THE END
AWAL
KELULUSANKU
Aku sudah lulus dari SMA,dan tak lama dari
kelulusanku ibuku pergi ke Kalimantan ke rumah kakanya untuk mencari kerja
disana,gaji yang ditawarkanpun memang lebih besar dari pada ditempat
kemarin,aku belum mendapatkan pekerjaan sudah 2 bulan kelulusanku tak ada
panggilan dari banyaknya surat lamaran yang ku kirim ke beberapa tempat,aku
hanya mengurus rumah dan adik terkecilku,aku merasa bosan dengan keseharianku
dan akupun mulai bertanya kepada sulton apakah ada lowongan pekerjaan untukku
meski jauh tapi aku tak ingin menjadi seorang pengangguran,aku bertekad mencari
pekerjaan tak perduli sejauh apapaun asalkan ku dapat pekerjaan dan membuat
ibuku kembali pulang ke rumah,aku mendapatkan informasi lowongan di sebuah
pabrik sepatu yang ku dapat dari sulton,aku membuat surat lamaran dan datang ke
bogor,namun surat lamaran ku ditolak karena bulan lahirku berbeda,aku lahir
pada bulan juni sedangkan bulan yang tertera di KTP adalah agustus karena
mereka hanya akan menerima lamaran dari orang yang sudah berumur 18 tahun,aku
pulang dengan rasa sedih namun sesampainya aku dirumah aku meminta ayahku untuk
mengganti KTP dengan yang baru,hanya
butuh waktu sekitar 3 hari.
Dan akupun melanjutkan mencari pekerjaan
disekitar bogor,kali ini aku mencoba melamar di pabrik benang,surat lamaranku
tak ditolak,aku menginap semalam di rumah mba neneng karena seharian ini aku
lelah bolak balik ke kantor DEPNAKER,tempat yang cukup jauh dari pabrik yang ku
lamar.
“ndah tolong kerokin leher aku dong, masuk angin nih kaya nya”sambil memberikan minyak kayu putih dan uang logam,aku memang tidak pernah melakukan seperti ini sebelumnya..
“yang kuat dong ndah,kapan merahnya kalo kaya gitu”protes mba neneng,aku sudah mengeluarkan semua tenaga ku sampai terasa sakit tangan ku menahan,tiba tiba suara handphone mba neneng berbunyi dan dia mengangkatnya entah telpon dari siapa karena aku sedang mengerok mba neneng aku berada di belakang dan bukan salahku bila aku mendengar obrolan mereka…
“iyya nih lagi di krokin si indah,kamu lagi dimana?gak main”
“gak ah kan ada indah gak enak,emang mas sulton masih sama dia ya mba?”
saat kudengar suara perempuan dan menanyakan sulton itu pastilah mba atun mantan sulton sebelumnya,aku tak berkomentar dan hanya mendengarkan mereka yang seperti menganggap aku orang bodoh yang tak memiliki perasaan..
“ah dia mah siapa sih,gak da yang setuju sama dia,orang setujunya sama kamu ko,sulton tuh cocok nya sama kamu,dia itu masih kekanak kanakan gak seperti kamu tun,jadi kamu gak usah khawatir sama dia,semua keluarga dikampung juga setuju nya sama kamu”
“ndah tolong kerokin leher aku dong, masuk angin nih kaya nya”sambil memberikan minyak kayu putih dan uang logam,aku memang tidak pernah melakukan seperti ini sebelumnya..
“yang kuat dong ndah,kapan merahnya kalo kaya gitu”protes mba neneng,aku sudah mengeluarkan semua tenaga ku sampai terasa sakit tangan ku menahan,tiba tiba suara handphone mba neneng berbunyi dan dia mengangkatnya entah telpon dari siapa karena aku sedang mengerok mba neneng aku berada di belakang dan bukan salahku bila aku mendengar obrolan mereka…
“iyya nih lagi di krokin si indah,kamu lagi dimana?gak main”
“gak ah kan ada indah gak enak,emang mas sulton masih sama dia ya mba?”
saat kudengar suara perempuan dan menanyakan sulton itu pastilah mba atun mantan sulton sebelumnya,aku tak berkomentar dan hanya mendengarkan mereka yang seperti menganggap aku orang bodoh yang tak memiliki perasaan..
“ah dia mah siapa sih,gak da yang setuju sama dia,orang setujunya sama kamu ko,sulton tuh cocok nya sama kamu,dia itu masih kekanak kanakan gak seperti kamu tun,jadi kamu gak usah khawatir sama dia,semua keluarga dikampung juga setuju nya sama kamu”
“ya udah deh mba makasih ya”
bayangkan mba neneng berbicara seperti itu disaat aku berada dibelakangnya dia seperti orang yang tak punya nurani sebagai seorang wanita,padahal dulu ia pun merasakan hal yang sama sepertiku pernikahannya tak direstui dan dia tak dianggap menantu dari keluarga sang suami,lantas sekarang apa yang ia katakan tak bisakah ia merasakan perihnya hati ini saat memberikan harapan yang begitu besar kepada seseorang yang hingga kini masih mencintai sulton,atau mungkin buka cinta melainkan nafsu ingin memiliki,mereka mengharapkan pecahnya hubunganku dengan sulton selama ini dan tak pernah menganggap ku sebagi orang yang ada di sisi sulton,ternyata mereka hanya bersikap baik dihadapan sulton dan bahkan sudah tak punya nurani dengan sengaja melukai hati ini,aku menahan tangis dan tubuhku serasa bergetar menerima semua kenyataan ini,pagi2 sekali aku memutuskan untuk kembali pulang dan mengurungkan niatku bekerja di sana karena betapa hancurnya hatiku keluarga yang selama ini ku anggap baik,ternyata mereka menikamku dan berencana menyatukan kembali mba atun dengan sulton,aku tak berpamitan dengan sulton,setelah ku naiki bus arah kp rambutan,kuterima sms dari sulton yang menanyakan keberadaan ku sekarang,dan mengapa tiba2 aku memutuskan untuk tidak kembali ke bogor,aku membalas smsnya dan bercerita atas apa yang aku dengar semalam jadi bagaimana mungkin aku kembali,sedangkan ku tau mba atun memang sering datang mencari sulton dan menjadikan mba neneng sebagai jembatan agar terjalin kembali ikatan kasih yang telah lama terputus karena kebodohan mba atun yang menerima lelaki lain dan mengkhianati sulton,mba atunlah yang meminta putus terlebih dahulu karena ada pria yang datang untuk melamarnya,namun pernikahan itu tak pernah terjadi dan malah mengharapkan kembali cinta yang ia rusak sendiri,betapa tak berperasaannya wanita itu yang sering datang mengunjungi sulton dan tak mengerti perasaanku,betapa jahatnya dia menggunakan keluarga sulton sebagai keuntungannya,,ya aku tau mba atun memanglah orang yang lebih kaya dariku dan dia adalah putri dari seorang kyai yang dikenal dibongas bagaimana keluarganya akan menolak dibandingkan aku yang tak memiliki apapun untuk dibanggakan,anak dari seorang buruh dan tak memiliki tempat tinggal yang tetap apalagi status social untuk di hormati orang lain,pastilah keluarganya memilih mba atun karena mereka akan lebih dihormati dan jauh lebih menjanjikan keluarga mereka.
bayangkan mba neneng berbicara seperti itu disaat aku berada dibelakangnya dia seperti orang yang tak punya nurani sebagai seorang wanita,padahal dulu ia pun merasakan hal yang sama sepertiku pernikahannya tak direstui dan dia tak dianggap menantu dari keluarga sang suami,lantas sekarang apa yang ia katakan tak bisakah ia merasakan perihnya hati ini saat memberikan harapan yang begitu besar kepada seseorang yang hingga kini masih mencintai sulton,atau mungkin buka cinta melainkan nafsu ingin memiliki,mereka mengharapkan pecahnya hubunganku dengan sulton selama ini dan tak pernah menganggap ku sebagi orang yang ada di sisi sulton,ternyata mereka hanya bersikap baik dihadapan sulton dan bahkan sudah tak punya nurani dengan sengaja melukai hati ini,aku menahan tangis dan tubuhku serasa bergetar menerima semua kenyataan ini,pagi2 sekali aku memutuskan untuk kembali pulang dan mengurungkan niatku bekerja di sana karena betapa hancurnya hatiku keluarga yang selama ini ku anggap baik,ternyata mereka menikamku dan berencana menyatukan kembali mba atun dengan sulton,aku tak berpamitan dengan sulton,setelah ku naiki bus arah kp rambutan,kuterima sms dari sulton yang menanyakan keberadaan ku sekarang,dan mengapa tiba2 aku memutuskan untuk tidak kembali ke bogor,aku membalas smsnya dan bercerita atas apa yang aku dengar semalam jadi bagaimana mungkin aku kembali,sedangkan ku tau mba atun memang sering datang mencari sulton dan menjadikan mba neneng sebagai jembatan agar terjalin kembali ikatan kasih yang telah lama terputus karena kebodohan mba atun yang menerima lelaki lain dan mengkhianati sulton,mba atunlah yang meminta putus terlebih dahulu karena ada pria yang datang untuk melamarnya,namun pernikahan itu tak pernah terjadi dan malah mengharapkan kembali cinta yang ia rusak sendiri,betapa tak berperasaannya wanita itu yang sering datang mengunjungi sulton dan tak mengerti perasaanku,betapa jahatnya dia menggunakan keluarga sulton sebagai keuntungannya,,ya aku tau mba atun memanglah orang yang lebih kaya dariku dan dia adalah putri dari seorang kyai yang dikenal dibongas bagaimana keluarganya akan menolak dibandingkan aku yang tak memiliki apapun untuk dibanggakan,anak dari seorang buruh dan tak memiliki tempat tinggal yang tetap apalagi status social untuk di hormati orang lain,pastilah keluarganya memilih mba atun karena mereka akan lebih dihormati dan jauh lebih menjanjikan keluarga mereka.
Setelah kepulanganku sulton datang ke rumah
mba neneng dan mereka bertengkar hebat,sulton menyalahkannya karena dia tak
bisa menjaga hatiku padahal mba neneng adalah seorang wanita sama sepertiku
bagaimana bila saat itu keadaan berbalik apakah dia bisa menahan rasa luka
itu,sebelum mba neneng meminta maaf padaku sulton tak pernah menyapanya dan mba
neneng datang mengadu kepada kakanya mba dewi seraya tak ingin disalahkan,mba
dewi menyuruh sulton untuk datang pula dan meluruskan masalah diantara
mereka,mba dewi berpesan agar mba neneng tak lagi mengulangi hal yang sama
apabila ia tak ingin sulton marah besar terhadapnya lagi,sorenya sulton dan mba
neneng datang untuk menjemputku karena aku sudah mendapat panggilan untuk
mengikuti tes di pabrik benang,sebelum kedatangan mereka sulton sudah
menelponku terlebih dulu dan mengatakan permintaan maaf nya atas perlakuan mba
neneng dan menyuruhku untuk melupakan semua yang telah melukai hatiku,aku
memanglah seseorang yang mudah memaafkan dan tak menyimpan marah atau
dendam,atau aku memanglah masih seorang anak yang polos dan bodoh.
Aku kembali menumpang di tempat mba neneng
karena besok adalah hari aku mengikuti tes,
tes yang diberikan begitu banyak dan
memakan waktu beberapa hari,mulai dari ronsen,tes mata,tes ogika,kesehatan
serta cara berjalan,dan ditutup dengan wawancara oleh beberapa orang petinggi
di perusahaan itu,wawancara disana tak semudah ditempat yang lainnya,karena
mereka melihat dari kejujuran dan seberapa kuat keinginan untuk bekerja bukan
hanya untuk sebagai sampingan atau aji mumpung,aku adalah salah seorang yang
beruntung dan diterima di perusahaan itu ,dan menjalani pembelajaran selama
satu minggu.
aku tak langsung menjadi karyawan melainkan di training selama 3 bulan,cukup lama bukan?tapi aku senang karena kini aku tak menjadi seorang pengangguran,setidaknya aku bisa mencari makan sendiri sekarang,tanpa harus menyusahkan orang tua ku lagi dan kepulangan ibuku dari Kalimantan membuat ku semakin tak bisa menahan rasa syukur ini.
aku hanya memegang bekal 200ribu uang yang diberikan ibuku,aku berniat setelah ku terima gaji aku akan membayar uang sewaku menumpang dengan mba neneng,dan setelah masa trainingku aku berniat ingin mencari tempat sendiri.
karena mba neneng adalah kaka dari mas sulton aku tak diijinkan memberikan uang sampai aku memang benar2 sudah mendapatkan gaji yang sebenarnya itu adalah dispensasi yang diberikan sulton,bahkan memang benar makan pun aku masih dibelikan oleh sulton setiap jam siang dan selalu dijemput saat pulang dan pergi kerja,aku memiliki perasaan yang sama seperti orang yang lainnya,merasa tak enak kepada mba neneng tapi aku sendiripun tak memegang uang lagi dan trainingku baru berjalan beberapa minggu,aku seakan menutupi perasaan itu dan aku berjanji disaat aku sudah mulai stabil akan ku balas kebaikan mereka semua.
aku tak langsung menjadi karyawan melainkan di training selama 3 bulan,cukup lama bukan?tapi aku senang karena kini aku tak menjadi seorang pengangguran,setidaknya aku bisa mencari makan sendiri sekarang,tanpa harus menyusahkan orang tua ku lagi dan kepulangan ibuku dari Kalimantan membuat ku semakin tak bisa menahan rasa syukur ini.
aku hanya memegang bekal 200ribu uang yang diberikan ibuku,aku berniat setelah ku terima gaji aku akan membayar uang sewaku menumpang dengan mba neneng,dan setelah masa trainingku aku berniat ingin mencari tempat sendiri.
karena mba neneng adalah kaka dari mas sulton aku tak diijinkan memberikan uang sampai aku memang benar2 sudah mendapatkan gaji yang sebenarnya itu adalah dispensasi yang diberikan sulton,bahkan memang benar makan pun aku masih dibelikan oleh sulton setiap jam siang dan selalu dijemput saat pulang dan pergi kerja,aku memiliki perasaan yang sama seperti orang yang lainnya,merasa tak enak kepada mba neneng tapi aku sendiripun tak memegang uang lagi dan trainingku baru berjalan beberapa minggu,aku seakan menutupi perasaan itu dan aku berjanji disaat aku sudah mulai stabil akan ku balas kebaikan mereka semua.
SEPEDA
MOTOR IMPIANNYA
Kini sulton sudah memiliki sepeda motor impiannya,memang
bukan moto GP,itu adalah motor type baru yang dikeluarkan oleh Honda dan dengan
warna yang harus menunggu untuk mendapatkannya,sulton sudah menunggu selama 3
bulan yang akhirnya kendaraan yang ia tunggu sampai dikantornya,dia tak perlu
menunggu dirumah karena dia bekerja di dealer Honda,hari liburku menunggu
kedatangannya dan ingin mengajaknya bermain ke luar hanya untuk sekedar
berjalan – jalan,dia datang menjemputku dengan motor barunya yang ia pamerkan
sambil tersenyum lebar,aku senang melihat wajahnya yang tersenyum seperti itu
dan mengajakku berkeliling,namun keceriaanku hilang saat aku belajar mengendari
motornya di sebuah taman,motor itu belum satu hari tapi sudah terjatuh olehku
dan mengalami goresan dibagian bawah,kakikupun terluka dan berdarah tapi yang
ia lihat pertama kali adalah motornya,dia memperhatikan sekeliling motornya
mencari – cari dibagian mana lagi yang tergores,saat hatinya lega karena hanya
bagian bawahnya saja barulah aku yang dilihatnya..
“kamu gak apa – apa mih?”sambil menghampiriku..
“gak apa-apa Cuma sakit hati aja,kenapa harus motor duluan yang diliat bukan aku,emang seberapa penting motor kamu dibanding aku,motor rusak bisa dicari lagi tapi kl aku…?”
“ya maaf mih,itukan motor baru turun ya wajar aku khawatir,dan lagi belum lunas,masa udah gores aja,lagian kamu juga salah sih…”
“ko aku yang disalahin sih yah….nyatanya kamu emang lebih cinta motor dibanding aku,,,”
“ya jelas kamu yang salah mih,tadi kamu bilang apa?kamu mau rusakin motor aku kan,karena kamu cemburu sama motor itu,dan liat sekarang,,,makannya kalo ngomong difikir dulu,kl mba neneng tau ini lecet karena kamu,bisa – bisa dia tambah benci sama kamu..”
“ya..tapikan…salah kamu siapa yang suruh nyuekin aku Cuma demi motor..”
“ya udah..ayah minta maaf ya mih,sekarang coba ayah liat mana yang luka…”sambil melihat kakiku..
“ya udah kita pulang ja yuk mih dah sore,ayah kan harus kerja lagi ke wahana..”aku pun mengangguk.
“kamu gak apa – apa mih?”sambil menghampiriku..
“gak apa-apa Cuma sakit hati aja,kenapa harus motor duluan yang diliat bukan aku,emang seberapa penting motor kamu dibanding aku,motor rusak bisa dicari lagi tapi kl aku…?”
“ya maaf mih,itukan motor baru turun ya wajar aku khawatir,dan lagi belum lunas,masa udah gores aja,lagian kamu juga salah sih…”
“ko aku yang disalahin sih yah….nyatanya kamu emang lebih cinta motor dibanding aku,,,”
“ya jelas kamu yang salah mih,tadi kamu bilang apa?kamu mau rusakin motor aku kan,karena kamu cemburu sama motor itu,dan liat sekarang,,,makannya kalo ngomong difikir dulu,kl mba neneng tau ini lecet karena kamu,bisa – bisa dia tambah benci sama kamu..”
“ya..tapikan…salah kamu siapa yang suruh nyuekin aku Cuma demi motor..”
“ya udah..ayah minta maaf ya mih,sekarang coba ayah liat mana yang luka…”sambil melihat kakiku..
“ya udah kita pulang ja yuk mih dah sore,ayah kan harus kerja lagi ke wahana..”aku pun mengangguk.
AKU
MENUNGGUMU
Sulton berjanji akan menjemputku pulang
karena aku sudah bilang padanya tak punya uang untuk menaiki angkot,saat bel
berbunyi aku pun berlari keluar,takut dia sudah menungguku karena handphoneku
rusak dan tak ada alat untuk komunikasi,jadi kemungkinannya adalah dia
menungguku atau aku yang menunggunya,ku lihat disekeliling ternyata dia blm
datang aku keluar pabrik jam 2 siang dan aku menunggu disebuah warung kecil
disana,lama tak kunjung datang,ingin ku hubungi dia tapi dengan apa?aku tak
punya handphone dan tak tau sudah jam berapa,angkot?tapi tak punya uang,atau
harus berjalan kaki yang entah seberapa jauhnya dan seberapa lelah nya,aku
hanya berfikir positive dia pastilah datang karena dia tak pernah ingkar janji
padaku,teman – temanku sudah tak ada yang terlihat oleh mata,aku hanya bertanya
– Tanya kemana dia…?adakah hal yang penting yang sedang ia lakukan…kudengar
adzan ashar yang menyadarkanku sudah jam berapa sekarang,dan sudah berapa lama
aku menunggu dan duduk seperti orang yang bodoh,aku tak bisa menahan tangis
lagi,mungkinkah dia lupa,aku pulang dengan berjalan kaki sambil
menangis,beberapa orang melihatku dengan raut wajah yang aneh,aku tak perduli
dengan mereka,meski kakiku letih aku tak boleh berhenti,bisa sampai jam berapa
nanti aku dirumah,satu belokan lagi aku sampai dan kulihat sulton yang
mengendarai bersebelahan dengan solihin sahabatnya,kecepatannya pelan,solihin melihatku yang menangis dan memepuk bahu
sulton,tapi apa yang kalian fikirkan?dia sama sekali tak menegurku bahkan untuk
berhenti dan menjelaskan atas apa yang terjadi hari ini,aku semakin bersedih
dan masuk kedalam rumah,ku lihat jam yang menunjukan pikul 5:30 sore,berapa jam
aku berjalan?ku langsung baringkan tubuhku ke kasur dan menutupi wajahku dengan
bantal agar suara tangisku tak terdengar kencang,mba neneng melihatku dan dia malah membuatku tak bisa berhenti
menangis dia mengatakan aku yang kekanak kanakan,dan tak pantas aku
menangis,aku tak mengerti keadaan sulton saat itu ,ternyata mba neneng selama
ini masih membenciku dan semakin membuatku jengkel dengan kicauannya itu.
Esoknya sulton datang menghampiriku dan menceritakan semua nya,dia meminta maaf karena tak bisa menjemputku karena saat itu dia sedang di kantor polisi dan saat dia melihatku pulang bukan maksud dirinya tak menyapa ku tapi dia harus mengejar waktu dengan pekerjaannya dia sudah terlambat sekitar 3 jam, dan memberikan handphone nya untuk ku agar kami bisa saling menghubungi,dia bisa meminjam ponsel kantor atau temannya,meski hanya sekedar sms untuk menanyakanku sudah pulang atau belum,aku memaafkannya karena memang salahku yang selalu menyusahkannya,aku tak ingin membuat suasana semakin keruh itulah alasanku memaafkannya.
Esoknya sulton datang menghampiriku dan menceritakan semua nya,dia meminta maaf karena tak bisa menjemputku karena saat itu dia sedang di kantor polisi dan saat dia melihatku pulang bukan maksud dirinya tak menyapa ku tapi dia harus mengejar waktu dengan pekerjaannya dia sudah terlambat sekitar 3 jam, dan memberikan handphone nya untuk ku agar kami bisa saling menghubungi,dia bisa meminjam ponsel kantor atau temannya,meski hanya sekedar sms untuk menanyakanku sudah pulang atau belum,aku memaafkannya karena memang salahku yang selalu menyusahkannya,aku tak ingin membuat suasana semakin keruh itulah alasanku memaafkannya.
Sebentar lagi idul Fitri,ternyata aku sudah
2 minggu berada dibogor,mba neneng dijemput oleh anak dan suaminya untuk kembali
ke jawa,dijawa suaminya sudah menyiapkan usaha untuk mba neneng dan sang ibu
mertuapun sudah mulai bersikap baik terhadapnya dengan menelpon dan memintanya
untuk kembali,3 hari sebelum idul fitri mba neneng sudah kembali dengan suami
dan anaknya membawa semua isi rumah hasil jerih payahnya selama 2 tahun ia
berpisah dengan keluarga,sulton pun pergi bersama rombongan mereka,aku tak ikut
dia pulang dan tak mau diantarkan ke rumah ibuku,karena aku berbohong padanya
setelah keberangkatannya aku pun akan pulang,aku akan menempati rumah kontrakan
ini sendiri,tempat yang terlalu luas untukku,apalagi hanya ada kasur yang
dibeli oleh sulton serta lemari tv,dengan 3 ruangan yang dihuni satu orang
pastilah sangat hampa dan sepi,aku tak kembali kerumah orang tuaku dan memang
sudah kurencanakan sejak lama karena aku tak punya uang untuk menyambut idul
fitri,ibuku menelpon dan memaksaku untuk pulang dan akhirnya aku pun mengikuti
keinginannya sambil menjelaskan alasanku yang sebenarnya.
AWAL KESALAHPAHAMAN TERHADAPKU
AWAL KESALAHPAHAMAN TERHADAPKU
idul Fitri ku lewati tanpa sulton
kembali,dan hanya 2 hari aku berada dirumah dan kembali kebogor,ibuku memaksa
ikut ingin mengetahui seperti apa tempat tinggalku,dia juga mengajak adik ku
untuk ikut,malam setelah kami sampai di kontrakanku,aku merasa rindu,sudah 3
hari sulton tak membalas pesanku,diapun tak menelponku,akhirnya aku
berinisiatif menelponnya…tiga kali panggilannku direject dan terus aku
mencobanya kembali dan akhirnya tersambung
“Assalamualaikum…”ku awali
“ini siapa????”suara seorang ibu yang tak asing ku dengar,dia bahkan tak menjawab salamku serta berbicara dengan nada sinis,aku belum sempat menjawab..
“ini indah ya…”
“Assalamualaikum…”ku awali
“ini siapa????”suara seorang ibu yang tak asing ku dengar,dia bahkan tak menjawab salamku serta berbicara dengan nada sinis,aku belum sempat menjawab..
“ini indah ya…”
“iyya bu,maaf mas sultonnya ada?”tanyaku
“heh indah,mending kamu gak usah ganggu –
ganggu sulton lagi,gara – gara kamu dia jadi sial,biar dia focus sama motornya
jangan kamu ambilin uang kerja dia,jangan kamu porotin dia,sama aja kaya ibunya”dan
banyak perkataan yang menyakitkan hatiku,taka pa jika dia hanya mencaciku tapi
dia pun menghina ibuku.aku belum menjawab perkataannya tapi telepon sudah
ditutup,ibuku mendengar semua perkataan itu dan
merasa sakit hati,kami terdiam tanpa sepatah katapun dan aku mengirim
sebuah pesan
“Assalamualaikum maaf bu,jika memang ibu ingin saya tidak dekat dengan sulton silahkan ibu pun berbicara dengannya dan maaf saya tidaklah seperti yang ibu tuduhkan,percuma jika ibu hanya menyuruh saya tapi tidak dengan sulton,saya hanya akan pergi jika sulton yang menyuruh,saya memang miskin,tapi tidak untuk ibu hina seperti ini dan tolong silahkan ibu memaki saya tapi jangan ibu saya,sekiranya ibu sudah dewasa dari saya harusnya ibu bisa berbicara lebih santun lagi”itulah isi pesan yang ku kirim dan yang membaca pesan itu adalah sulton,dia langsung menelponku dab nenanyakan maksud dari pesanku
“hallo mih….”
“Assalamualaikum maaf bu,jika memang ibu ingin saya tidak dekat dengan sulton silahkan ibu pun berbicara dengannya dan maaf saya tidaklah seperti yang ibu tuduhkan,percuma jika ibu hanya menyuruh saya tapi tidak dengan sulton,saya hanya akan pergi jika sulton yang menyuruh,saya memang miskin,tapi tidak untuk ibu hina seperti ini dan tolong silahkan ibu memaki saya tapi jangan ibu saya,sekiranya ibu sudah dewasa dari saya harusnya ibu bisa berbicara lebih santun lagi”itulah isi pesan yang ku kirim dan yang membaca pesan itu adalah sulton,dia langsung menelponku dab nenanyakan maksud dari pesanku
“hallo mih….”
“iyya…”
“maksud kamu apa mih ngirim sms kaya
gini?emang tadi ada yang tlp kamu?”
“gak..aku sms kamu gak bales-bales,tadi aku
telpon,berapa kali gak diangkat,waktu diangkat ternya ibu kamu yang ngomong”
“maaf mih tadi aku lagi dirumah mba
karomah,emang ibu ngomong apa sama kamu sampai-sampai kamu seperti ini?”
“gak sih..dia Cuma nyuruh aku jauhin
kamu,dan dia bilang aku yang ngabisin uang kamu semenjak aku ada dibogor,dan
banyaklah sampe bawa-bawa ibu aku…”
“maaf ya mih..ini pasti ada yang hasut..”
“iyya..gak apa-apa tapi kalo memang dengan
hubungan kita kamu jadi susah mungkin ada benarnya ucapan ibu kamu,aku minta
maaf ya,lebih baik kita putus aja..”langsung ku tutup telpon tanpa ku ijinkan
sulton untuk menjawab,dan dia terus menelpon ku tapi tak ku hiraukan.
Esoknya ibuku mencarikan tempat tinggal yang jauh lebih
murah dan sesuai dengan ku,agar tak terlalu kosong,semenjak malam itu aku
mendapatkan berbagai terror sms ke handphone ku,tapi saat ku hubungi sudah
tidak aktif lagi,mereka menghinaku habis-habisan,dan menyebut aku adalah anak
yang kurang ajar tak tau sopan santun kepada orang yang lebih tua,dan karena
aku pula sulton seperti orang yang kerasukan dia marah besar terhadap kakanya
mba neneng yang ternyata menghasut ibunya,sulton menghancurkan beberapa barang
dan berbicara dengan nada yang keras kepada sang ibu dan kakanya,tak ada yang
bisa menghentikan amarahnya hingga para saudara ikut untuk menenangkannya dan
datang ke rumahnya,paman dan bibinya bertanya sebab apa yang membuat sulton tak
terkendali,setelah musyawarah dengan para keluarga akhirnya sulton merasa
tenang dan semenjak itu hubungan nya dengan mba neneng menjadi dingin,aku
mendapat semua informasi ini dari orang tua mba karomah.
Ibuku hanya 3 hari menemaniku di bogor dan
aku harus sendirian melewati hari-hariku semenjak kepindahanku aku tak mengenal
siapapun tak ku punyai kawan,dan tanpa seulton aku pun merasa sepi,aku tidak
berani menghubunginya lagi karena takut ibunya yang akan menjawabnya.
Dihari libur kerjaku ternyata sulton datang
menemuiku cukup lama dia berada dijawa sekitar satu minggu,saat pertemuan kami
kembali hanya bisa saling tersenyum tanpa berbicara,aku menanyakan kenapa dia
sangat marah dan apa karena ucapanku dimalam itu saat aku menghubunginya,dia
bukanlah seseorang yang bisa berbohong dariku,kepulangan nya kejawa ternyata
untuk mencari pinjaman dikarenakan motor yang dia ambil belum memasuki angsuran
pertama,dan uang muka motor itu dia dapat dari DP motor konsumen nya dan sebenarnya
dia sudah dipecat sebelum kepulangannya ke jawa dari dealer Honda,dan konsumen
yang merasa dikecewakan meminta uangnya kembali sedangkan uang itu sudah tak
utuh seperti awal ia terima,saat ia mencari pinjaman uang keluarganya menyangka
dia mendapat gaji besar karena memegang 2 pekerjaan di tempat yang
berbeda,lantas kenapa dia harus mencari pinjaman itulah asal mula kenapa
keluarganya hingga berani menegurku,mereka menyangka semua uang sulton ada
ditanganku,padahal aku tak pernah meminta uang,aku hanya minta diantar jemput
saat aku bekerja,dan meski aku tak punya uang aku tak pernah meminta dari
sulton dan aku adalah orang pertama yang mengetahui ini tanpa seorangpun dari
keluarganya yang mengetahui.
KESULITAN
YANG KAMI LALUI
Kini aku seorang diri menjalani hari –
hariku,dan ini adalah pengalaman pertamaku merasakan sulitnya hidup dari nol
tanpa keluarga,tanpa uang yang biasa ku pinta dari orang tuaku,dan ini adalah
masa sulit untuk sulton pula,karena kini dia hanya bekerja di satu tempat dan gaji
yang dia terima tidaklah seberapa,dibandingkan dengan pengeluarannya untuk
membayar cicilan motor,tempat tinggal,dan kebutuhan sehari – harinya,aku mulai
memanage pendapatan dan pengeluaranku,aku memang tak bisa memberikan uang
padanya,namu aku tak ingin melihat dia terlalu sulit,aku tak tega melihat
nya,kutemani hari – harinya memberikan perhatian ku,di setiap pagi aku selalu
ingat padanya jika masih ku punya uang lebih selalu ku ketuk pintu rumahnya dan
membawakannya sarapan,memang bukan makanan yang mewah,hanya makanan yang biasa
di jual setiap pagi,bubur,nasi uduk
,gorengan dan lainnya,seringkali aku hanya membeli satu untuknya
saja,karena uang yang ku punya sudah menipis.
Ditempat kerjaku memang aku mendapat makan
pada jam istirahat tapi disetiap sendok yang ku makan aku selalu teringat
padanya,sudah kah dia makan?pikiran itu selalu ada dalam benak ku tak jarang
pula aku menyisihkan apa yang bisa ku bawa pulang dari makan siangku untuk
nya,seperti buah,susu atau penutup lainnya,dan ku katakan padanya aku sengaja
membawa pulang karena ingin ku makan setelah selesai bekerja dan nyatanya aku
sudah kekenyangan itulah alasan yang selalu ku berikan padanya agar tak
menyinggung hatinya,dia mempercayaiku dan malah meledekku kenapa tak membawa
lebih banyak lagi.
Aku meminjamkan uang gajiku untuk membayar
kontrakannya dan harus kuterima amarah dari ibuku,karena aku berjanji akan
mengiriminya uang dari gaji awal yang utuh dariku,tapi saat ibuku menagihnya
aku berbohong padanya uang itu sudah kuhabiskan untuk keperluanku,sedih rasanya
melihat orang yang ku cintai mengalami hal sesulit ini,namun aku tak daya untuk
membantunya,untuk penghematanku berikutnya aku membeli banyak persediaan
indomie dan itulah makananku setiap hari aku hanya memakan nasi saat berada di
pabrik,dan terkadang aku harus berjalan saat sif malam karena aku tak punya
uang untuk menaiki ojek dari depan rumah ku,jarak yang cukup jauh ditambah
dengan keadaan yang sepi dan banyak laki – laki yang terkadang nongkrong di
area pejalan kaki,atau sunyinya malam yang membuat hatiku berdebar kencang
karena tak ada seorangpun karena aku berjalan pada pukul 9 malam satu jam
sebelum masuk pabrik dan pulang pada jam 6 pagi,itupun aku harus berjalan
lagi,karena aku sudah tidak di antar jemput oleh sulton,dia sudah pindah ke
tempat kerjanya diwahana karena dia harus mengatur keuangan nya pula,agar tak
membayar uang sewa rumah,cukup lama aku seperti itu selama dua bulan aku
bertahan dengan kondisi yang benar – benar tak bisa orang bayangkan.
DIBUKANYA
PINTU REZEKI
Sulton mendapat informasi dari mba dewi
kakanya untuk bekerja di perusahaan pertamina,dan terpaksa dia harus
meninggalkan aku sendiri di bogor karena dia akan mulai training pembelajaran
dan langsung bekerja,satu bulan dia meninggalkan aku tak menjenguk ku karena
memang dia sedang berada di tengah – tengah laut,kerinduan ku bukan lah hal
yang besar,karena aku senang dia bisa memperbaiki hidupnya bangkit dari
keterpurukan krisis ekonomi.
Saat aku selesai bekerja dan keluar pabrik
ada dua orang yang menungguku di depan gerbang,aku mengenali salah satu dari
mereka karena aku pernah bertemu dengannya di dealer tempat kerja sulton
dulu,mereka berbohong pada ku mengatakan tentang uang transfer yang mengatas
namakan sulton dan membawaku ke kantor dealer,sesampainya disana barulah aku tau
apa yang terjadi,mereka menanyaiku dengan banyak pertanyaan menyangkut motor
yang sulton pakai,dan mereka menyuruhku mengantar ke tempat kaka nya di
tangerang,kami berangkat sesudah ashar dan sampai sekitar mendekati maghrib
disana kami bertemu dengan mba dewi dan menjelaskan semua prihal tentang motor
sulton dan akan menarik kembali motor yang di kreditkan itu,akan tetapi motor
itu tak jadi diambil karena bos dari suami mba dewi memberikan pinjaman untuk membayar
motor itu,setelah semua selesai aku diantar pulang cukup larut sudah jam 11
malam lewat,betapa lelahnya aku seharian tak istirahat dan harus bangun pagi
esok hari.
Kepulangan sulton dari laut membawa masalah
baru,sulton datang ke bogor menjengukku dan bercerita tentang masalah yang dia
alami,ya..kaka nya meminta motor itu karena sudah membayarkan tunggakan motor
dan mereka yang akan melanjutkan angsurannya,namun sulton bingung harus
menjawab apa dan dia meminta saranku untuk mencari jalan keluar..
“kalo menurut aku yah,jangan kamu kasih motor itu,cukup kamu kembalikan uang yang dipakai untuk membayar tunggakannya,aku punya alasan yang kuat gak mau motor itu hilang dari tangan kamu,karena kamu tau sendiri bagaimana sulitnya kamu mempertahankan itu,terlebih lagi karena motor itu keluarga kamu salah paham sama aku,karena motor itu kita mengalami kesulitan,motor itu adalah lambang,pengingat dari saksi kesulitan yang kita alami,motor itu harus kamu pertahankan apapun yang terjadi bukan masalah uang,tapi kamu harus ingat kesulitan selama ini”
“kalo menurut aku yah,jangan kamu kasih motor itu,cukup kamu kembalikan uang yang dipakai untuk membayar tunggakannya,aku punya alasan yang kuat gak mau motor itu hilang dari tangan kamu,karena kamu tau sendiri bagaimana sulitnya kamu mempertahankan itu,terlebih lagi karena motor itu keluarga kamu salah paham sama aku,karena motor itu kita mengalami kesulitan,motor itu adalah lambang,pengingat dari saksi kesulitan yang kita alami,motor itu harus kamu pertahankan apapun yang terjadi bukan masalah uang,tapi kamu harus ingat kesulitan selama ini”
“iyya mih aku juga gak mau kehilangan motor
itu,jadi aku akan menggantikan uangnya”
Tak lama dia menjengukku sore nya dia
kembali ke rumah kakanya,untuk menyelesaikan masalah motor itu,dia mengikuti
saranku tapi justru kakanya marah dan merasa sulton tak tau balas budi,sehingga
menelpon ke jawa dan mengadu pada ibunya,ibunyapun ikut membujuk untuk
menyerahkan motor itu namun sulton tetap bersikeras dan mempertahankannya,itu
semua tak berlangsung lama setelah sulton mengembalikan uangnya.
Aku
tak lama berada di bogor dan ibuku menjemput menyuruhku kembali ke rumah dan
mencari pekerjaan disana,aku menurutinya,dan mulai ku cari pekerjaan,aku dan
sulton berkeliling jalan mencari sebuah lowongan,yang akhirnya aku diterima di
sebuah klinik.
Aku
selalu pulang malam pada jam 10,sulton hanya menjemputku bila dia sedang
libur,namun saat dia sedang berkunjung ke rumah saudaranya dengan mba dewi,dia
mengatakan akan menjemputku tapi aku melarangnya apabila dia memang tak
bisa,dia bersikeras ingin menjemput,dan aku menunggunya dia membawa salah satu
keponakannya.
“ko riza ikut yah?gak kamu antar pulang dulu ya?kasian ngantuk dah malem”
“ko riza ikut yah?gak kamu antar pulang dulu ya?kasian ngantuk dah malem”
“klo
nganter dulu nanti kamu kemalaman mih,nungguinnya”
“ya
udah,,yuk”
Sesampainya
dirumah mba dewi mengirim pesan dan memarahiku
“indah
kamu jadi anak manja banget,gara – gara sulton buru – buru mau jemput kamu,aku
hampir ketabrak truk karena ngejar dia”
Aku
tak tau apa yang terjadi hari itu tapi aku sudah mengatakan kepada sulton untuk
tidak menjemputku apabila memang tak bisa,namun dia bersikeras,lagi – lagi saudaranya
salah paham padaku.
Kerenggangan
hubungan kami adalah karena dia tak menepati janjinya yang akan menikahiku
setelah idul adha,memang ku tau dia memiliki banyak kebutuhan,tapi dia sudah
berjanji pada kedua orang tuaku,ditambah lagi kontrak kerjanya di pertamina
sudah putus,dia mengalami hal sulit kembali,karena harus mencari pekerjaan,dan
akupun sudah tak bekerja diklik lagi melainkan di sebuah koperasi,aku tak tega
melihatnya,dia bekerja sementara di sebuah lapangan demi memenuhi kebutuhan
hidupnya,dan dia masih mengantar jemputku,karena terkadang jadwal kerja nya tak
menentu membuatku menunggunya terlalu lama,dan membuatku marah aku selalu
berkata jika dia tak bisa menjemputku lebi baik tak usah,namun dia tetap
memaksa.
Aku
berfikir keras bagaimana cara agar tak menyusahkannya terus menerus,aku
putuskan untuk mengambil sebuah motor agar aku tak menyusahkan dirinya pada
saat jam kerja,awalnya dia tak setuju,dia tak tau alasannya,kenapa aku
begitu,fikirannya menjadi sering salah paham padaku,aku sering memintanya untuk
putus bukan karena aku tak mencintainya lagi,aku memiliki alasan,kata – kata kasarku
pun terpaksa aku keluarkan agar mengusir nya pergi,aku merasa menjadi wanita
pembawa sial untuk dirinya,hatiku memang berat melepaskannya,tapi itu harus aku
lakukan,aku ingin dia bisa berfikir lebih dewasa lagi,aku ingin dia belajar
bangkit dari setiap masalah,aku tak kuasa bila harus ku lawan diriku sendiri untuk
mengusirnya dari hidupku,karena aku begitu mencintainya dan mengasihinya,besar
perasaanku untuk nya,akhirnya aku putuskan untuk membuat perjanjian kepada sang
pencipta “ya Allah jauhkanlah kami bila ini semua menjadi yang terbaik untuk
kami,pisahkanlah kami agar engkau bisa membuka mata hatinya,bukakanlah pintu
rezeki untuk dirinya jangan engkau siksa dia seperti ini,aku tak sanggup
melihatnya,kesedihannya,aku rela kau pisahkan asal kau kembalikan semua yang
membuat dirinya lebih baik lagi,aku rela bila engkau tak mendekatkan kami asal
kau berikan dia kebahagiaan yang lebih,aku rela di usir dari hidupnya apabila
semua ini menjadi yang terbaik untuk masa depannya dan keluarganya,demi nama
engkau dan alm.ayahnya aku relakan” inilah perjanjian yang ku buat sendiri
tanpa dia ketahui karena aku tak bisa menjauh dari nya bila harus ku usahkan
sendiri,aku merasa menjadi pembawa sial untuk nya,sakit memang hatiku melakukan
semua ini dan membuatnya membenciku dan keluarganya tambah membenciku pula,dia
mengatakan aku sebagai wanita yang munafik,dan berkata penuh muslihat,dia benar
– benar membenciku di dalam hatinya,namun tak bisa ku tarik ucapanku,aku merasa
linglung ku usahakan agar dia tak membenciku namun semua sudah terlanjur,tak
bisa aku membela diri,sikap nya berubah menjadi dingin,dia memperlakukanku
lebih kasar dari wanita – wanita yang pernah singgah dihatinya,dia mengatakan
aku adalah wanita yang suka mempermainkan hati laki – laki,begitu dalam luka
yang ku buat,kepergianku membuatnya membekukan hati,aku tak kuasa melihatnya
membenciku,bahkan aku rela merendahkan harga diriku untuk menghubunginya
kembali,aku merasa ini cobaan untuk ku,Allah seperti ingin berkata “apakah ini
yang engkau mau indah?apakah hatimu benar – benar menginginkan kebahagiaan
untuknya?apakah engkau bisa melewati semua ini,apakah hatimu genap menginginkan
kebahagiaannya” ya seperti itulah teguran yang ku dapat,aku tak boleh mengambil
ucapanku kembali,perjanjian yang ku buat,menjadikan derita untuk ku
sendiri,sikapnya yang kasar mengingatkanku akan apa yang aku lakukan,inipun adalah
pembuka bahwa cintanya tak sama sepertiku,dia membenciku atas apa yang dia tak
ketahui,kepergianku adlaah untuk memperbaiki diri untuk menyiapkan mentalku
meminta restu dari keluarganya,namun dia hanya menganggap ini sebuah alasan
belaka,sakit memang hatiku,terlebih dia sudah memiliki penggantiku yang lebih
baik dariku katanya,yang lebih mengertinya,yang lebih lembut dariku,yang lebih
mampu mengikuti jalan fikirannya,dan tak membuat keluarganya berselisih.
Aku
tak mampu membendung sebuah protes,tapi ini salahku,ini yang aku mau,lihatlah
indah…dia tak mengalami masa sulit lagi?lihatlah indah dia tak harus berselisih
dengan keluarganya?lihatlah indah dia dapatkan wanita yang menjadi
idamannya,cintamu cukuplah hanya kamu yang simpan,cukup menjadi saksi untuk
pengertian yang kamu berikan,tak ada orang yang mampu mencintainya seperti
mu,kamu tak hanya mencintai raga nya,kamu tak mencintai hanya kesenangannya
saja,kamu mencintainya demi hidup dan matinya,kenapa kamu bersedih,biarlah
semua salah sampai saat Allah mengulurkan bantuannya membuka mata hati setiap
orang,meski sampai akhir hidup mu.
Ingin
ku sampaikan pesan kepada semua orang didunia ini,semua orang tua di dunia
ini,salahkah aku memiliki perasaan ini,kenapa harus membenci sesuatu yang
sesungguhnya semua milik Allah,kenapa harus membenci sesuatu yang belum tumbuh
didiriku,kenapa kalian hanya melihatku dari sisi buruk,aku memang selalu menyembunyika
apa yang menurutku baik itu karena aku tak ingin menjadi orang yang menebar
kesombongan,aku hanya menanam kan diriku untuk belajar dan memperbaiki tanpa
harus ku ucap,aku selalu salah dimata kalian,hanya karena ketidakmampuanku
bahkan bukan tidak mampu melainkan belum mampu,salahkah aku melakukan semua
ini,salahkah aku bila aku belum mampu menjadi dewasa bukan bearti akan seperti
ini selamanya,dan untuk kalian yang memiliki pasangan,percayalah akan apa yang
kalian rasakan,percayalah setiap apa yang tidak baik tertanam kebaikan.
Ini
adalah akhir yang aku pertahankan demi dirinya aku rela terluka teramat,demi
dirinya aku rela dibenci teramat,demi dirinya aku rela menahan luka yang tak
kunjung usai,demi dirinya aku harus mampu bangkit,karena sudah kulihat semua
kebahagiaannya tanpa diriku,kini akan hilang semua ingatan tentangnya,kini kami
terpisah jalan yang berbeda,hanya aku seorang yang belum menghilangkan perasaan
ini,tak ingin ku masuk kembali di kehidupannya karena kami telah terpisah jalan,sudah
tak da cinta di hatinya untukku,cinta nya adalah untuk kesempurnaan bukan untuk
kekurangan ku,harus kusadari itu,dan biarlah kisah ini menjadi kenangan,menjadi
pembuka bagi setiap hati yang berselisih,membuka kebaikan dari setiap keburukan
yang terlihat.
Aku
ingat kau membelikanku sebuah cincin memang tak lama berada di jariku,aku ingat
saat ayah menginginkan menikah denganku dan hanya ingin memiliki anak
dariku,aku ingat setiap canda yang kita ucap dimasa saat kita akan menikah,ayah
takut jika anak yang lahir akan mirip seperti ku yang suka memakan coklat,aku
ingat dimana saat awal pertemuan kita,aku ingat sebuah kata manis yang kau ucap
saat kepulanganku,aku ingat setiap saat kita duduk dibelakang sebuah pertokoan
setiap malam hanya untuk bercerita,tanpa pernah kita membeli makanan yang
berada disana,aku ingat setiap pandangan lembut yang ada dimatamu yah,aku ingat
suara merdumu yang sedang membaca ayat Allah,aku ingat saat ayah menjadi imam sholatku pertama kali,aku ingat saat kau mengajariku cara membaca al-Qur'an yang benar,aku ingat sebuah panggilan lembut
yang memanggilku “mimih”,tapi kini tak kau sisakan ingatan itu dihatimu,tak ada
yang tersisa di hatimu selain luka yang ku buat.
Ayah
rinduku begitu dalam untuk mu,aku tak perduli orang memandangku apa,aku hanya
jujur kepada perasaan ini,maaf bila kenangan ini ku tulis bukan untuk
mengingatkanmu namun semua ini begitu indah bila harus kau buang,meski tak bisa
kembali ingatlah ada masa diantara kira yang pernah berjumpa,ada masa indah
dimana sebuah perasaan yang tak tau datang darimana?yang hidup selama ini tanpa
kita tau masing – masing,kita bertemu karena Allah dan berpisah karena
Allah,karena Allah merindukan kita sebagai umatnya,terima kasih untuk selama
ini,engkau begitu baik yah,sulit mencari orang sepertimu yang mencintaiku
begitu dalam,terima kasih yah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar