan
kamu selalu seperti dulu gak terbawa zaman,kamu unik gak seperti perempuan yang
lain”
Indah :”masa
sih,emang kalo yang lain gimana?
Sulton :”mereka
kan juga merantau ke Jakarta,kerja disana sama seperti kamu yang sama – sama
tinggal di Jakarta yang beda itu mereka yang dari kampung awal nya tertutup
waktu pulang lagi ke kampung sudah seperti orang – orang disana,coba liat anak
– anak perempuan yang lagi jalan itu”
Aku melihat ke arah yang dimaksud
Indah :”emangnya
kenapa dengan mereka,namanya juga anak remaja kena sindrom pergaulan”
sulton :”nah itu tidak seperti kamu,yang selalu menjaga penampilan,padahal kamu lebih lama tinggal di Jakarta malah sudah jadi orang Jakarta tapi kamu justru berpenampilan seperti orang yang di kampung,mereka pulang dari Jakarta sudah berani pakai tank top sekarang,baju yang melekat dibadan,dan rok yang mereka pakai sudah tak sepanjang dulu hampir diatas lutut,sudah banyak yang terbawa gaya Jakarta”
sulton :”nah itu tidak seperti kamu,yang selalu menjaga penampilan,padahal kamu lebih lama tinggal di Jakarta malah sudah jadi orang Jakarta tapi kamu justru berpenampilan seperti orang yang di kampung,mereka pulang dari Jakarta sudah berani pakai tank top sekarang,baju yang melekat dibadan,dan rok yang mereka pakai sudah tak sepanjang dulu hampir diatas lutut,sudah banyak yang terbawa gaya Jakarta”
Indah :”terus
menurut kamu aku gimana,kampungan gitu?”
Sulton :”gak,justru
aku suka dengan penampilan kamu,terlihat cantik dan aku lebih suka kamu seperti
ini,jadi jangan pernah meniru mereka”
Indah :”iyalah
siapa juga yang mau ngikutin,risih kalo aku pakai baju seperti mereka pasti
anak laki – laki pada ngeliatin aku,kan malu”
Karomah :”ngobrolin
apa sih,kaya nya gak jadi ke pasar nih”
Indah :”jadi
dong siapa bilang gak jadi”
Sulton :”ya
udah aku ambil motor dulu”
aku pikir aku hanya akan naik motor berdua
dengan nya tapi aku salah
indah :”motor
nya Cuma satu?terus aku gimana?”
karomah :”ditigain
lah,,”
sulton :”kenapa?takut
gak muat?”
indah :”bukan
gitu,gak enak tau naik motor bertiga,satu – satu dulu deh”
karomah :”kelamaan
neng,udah naik aja,apa mau gak jadi ke pasarnya”
aku pun menuruti kata – kata mba karomah
satu motor bertiga,setelah sampai dipasar mba karomah meninggalkan aku dan
sulton,kami berjalan – jalan mengelilingi pasar dan dia melihat penjual baju
dan beberapa topi,dia menanyakan padaku topi mana yang menurut ku bagus,aku
memilih satu topi berwarna putih dengan garis kotak,aku pikir dia akan membeli
untuk dirinya sendiri,tapi dia mencari satu topi yang sama persis dengan yang
ku pilih dan memberikannya padaku.
Waktuku hanya 5 hari untuk berlibur
dijawa,setelah aku ke pasar esoknya aku berkunjung ke rumah paman nya (Wa Suha)
karena dia menawariku buah jambu air yang ada dibelakang rumahnya,aku datang
dengan sulton awalnya aku hanya ingin meminta beberapa saja tak ku sadari
ternyata sudah penuh bahkan hampir tak muat satu plastic berukuran besar,aku
hanya memakan 2 buah saja sisanya kuberikan kepada saudara ku.
Kini liburanku hanya tinggal 2 hari lagi
dan hari ke empat sulton mengajakku untuk pergi ke beberapa tempat,kami
berangkat sekitar jam 10 pagi,dan sebelum berangkat aku memberanikan diri untuk
datang ke rumah sulton
“Assalamualaikum….”
“waalaikum salam,masuk…”sambil menggandeng
tangan ku menuju dapur,dan disana ku lihat ibunya yang sedang memotong sayur…
“kamu tunngu sini ya,aku siap – siap dulu”
Entah mungkin dia sengaja agar aku lebih
dekat dengan ibunya karena sejak kecil aku memang takut untuk bertemu ibunya…
“kamu betah ya tinggal di Jakarta” Tanya ibunya
“kamu betah ya tinggal di Jakarta” Tanya ibunya
“gak terlalu juga sih, malah enakan di
kampung kl menurut aku..”
“ibu kamu kerja disana?”
“iyya, kerja di perumah jadi pembantu rumah
tangga”
“tapi gajinya pasti besar,ada 1 juta?”
“Alhamdulillah kalo memang sampai
segitu,”tanpa menjawab pasti berapa gaji ibuku..
“di Jakarta pasti sudah punya rumah ya,kan lama tinggal disana”
“insyaAllah kalo memang ada rezeki,tapi saat ini belum punya masih mengontrak disana” aku menjawab dengan rasa gemetar ditubuhku dan jantung yang berdetak dengan cepatnya,karena aku takut ada kata2 ku yang salah,tapi aku hanya ingin tampil apa adanya tanpa menutupi kekurangan ku dan keluargaku.
“ya udah yuk berangkat,aku udah dapet helm nya nih,pinjem punya mba dewi”
“ya udah bu aku pamit mau jalan sama mas sulton,”sambil mencium tangan ibunya aku pun keluar..
“pulang nya jangan malam-malam”sahut ibunya
dalam perjalanan kami banyak bercerita tentang kehidupan kami sebelum bertemu seperti saat ini,dari mulai menceritakan beberapa mantan kekasihnya,tentang kenakalannya saat di pesantren,saat dia lulus SMA dan datang ke Jakarta serta mencari tempat tinggalku,aku merasa senang bahwa ternyata dia memang mempunyai perasaan yang sama denganku,aku berkunjung ke tempat dimana dulu saat dia masih mencari ilmu di pondok pesantrennya,tempat yang ia tinggali selama 7 tahun,tempat dimana ia belajar banyak tentang agama,jauh dari sebuah keramaian suara bising kendaraan yang melintas,tempat yang dikelilingi pepohonan yang rindang,serta rumah yang memiliki jarak antara yang satu dengan yang lainnya,suasana yang hening membuat hatiku terasa tentram dan damai,kesejukan anginnya yang berhembus menyapa ku,dia mengenalkanku kepada guru-guru mengajinya,sahabatnya serta anak pemilik pesantren yang sangat menyukai sulton,anak yang belum duduk dibangku sekolah dia begitu akrab dengan sulton dan membuatku cemburu kepada anak kecil itu,aku tersenyum karena dia mirip dengan ku yang sangat menyukai sulton,aku merasa tak ingin pulang dan ingin tetap disana,tapi tempat tujuan kami adalah mengunjungi salah satu tempat pariwisata di jawa,karena kami merencanakan akan ke gua lawa,ada rumor yang mengatakan apabila yang berkunjung adalah sepasang kekasih maka setelah mengunjungi tempat itu tak lama mereka akan berpisah,aku memang sedikit percaya dengan rumor itu tapi aku pikir aku bukan kekasihnya jadi bagaimana kami akan berpisah.
lelah sudah kaki ku berkeliling gua,aku duduk disebuah pos dan memandang ke depan,pemandangan yang indah kulihat gunung yang seakan mengelilingi ku dan rumah-rumah yang berada dibawahnya,jauh mata ku memandang,kurasakan angin yang menyejukan tubuhku,selintas aku berfikir,setelah esok aku kembali dan meninggalkan jawa bagaimana dengan aku dan sulton,sudah kutemui dia dan ku ketahui isi hatinya ,namun setelah ini kita akan berada dalam jarak yang jauh.
Hari dimana aku harus kembali akhirnya telah datang,sedih karena ku tak tau entah kapan aku akan kembali lagi,aku berpamitan dengan keluarga mba ana,aku menunggu kedatangan sulton karena tak mungkin aku datang ke rumahnya setelah hati ku dibuat tak karuan oleh ibunya,,,
“kerumah sulton yuk…”
“ngapain mba?”
“di Jakarta pasti sudah punya rumah ya,kan lama tinggal disana”
“insyaAllah kalo memang ada rezeki,tapi saat ini belum punya masih mengontrak disana” aku menjawab dengan rasa gemetar ditubuhku dan jantung yang berdetak dengan cepatnya,karena aku takut ada kata2 ku yang salah,tapi aku hanya ingin tampil apa adanya tanpa menutupi kekurangan ku dan keluargaku.
“ya udah yuk berangkat,aku udah dapet helm nya nih,pinjem punya mba dewi”
“ya udah bu aku pamit mau jalan sama mas sulton,”sambil mencium tangan ibunya aku pun keluar..
“pulang nya jangan malam-malam”sahut ibunya
dalam perjalanan kami banyak bercerita tentang kehidupan kami sebelum bertemu seperti saat ini,dari mulai menceritakan beberapa mantan kekasihnya,tentang kenakalannya saat di pesantren,saat dia lulus SMA dan datang ke Jakarta serta mencari tempat tinggalku,aku merasa senang bahwa ternyata dia memang mempunyai perasaan yang sama denganku,aku berkunjung ke tempat dimana dulu saat dia masih mencari ilmu di pondok pesantrennya,tempat yang ia tinggali selama 7 tahun,tempat dimana ia belajar banyak tentang agama,jauh dari sebuah keramaian suara bising kendaraan yang melintas,tempat yang dikelilingi pepohonan yang rindang,serta rumah yang memiliki jarak antara yang satu dengan yang lainnya,suasana yang hening membuat hatiku terasa tentram dan damai,kesejukan anginnya yang berhembus menyapa ku,dia mengenalkanku kepada guru-guru mengajinya,sahabatnya serta anak pemilik pesantren yang sangat menyukai sulton,anak yang belum duduk dibangku sekolah dia begitu akrab dengan sulton dan membuatku cemburu kepada anak kecil itu,aku tersenyum karena dia mirip dengan ku yang sangat menyukai sulton,aku merasa tak ingin pulang dan ingin tetap disana,tapi tempat tujuan kami adalah mengunjungi salah satu tempat pariwisata di jawa,karena kami merencanakan akan ke gua lawa,ada rumor yang mengatakan apabila yang berkunjung adalah sepasang kekasih maka setelah mengunjungi tempat itu tak lama mereka akan berpisah,aku memang sedikit percaya dengan rumor itu tapi aku pikir aku bukan kekasihnya jadi bagaimana kami akan berpisah.
lelah sudah kaki ku berkeliling gua,aku duduk disebuah pos dan memandang ke depan,pemandangan yang indah kulihat gunung yang seakan mengelilingi ku dan rumah-rumah yang berada dibawahnya,jauh mata ku memandang,kurasakan angin yang menyejukan tubuhku,selintas aku berfikir,setelah esok aku kembali dan meninggalkan jawa bagaimana dengan aku dan sulton,sudah kutemui dia dan ku ketahui isi hatinya ,namun setelah ini kita akan berada dalam jarak yang jauh.
Hari dimana aku harus kembali akhirnya telah datang,sedih karena ku tak tau entah kapan aku akan kembali lagi,aku berpamitan dengan keluarga mba ana,aku menunggu kedatangan sulton karena tak mungkin aku datang ke rumahnya setelah hati ku dibuat tak karuan oleh ibunya,,,
“kerumah sulton yuk…”
“ngapain mba?”
“katanya dia mau ngomong sesuatu sama
kamu,udah ikut aja kan ada mba..”sambil menarik tangan ku
“Assalamualaikum gus…ni indah katanya mau pamit pulang?”
“masuk…tunggu disini yah aku mau ambil buku dulu”ku lihat sulton yang masuk ke dalam kamarnya dan keluar dengan membawa sebuah buku dan menunjukannya kepadaku,dan saat ku lihat tulisan dibuku itu,,betapa lucunya dia sampai-sampai aku berfikir apa dia bodoh membuat sebuah tulisan yang tak pernah terfikirkan olehku,membuat diriku menganggap dia seperti orang yang baru mengenal cinta,dibuku itu dia tuliskan nama mba karomah,sulton dan aku untuk ditandatangani,itu seperti sebuah perjanjian cinta menurutku,dan isi dari pesan itu adalah mengharuskanku untuk tidak mencintai yang lain selain dirinya dan menyuruhku untuk berjanji menjaga cinta kita,dan dia jadikan mba karomah sebagai saksi atas apa yang ia tulis dan aku persetujui,jelas aku menolak menandatanganinya,aku bukan anak sekolah dasar dan tak perlu aku lakukan semua itu karena perasaan ku memang sudah menjadi miliknya,tak perlu ia ragukan diriku karena aku sudah mengetahui isi hatinya yang akan aku pertahankan dan akan aku usahakan untuk menumuinya kembali seperti pertemuan kita yang telah terlewati.
dia mengantarku ke terminal dan kami bertukar no telephone,kami seperti tak ingin menyia-nyiakan pertemuan ini,meski kami akan berada berjauhan entah sampai kapan tapi aku ingin selalu mengetahui kabar tentang dirinya,dan tak ingin k uterus menunggu untuk datang menghampirinya,pastilah suatu saat kita akan kembali bertemu,atau justru dia yang akan datang mencariku dan menghampiriku.
didalam bus aku berfikir setelah kepulangan ku maka aku memilih untuk tidak menerima lamaran tetanggaku,karena sudah kudapatkan penantian yang selama ini ku pertahankan,aku kembali dengan hati yang teramat gembira kepulangan ku kali ini membuat hatiku tak menanti melainkan mengubah nya menjadi sebuah pertahanan,ya…bagaimana aku harus mempertahankan apa yang aku tunggu selama ini,aku merasa ingin cepat lulus SMA dan menikah dengan nya,hidup dengan cinta yang ku jaga selama bertahun –tahun.
“Assalamualaikum gus…ni indah katanya mau pamit pulang?”
“masuk…tunggu disini yah aku mau ambil buku dulu”ku lihat sulton yang masuk ke dalam kamarnya dan keluar dengan membawa sebuah buku dan menunjukannya kepadaku,dan saat ku lihat tulisan dibuku itu,,betapa lucunya dia sampai-sampai aku berfikir apa dia bodoh membuat sebuah tulisan yang tak pernah terfikirkan olehku,membuat diriku menganggap dia seperti orang yang baru mengenal cinta,dibuku itu dia tuliskan nama mba karomah,sulton dan aku untuk ditandatangani,itu seperti sebuah perjanjian cinta menurutku,dan isi dari pesan itu adalah mengharuskanku untuk tidak mencintai yang lain selain dirinya dan menyuruhku untuk berjanji menjaga cinta kita,dan dia jadikan mba karomah sebagai saksi atas apa yang ia tulis dan aku persetujui,jelas aku menolak menandatanganinya,aku bukan anak sekolah dasar dan tak perlu aku lakukan semua itu karena perasaan ku memang sudah menjadi miliknya,tak perlu ia ragukan diriku karena aku sudah mengetahui isi hatinya yang akan aku pertahankan dan akan aku usahakan untuk menumuinya kembali seperti pertemuan kita yang telah terlewati.
dia mengantarku ke terminal dan kami bertukar no telephone,kami seperti tak ingin menyia-nyiakan pertemuan ini,meski kami akan berada berjauhan entah sampai kapan tapi aku ingin selalu mengetahui kabar tentang dirinya,dan tak ingin k uterus menunggu untuk datang menghampirinya,pastilah suatu saat kita akan kembali bertemu,atau justru dia yang akan datang mencariku dan menghampiriku.
didalam bus aku berfikir setelah kepulangan ku maka aku memilih untuk tidak menerima lamaran tetanggaku,karena sudah kudapatkan penantian yang selama ini ku pertahankan,aku kembali dengan hati yang teramat gembira kepulangan ku kali ini membuat hatiku tak menanti melainkan mengubah nya menjadi sebuah pertahanan,ya…bagaimana aku harus mempertahankan apa yang aku tunggu selama ini,aku merasa ingin cepat lulus SMA dan menikah dengan nya,hidup dengan cinta yang ku jaga selama bertahun –tahun.
KEMBALI
Aku menceritakan hari – hariku di jawa
dengan perasaan gembira yang tak bisa ku bendung,dan sejak kepulanganku aku dan
sulton sering berkomunikasi,bayangkan saja kami hanya menutup telpon saat tidur
dan saat aku berada di sekolah,setiap hari dia menelpon ku,terkadang jika dia
tak punya banyak pulsa kami hanya mengirim pesan,kami menjalin hubungan jarak
jauh selama beberapa bulan dan hanya mengadalkan telephone,kami saling percaya
dan tak ada keraguan.
Suatu hari sulton menelpon ku dan
mengatakan dia akan datang ke Jakarta,karena dia akan mencari pekerjaan namun
tempat yang dia datangi adalah rumah kaka nya yang berada dibogor,setidaknya
jarak antara kami tidak terlalu jauh.
HARI ULANG TAHUNNYA
Sejak lama aku sudah merencanakan apa yang
ingin aku berikan untuknya di hari ulang tahunnya,aku sharing dengan beberapa
temanku menanyakan apa yang paling istimewa yang bisa aku lakukan,karena sedari
dulu aku ingin member kejutan kepada orang yang ku cinta disaat ulang
tahunnya,dan aku putuskan untuk mendatanginya ke bogor dan memesan kue dari
uang jajan yang ku kumpulkan selama satu bulan,sebelum aku datang ke bogor aku
sudah menanyakan kepada kakanya alamat dan kendaraan apa yang harus aku
tumpangi,aku berfikir apa aku seberani itu?namun aku percaya karena aku ingin
dia mengingat hari istimewa yang aku berikan,pagi – pagi aku ijin dari sekolah
dan berangkat ke bogor,dan aku berbohong pada ibuku ingin merayakan ulang tahun
teman ku,dan tidak mengatakan aku akan ke bogor.
Aku menaiki bus koantas bima menuju kp Rambutan,aku tak kebagian tempat duduk dan harus berdiri serta menjaga kue yang ku bawa agar tak rusak,salah satu penumpang menawarkan diri untuk memegangi kotak kue ku,setelah sampai di kp rambutan aku melanjutkan naik bus menuju citeureup,dan duduk di kursi paling depan,aku ditanya oleh supirnya dan memujiku yang berani datang ke tempat yang belum pernah kudatangi demi sebuah kue yang akan ku berikan pada orang yang kucinta,lumayan jauh perjalananku ,aku berhenti setelah melewati tol citeureup dan di beritahu oleh sang supir untuk menunggu angkot menuju muara.
Aku menaiki bus koantas bima menuju kp Rambutan,aku tak kebagian tempat duduk dan harus berdiri serta menjaga kue yang ku bawa agar tak rusak,salah satu penumpang menawarkan diri untuk memegangi kotak kue ku,setelah sampai di kp rambutan aku melanjutkan naik bus menuju citeureup,dan duduk di kursi paling depan,aku ditanya oleh supirnya dan memujiku yang berani datang ke tempat yang belum pernah kudatangi demi sebuah kue yang akan ku berikan pada orang yang kucinta,lumayan jauh perjalananku ,aku berhenti setelah melewati tol citeureup dan di beritahu oleh sang supir untuk menunggu angkot menuju muara.
Namun tak kulihat mobil yang bertuliskan
muara,aku duduk dibelakang truk pasir besar disebuah warung kecil,dan menagis
karena tak tau aku ada dimana,aku menelpon sulton dan dia tak percaya bahwa aku
sudah berada di citeureup.
“Assalamualaikum yah,,,aku nyasar gak tau ini??sambil menangis dan banyak orang melihatku
“Assalamualaikum yah,,,aku nyasar gak tau ini??sambil menangis dan banyak orang melihatku
“diciteureup mih?kamu jangan bohong?mana
mungkin kamu bisa sampe kesana?”
“serius..aku sendirian kamu kesini jemput
aku”
“posisi kamu dimana,kamu liat dealer motor
gak?liat kesamping ada indomart gak?”
“iyya aku liat,kenapa?”
“bearti kamu ada ditempat kerja aku ya?ko
bisa sampe kesana?ya udah tunggu aku kesana”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar