Total Tayangan Halaman

Sabtu, 04 Mei 2013

INDAH : "Saat Cinta Tak Harus Kita Miliki" the end



THE END

AWAL KELULUSANKU

Aku sudah lulus dari SMA,dan tak lama dari kelulusanku ibuku pergi ke Kalimantan ke rumah kakanya untuk mencari kerja disana,gaji yang ditawarkanpun memang lebih besar dari pada ditempat kemarin,aku belum mendapatkan pekerjaan sudah 2 bulan kelulusanku tak ada panggilan dari banyaknya surat lamaran yang ku kirim ke beberapa tempat,aku hanya mengurus rumah dan adik terkecilku,aku merasa bosan dengan keseharianku dan akupun mulai bertanya kepada sulton apakah ada lowongan pekerjaan untukku meski jauh tapi aku tak ingin menjadi seorang pengangguran,aku bertekad mencari pekerjaan tak perduli sejauh apapaun asalkan ku dapat pekerjaan dan membuat ibuku kembali pulang ke rumah,aku mendapatkan informasi lowongan di sebuah pabrik sepatu yang ku dapat dari sulton,aku membuat surat lamaran dan datang ke bogor,namun surat lamaran ku ditolak karena bulan lahirku berbeda,aku lahir pada bulan juni sedangkan bulan yang tertera di KTP adalah agustus karena mereka hanya akan menerima lamaran dari orang yang sudah berumur 18 tahun,aku pulang dengan rasa sedih namun sesampainya aku dirumah aku meminta ayahku untuk mengganti KTP  dengan yang baru,hanya butuh waktu sekitar 3 hari.

Dan akupun melanjutkan mencari pekerjaan disekitar bogor,kali ini aku mencoba melamar di pabrik benang,surat lamaranku tak ditolak,aku menginap semalam di rumah mba neneng karena seharian ini aku lelah bolak balik ke kantor DEPNAKER,tempat yang cukup jauh dari pabrik yang ku lamar.
“ndah tolong kerokin leher aku dong, masuk angin nih kaya nya”sambil memberikan minyak kayu putih dan uang logam,aku memang tidak pernah melakukan seperti ini sebelumnya..
“yang kuat dong ndah,kapan merahnya kalo kaya gitu”protes mba neneng,aku sudah mengeluarkan semua tenaga ku sampai terasa sakit tangan ku menahan,tiba tiba suara handphone mba neneng berbunyi dan dia mengangkatnya entah telpon dari siapa karena aku sedang mengerok mba neneng aku berada di belakang dan bukan salahku bila aku mendengar obrolan mereka…
“iyya nih lagi di krokin si indah,kamu lagi dimana?gak main”
“gak ah kan ada indah gak enak,emang mas sulton masih sama dia ya mba?”
saat kudengar suara perempuan dan menanyakan sulton itu pastilah mba atun mantan sulton sebelumnya,aku tak berkomentar dan hanya mendengarkan mereka yang seperti menganggap aku orang bodoh yang tak memiliki perasaan..
“ah dia mah siapa sih,gak da yang setuju sama dia,orang setujunya sama kamu ko,sulton tuh cocok nya sama kamu,dia itu masih kekanak kanakan gak seperti kamu tun,jadi kamu gak usah khawatir sama dia,semua keluarga dikampung juga setuju nya sama kamu”
“ya udah deh mba makasih ya”
bayangkan mba neneng berbicara seperti itu disaat aku berada dibelakangnya dia seperti orang yang tak punya nurani sebagai seorang wanita,padahal dulu ia pun merasakan hal yang sama sepertiku pernikahannya tak direstui dan dia tak dianggap menantu dari keluarga sang suami,lantas sekarang apa yang ia katakan tak bisakah ia merasakan perihnya hati ini saat memberikan harapan yang begitu besar kepada seseorang yang hingga kini masih mencintai sulton,atau mungkin buka cinta melainkan nafsu ingin memiliki,mereka mengharapkan pecahnya hubunganku dengan sulton selama ini dan tak pernah menganggap ku sebagi orang yang ada di sisi sulton,ternyata mereka hanya bersikap baik dihadapan sulton dan bahkan sudah tak punya nurani dengan sengaja melukai hati ini,aku menahan tangis dan tubuhku serasa bergetar menerima semua kenyataan ini,pagi2 sekali aku memutuskan untuk kembali pulang dan mengurungkan niatku bekerja di sana karena betapa hancurnya hatiku keluarga yang selama ini ku anggap baik,ternyata mereka menikamku dan berencana menyatukan kembali mba atun dengan sulton,aku tak berpamitan dengan sulton,setelah ku naiki bus arah kp rambutan,kuterima sms dari sulton yang menanyakan keberadaan ku sekarang,dan mengapa tiba2 aku memutuskan untuk tidak kembali ke bogor,aku membalas smsnya dan bercerita atas apa yang aku dengar semalam jadi bagaimana mungkin aku kembali,sedangkan ku tau mba atun memang sering datang mencari sulton dan menjadikan mba neneng sebagai jembatan agar terjalin kembali ikatan kasih yang telah lama terputus karena kebodohan mba atun yang menerima lelaki lain dan mengkhianati sulton,mba atunlah yang meminta putus terlebih dahulu karena ada pria yang datang untuk melamarnya,namun pernikahan itu tak pernah terjadi dan malah mengharapkan kembali cinta yang ia rusak sendiri,betapa tak berperasaannya wanita itu yang sering datang mengunjungi sulton dan tak mengerti perasaanku,betapa jahatnya dia menggunakan keluarga sulton sebagai keuntungannya,,ya aku tau mba atun memanglah orang yang lebih kaya dariku dan dia adalah putri dari seorang kyai yang dikenal dibongas bagaimana keluarganya akan menolak dibandingkan aku yang tak memiliki apapun untuk dibanggakan,anak dari seorang buruh dan tak memiliki tempat tinggal yang tetap apalagi status social untuk di hormati orang lain,pastilah keluarganya memilih mba atun karena mereka akan lebih dihormati dan jauh lebih menjanjikan keluarga mereka.

Setelah kepulanganku sulton datang ke rumah mba neneng dan mereka bertengkar hebat,sulton menyalahkannya karena dia tak bisa menjaga hatiku padahal mba neneng adalah seorang wanita sama sepertiku bagaimana bila saat itu keadaan berbalik apakah dia bisa menahan rasa luka itu,sebelum mba neneng meminta maaf padaku sulton tak pernah menyapanya dan mba neneng datang mengadu kepada kakanya mba dewi seraya tak ingin disalahkan,mba dewi menyuruh sulton untuk datang pula dan meluruskan masalah diantara mereka,mba dewi berpesan agar mba neneng tak lagi mengulangi hal yang sama apabila ia tak ingin sulton marah besar terhadapnya lagi,sorenya sulton dan mba neneng datang untuk menjemputku karena aku sudah mendapat panggilan untuk mengikuti tes di pabrik benang,sebelum kedatangan mereka sulton sudah menelponku terlebih dulu dan mengatakan permintaan maaf nya atas perlakuan mba neneng dan menyuruhku untuk melupakan semua yang telah melukai hatiku,aku memanglah seseorang yang mudah memaafkan dan tak menyimpan marah atau dendam,atau aku memanglah masih seorang anak yang polos dan bodoh.

Aku kembali menumpang di tempat mba neneng karena besok adalah hari aku mengikuti tes,
tes yang diberikan begitu banyak dan memakan waktu beberapa hari,mulai dari ronsen,tes mata,tes ogika,kesehatan serta cara berjalan,dan ditutup dengan wawancara oleh beberapa orang petinggi di perusahaan itu,wawancara disana tak semudah ditempat yang lainnya,karena mereka melihat dari kejujuran dan seberapa kuat keinginan untuk bekerja bukan hanya untuk sebagai sampingan atau aji mumpung,aku adalah salah seorang yang beruntung dan diterima di perusahaan itu ,dan menjalani pembelajaran selama satu minggu.

aku tak langsung menjadi karyawan melainkan di training selama 3 bulan,cukup lama bukan?tapi aku senang karena kini aku tak menjadi seorang pengangguran,setidaknya aku bisa mencari makan sendiri sekarang,tanpa harus menyusahkan orang tua ku lagi dan kepulangan ibuku dari Kalimantan membuat ku semakin tak bisa menahan rasa syukur ini.

aku hanya  memegang bekal 200ribu uang yang diberikan ibuku,aku berniat setelah ku terima gaji aku akan membayar uang sewaku menumpang dengan mba neneng,dan setelah masa trainingku aku berniat ingin mencari tempat sendiri.

karena mba neneng adalah kaka dari mas sulton aku tak diijinkan memberikan uang sampai aku memang benar2 sudah mendapatkan gaji yang sebenarnya itu adalah dispensasi yang diberikan sulton,bahkan memang benar makan pun aku masih dibelikan oleh sulton setiap jam siang dan selalu dijemput saat pulang dan pergi kerja,aku memiliki perasaan yang sama seperti orang yang lainnya,merasa tak enak kepada mba neneng tapi aku sendiripun tak memegang uang lagi dan trainingku baru berjalan beberapa minggu,aku seakan menutupi perasaan itu dan aku berjanji disaat aku sudah mulai stabil akan ku balas kebaikan mereka semua.

SEPEDA MOTOR IMPIANNYA

Kini sulton sudah memiliki sepeda motor impiannya,memang bukan moto GP,itu adalah motor type baru yang dikeluarkan oleh Honda dan dengan warna yang harus menunggu untuk mendapatkannya,sulton sudah menunggu selama 3 bulan yang akhirnya kendaraan yang ia tunggu sampai dikantornya,dia tak perlu menunggu dirumah karena dia bekerja di dealer Honda,hari liburku menunggu kedatangannya dan ingin mengajaknya bermain ke luar hanya untuk sekedar berjalan – jalan,dia datang menjemputku dengan motor barunya yang ia pamerkan sambil tersenyum lebar,aku senang melihat wajahnya yang tersenyum seperti itu dan mengajakku berkeliling,namun keceriaanku hilang saat aku belajar mengendari motornya di sebuah taman,motor itu belum satu hari tapi sudah terjatuh olehku dan mengalami goresan dibagian bawah,kakikupun terluka dan berdarah tapi yang ia lihat pertama kali adalah motornya,dia memperhatikan sekeliling motornya mencari – cari dibagian mana lagi yang tergores,saat hatinya lega karena hanya bagian bawahnya saja barulah aku yang dilihatnya..
“kamu gak apa – apa mih?”sambil menghampiriku..
“gak apa-apa Cuma sakit hati aja,kenapa harus motor duluan yang diliat bukan aku,emang seberapa penting motor kamu dibanding aku,motor rusak bisa dicari lagi tapi kl aku…?”
“ya maaf mih,itukan motor baru turun ya wajar aku khawatir,dan lagi belum lunas,masa udah gores aja,lagian kamu juga salah sih…”
“ko aku yang disalahin sih yah….nyatanya kamu emang lebih cinta motor dibanding aku,,,”
“ya jelas kamu yang salah mih,tadi kamu bilang apa?kamu mau rusakin motor aku kan,karena kamu cemburu sama motor itu,dan liat sekarang,,,makannya kalo ngomong difikir dulu,kl mba neneng tau ini lecet karena kamu,bisa – bisa dia tambah benci sama kamu..”
“ya..tapikan…salah kamu siapa yang suruh nyuekin aku Cuma demi motor..”
“ya udah..ayah minta maaf ya mih,sekarang coba ayah liat mana yang luka…”sambil melihat kakiku..
“ya udah kita pulang ja yuk mih dah sore,ayah kan harus kerja lagi ke wahana..”aku pun mengangguk.


AKU MENUNGGUMU

Sulton berjanji akan menjemputku pulang karena aku sudah bilang padanya tak punya uang untuk menaiki angkot,saat bel berbunyi aku pun berlari keluar,takut dia sudah menungguku karena handphoneku rusak dan tak ada alat untuk komunikasi,jadi kemungkinannya adalah dia menungguku atau aku yang menunggunya,ku lihat disekeliling ternyata dia blm datang aku keluar pabrik jam 2 siang dan aku menunggu disebuah warung kecil disana,lama tak kunjung datang,ingin ku hubungi dia tapi dengan apa?aku tak punya handphone dan tak tau sudah jam berapa,angkot?tapi tak punya uang,atau harus berjalan kaki yang entah seberapa jauhnya dan seberapa lelah nya,aku hanya berfikir positive dia pastilah datang karena dia tak pernah ingkar janji padaku,teman – temanku sudah tak ada yang terlihat oleh mata,aku hanya bertanya – Tanya kemana dia…?adakah hal yang penting yang sedang ia lakukan…kudengar adzan ashar yang menyadarkanku sudah jam berapa sekarang,dan sudah berapa lama aku menunggu dan duduk seperti orang yang bodoh,aku tak bisa menahan tangis lagi,mungkinkah dia lupa,aku pulang dengan berjalan kaki sambil menangis,beberapa orang melihatku dengan raut wajah yang aneh,aku tak perduli dengan mereka,meski kakiku letih aku tak boleh berhenti,bisa sampai jam berapa nanti aku dirumah,satu belokan lagi aku sampai dan kulihat sulton yang mengendarai bersebelahan dengan solihin sahabatnya,kecepatannya pelan,solihin  melihatku yang menangis dan memepuk bahu sulton,tapi apa yang kalian fikirkan?dia sama sekali tak menegurku bahkan untuk berhenti dan menjelaskan atas apa yang terjadi hari ini,aku semakin bersedih dan masuk kedalam rumah,ku lihat jam yang menunjukan pikul 5:30 sore,berapa jam aku berjalan?ku langsung baringkan tubuhku ke kasur dan menutupi wajahku dengan bantal agar suara tangisku tak terdengar kencang,mba neneng melihatku dan  dia malah membuatku tak bisa berhenti menangis dia mengatakan aku yang kekanak kanakan,dan tak pantas aku menangis,aku tak mengerti keadaan sulton saat itu ,ternyata mba neneng selama ini masih membenciku dan semakin membuatku jengkel dengan kicauannya itu.

Esoknya sulton datang menghampiriku dan menceritakan semua nya,dia meminta maaf karena tak bisa menjemputku karena saat itu dia sedang di kantor polisi dan saat dia melihatku pulang bukan maksud dirinya tak menyapa ku tapi dia harus mengejar waktu dengan pekerjaannya dia sudah terlambat sekitar 3 jam, dan memberikan handphone nya untuk ku agar kami bisa saling menghubungi,dia bisa meminjam ponsel kantor atau temannya,meski hanya sekedar sms  untuk menanyakanku sudah pulang atau belum,aku memaafkannya karena memang salahku yang selalu menyusahkannya,aku tak ingin membuat suasana semakin keruh itulah alasanku memaafkannya.
Sebentar lagi idul Fitri,ternyata aku sudah 2 minggu berada dibogor,mba neneng dijemput oleh anak dan suaminya untuk kembali ke jawa,dijawa suaminya sudah menyiapkan usaha untuk mba neneng dan sang ibu mertuapun sudah mulai bersikap baik terhadapnya dengan menelpon dan memintanya untuk kembali,3 hari sebelum idul fitri mba neneng sudah kembali dengan suami dan anaknya membawa semua isi rumah hasil jerih payahnya selama 2 tahun ia berpisah dengan keluarga,sulton pun pergi bersama rombongan mereka,aku tak ikut dia pulang dan tak mau diantarkan ke rumah ibuku,karena aku berbohong padanya setelah keberangkatannya aku pun akan pulang,aku akan menempati rumah kontrakan ini sendiri,tempat yang terlalu luas untukku,apalagi hanya ada kasur yang dibeli oleh sulton serta lemari tv,dengan 3 ruangan yang dihuni satu orang pastilah sangat hampa dan sepi,aku tak kembali kerumah orang tuaku dan memang sudah kurencanakan sejak lama karena aku tak punya uang untuk menyambut idul fitri,ibuku menelpon dan memaksaku untuk pulang dan akhirnya aku pun mengikuti keinginannya sambil menjelaskan alasanku yang sebenarnya.

AWAL KESALAHPAHAMAN TERHADAPKU

idul Fitri ku lewati tanpa sulton kembali,dan hanya 2 hari aku berada dirumah dan kembali kebogor,ibuku memaksa ikut ingin mengetahui seperti apa tempat tinggalku,dia juga mengajak adik ku untuk ikut,malam setelah kami sampai di kontrakanku,aku merasa rindu,sudah 3 hari sulton tak membalas pesanku,diapun tak menelponku,akhirnya aku berinisiatif menelponnya…tiga kali panggilannku direject dan terus aku mencobanya kembali dan akhirnya tersambung
“Assalamualaikum…”ku awali
“ini siapa????”suara seorang ibu yang tak asing ku dengar,dia bahkan tak menjawab salamku serta berbicara dengan nada sinis,aku belum sempat menjawab..
“ini indah ya…”
 “iyya bu,maaf mas sultonnya ada?”tanyaku
“heh indah,mending kamu gak usah ganggu – ganggu sulton lagi,gara – gara kamu dia jadi sial,biar dia focus sama motornya jangan kamu ambilin uang kerja dia,jangan kamu porotin dia,sama aja kaya ibunya”dan banyak perkataan yang menyakitkan hatiku,taka pa jika dia hanya mencaciku tapi dia pun menghina ibuku.aku belum menjawab perkataannya tapi telepon sudah ditutup,ibuku mendengar semua perkataan itu dan  merasa sakit hati,kami terdiam tanpa sepatah katapun dan aku mengirim sebuah pesan

“Assalamualaikum maaf bu,jika memang ibu ingin saya tidak dekat dengan sulton silahkan ibu pun berbicara dengannya dan maaf saya tidaklah seperti yang ibu tuduhkan,percuma jika ibu hanya menyuruh saya tapi tidak dengan sulton,saya hanya akan pergi jika sulton yang menyuruh,saya memang miskin,tapi tidak untuk ibu hina seperti ini dan tolong silahkan ibu memaki saya tapi jangan ibu saya,sekiranya ibu sudah dewasa dari saya harusnya ibu bisa berbicara lebih santun lagi”itulah isi pesan yang ku kirim dan yang membaca pesan itu adalah sulton,dia langsung menelponku dab nenanyakan maksud dari pesanku
“hallo mih….”
“iyya…”
“maksud kamu apa mih ngirim sms kaya gini?emang tadi ada yang tlp kamu?”
“gak..aku sms kamu gak bales-bales,tadi aku telpon,berapa kali gak diangkat,waktu diangkat ternya ibu kamu yang ngomong”
“maaf mih tadi aku lagi dirumah mba karomah,emang ibu ngomong apa sama kamu sampai-sampai kamu seperti ini?”
“gak sih..dia Cuma nyuruh aku jauhin kamu,dan dia bilang aku yang ngabisin uang kamu semenjak aku ada dibogor,dan banyaklah sampe bawa-bawa ibu aku…”
“maaf ya mih..ini pasti ada yang hasut..”
“iyya..gak apa-apa tapi kalo memang dengan hubungan kita kamu jadi susah mungkin ada benarnya ucapan ibu kamu,aku minta maaf ya,lebih baik kita putus aja..”langsung ku tutup telpon tanpa ku ijinkan sulton untuk menjawab,dan dia terus menelpon ku tapi tak ku hiraukan.

Esoknya ibuku  mencarikan tempat tinggal yang jauh lebih murah dan sesuai dengan ku,agar tak terlalu kosong,semenjak malam itu aku mendapatkan berbagai terror sms ke handphone ku,tapi saat ku hubungi sudah tidak aktif lagi,mereka menghinaku habis-habisan,dan menyebut aku adalah anak yang kurang ajar tak tau sopan santun kepada orang yang lebih tua,dan karena aku pula sulton seperti orang yang kerasukan dia marah besar terhadap kakanya mba neneng yang ternyata menghasut ibunya,sulton menghancurkan beberapa barang dan berbicara dengan nada yang keras kepada sang ibu dan kakanya,tak ada yang bisa menghentikan amarahnya hingga para saudara ikut untuk menenangkannya dan datang ke rumahnya,paman dan bibinya bertanya sebab apa yang membuat sulton tak terkendali,setelah musyawarah dengan para keluarga akhirnya sulton merasa tenang dan semenjak itu hubungan nya dengan mba neneng menjadi dingin,aku mendapat semua informasi ini dari orang tua mba karomah.

Ibuku hanya 3 hari menemaniku di bogor dan aku harus sendirian melewati hari-hariku semenjak kepindahanku aku tak mengenal siapapun tak ku punyai kawan,dan tanpa seulton aku pun merasa sepi,aku tidak berani menghubunginya lagi karena takut ibunya yang akan menjawabnya.

Dihari libur kerjaku ternyata sulton datang menemuiku cukup lama dia berada dijawa sekitar satu minggu,saat pertemuan kami kembali hanya bisa saling tersenyum tanpa berbicara,aku menanyakan kenapa dia sangat marah dan apa karena ucapanku dimalam itu saat aku menghubunginya,dia bukanlah seseorang yang bisa berbohong dariku,kepulangan nya kejawa ternyata untuk mencari pinjaman dikarenakan motor yang dia ambil belum memasuki angsuran pertama,dan uang muka motor itu dia dapat dari DP motor konsumen nya dan sebenarnya dia sudah dipecat sebelum kepulangannya ke jawa dari dealer Honda,dan konsumen yang merasa dikecewakan meminta uangnya kembali sedangkan uang itu sudah tak utuh seperti awal ia terima,saat ia mencari pinjaman uang keluarganya menyangka dia mendapat gaji besar karena memegang 2 pekerjaan di tempat yang berbeda,lantas kenapa dia harus mencari pinjaman itulah asal mula kenapa keluarganya hingga berani menegurku,mereka menyangka semua uang sulton ada ditanganku,padahal aku tak pernah meminta uang,aku hanya minta diantar jemput saat aku bekerja,dan meski aku tak punya uang aku tak pernah meminta dari sulton dan aku adalah orang pertama yang mengetahui ini tanpa seorangpun dari keluarganya yang mengetahui.

KESULITAN YANG KAMI LALUI

Kini aku seorang diri menjalani hari – hariku,dan ini adalah pengalaman pertamaku merasakan sulitnya hidup dari nol tanpa keluarga,tanpa uang yang biasa ku pinta dari orang tuaku,dan ini adalah masa sulit untuk sulton pula,karena kini dia hanya bekerja di satu tempat dan gaji yang dia terima tidaklah seberapa,dibandingkan dengan pengeluarannya untuk membayar cicilan motor,tempat tinggal,dan kebutuhan sehari – harinya,aku mulai memanage pendapatan dan pengeluaranku,aku memang tak bisa memberikan uang padanya,namu aku tak ingin melihat dia terlalu sulit,aku tak tega melihat nya,kutemani hari – harinya memberikan perhatian ku,di setiap pagi aku selalu ingat padanya jika masih ku punya uang lebih selalu ku ketuk pintu rumahnya dan membawakannya sarapan,memang bukan makanan yang mewah,hanya makanan yang biasa di jual setiap pagi,bubur,nasi uduk  ,gorengan dan lainnya,seringkali aku hanya membeli satu untuknya saja,karena uang yang ku punya sudah menipis.

Ditempat kerjaku memang aku mendapat makan pada jam istirahat tapi disetiap sendok yang ku makan aku selalu teringat padanya,sudah kah dia makan?pikiran itu selalu ada dalam benak ku tak jarang pula aku menyisihkan apa yang bisa ku bawa pulang dari makan siangku untuk nya,seperti buah,susu atau penutup lainnya,dan ku katakan padanya aku sengaja membawa pulang karena ingin ku makan setelah selesai bekerja dan nyatanya aku sudah kekenyangan itulah alasan yang selalu ku berikan padanya agar tak menyinggung hatinya,dia mempercayaiku dan malah meledekku kenapa tak membawa lebih banyak lagi.

Aku meminjamkan uang gajiku untuk membayar kontrakannya dan harus kuterima amarah dari ibuku,karena aku berjanji akan mengiriminya uang dari gaji awal yang utuh dariku,tapi saat ibuku menagihnya aku berbohong padanya uang itu sudah kuhabiskan untuk keperluanku,sedih rasanya melihat orang yang ku cintai mengalami hal sesulit ini,namun aku tak daya untuk membantunya,untuk penghematanku berikutnya aku membeli banyak persediaan indomie dan itulah makananku setiap hari aku hanya memakan nasi saat berada di pabrik,dan terkadang aku harus berjalan saat sif malam karena aku tak punya uang untuk menaiki ojek dari depan rumah ku,jarak yang cukup jauh ditambah dengan keadaan yang sepi dan banyak laki – laki yang terkadang nongkrong di area pejalan kaki,atau sunyinya malam yang membuat hatiku berdebar kencang karena tak ada seorangpun karena aku berjalan pada pukul 9 malam satu jam sebelum masuk pabrik dan pulang pada jam 6 pagi,itupun aku harus berjalan lagi,karena aku sudah tidak di antar jemput oleh sulton,dia sudah pindah ke tempat kerjanya diwahana karena dia harus mengatur keuangan nya pula,agar tak membayar uang sewa rumah,cukup lama aku seperti itu selama dua bulan aku bertahan dengan kondisi yang benar – benar tak bisa orang bayangkan.

DIBUKANYA PINTU REZEKI

Sulton mendapat informasi dari mba dewi kakanya untuk bekerja di perusahaan pertamina,dan terpaksa dia harus meninggalkan aku sendiri di bogor karena dia akan mulai training pembelajaran dan langsung bekerja,satu bulan dia meninggalkan aku tak menjenguk ku karena memang dia sedang berada di tengah – tengah laut,kerinduan ku bukan lah hal yang besar,karena aku senang dia bisa memperbaiki hidupnya bangkit dari keterpurukan krisis ekonomi.

Saat aku selesai bekerja dan keluar pabrik ada dua orang yang menungguku di depan gerbang,aku mengenali salah satu dari mereka karena aku pernah bertemu dengannya di dealer tempat kerja sulton dulu,mereka berbohong pada ku mengatakan tentang uang transfer yang mengatas namakan sulton dan membawaku ke kantor dealer,sesampainya disana barulah aku tau apa yang terjadi,mereka menanyaiku dengan banyak pertanyaan menyangkut motor yang sulton pakai,dan mereka menyuruhku mengantar ke tempat kaka nya di tangerang,kami berangkat sesudah ashar dan sampai sekitar mendekati maghrib disana kami bertemu dengan mba dewi dan menjelaskan semua prihal tentang motor sulton dan akan menarik kembali motor yang di kreditkan itu,akan tetapi motor itu tak jadi diambil karena bos dari suami mba dewi memberikan pinjaman untuk membayar motor itu,setelah semua selesai aku diantar pulang cukup larut sudah jam 11 malam lewat,betapa lelahnya aku seharian tak istirahat dan harus bangun pagi esok hari.

Kepulangan sulton dari laut membawa masalah baru,sulton datang ke bogor menjengukku dan bercerita tentang masalah yang dia alami,ya..kaka nya meminta motor itu karena sudah membayarkan tunggakan motor dan mereka yang akan melanjutkan angsurannya,namun sulton bingung harus menjawab apa dan dia meminta saranku untuk mencari jalan keluar..
“kalo menurut aku yah,jangan kamu kasih motor itu,cukup kamu kembalikan uang yang dipakai untuk membayar tunggakannya,aku punya alasan yang kuat gak mau motor itu hilang dari tangan kamu,karena kamu tau sendiri bagaimana sulitnya kamu mempertahankan itu,terlebih lagi karena motor itu keluarga kamu salah paham sama aku,karena motor itu kita mengalami kesulitan,motor itu adalah lambang,pengingat dari saksi kesulitan yang kita alami,motor itu harus kamu pertahankan apapun yang terjadi bukan masalah uang,tapi kamu harus ingat kesulitan selama ini”
“iyya mih aku juga gak mau kehilangan motor itu,jadi aku akan menggantikan uangnya”

Tak lama dia menjengukku sore nya dia kembali ke rumah kakanya,untuk menyelesaikan masalah motor itu,dia mengikuti saranku tapi justru kakanya marah dan merasa sulton tak tau balas budi,sehingga menelpon ke jawa dan mengadu pada ibunya,ibunyapun ikut membujuk untuk menyerahkan motor itu namun sulton tetap bersikeras dan mempertahankannya,itu semua tak berlangsung lama setelah sulton mengembalikan uangnya.

Aku tak lama berada di bogor dan ibuku menjemput menyuruhku kembali ke rumah dan mencari pekerjaan disana,aku menurutinya,dan mulai ku cari pekerjaan,aku dan sulton berkeliling jalan mencari sebuah lowongan,yang akhirnya aku diterima di sebuah klinik.

Aku selalu pulang malam pada jam 10,sulton hanya menjemputku bila dia sedang libur,namun saat dia sedang berkunjung ke rumah saudaranya dengan mba dewi,dia mengatakan akan menjemputku tapi aku melarangnya apabila dia memang tak bisa,dia bersikeras ingin menjemput,dan aku menunggunya dia membawa salah satu keponakannya.
“ko riza ikut yah?gak kamu antar pulang dulu ya?kasian ngantuk dah malem”
“klo nganter dulu nanti kamu kemalaman mih,nungguinnya”
“ya udah,,yuk”

Sesampainya dirumah mba dewi mengirim pesan dan memarahiku
“indah kamu jadi anak manja banget,gara – gara sulton buru – buru mau jemput kamu,aku hampir ketabrak truk karena ngejar dia”
Aku tak tau apa yang terjadi hari itu tapi aku sudah mengatakan kepada sulton untuk tidak menjemputku apabila memang tak bisa,namun dia bersikeras,lagi – lagi saudaranya salah paham padaku.

Kerenggangan hubungan kami adalah karena dia tak menepati janjinya yang akan menikahiku setelah idul adha,memang ku tau dia memiliki banyak kebutuhan,tapi dia sudah berjanji pada kedua orang tuaku,ditambah lagi kontrak kerjanya di pertamina sudah putus,dia mengalami hal sulit kembali,karena harus mencari pekerjaan,dan akupun sudah tak bekerja diklik lagi melainkan di sebuah koperasi,aku tak tega melihatnya,dia bekerja sementara di sebuah lapangan demi memenuhi kebutuhan hidupnya,dan dia masih mengantar jemputku,karena terkadang jadwal kerja nya tak menentu membuatku menunggunya terlalu lama,dan membuatku marah aku selalu berkata jika dia tak bisa menjemputku lebi baik tak usah,namun dia tetap memaksa.

Aku berfikir keras bagaimana cara agar tak menyusahkannya terus menerus,aku putuskan untuk mengambil sebuah motor agar aku tak menyusahkan dirinya pada saat jam kerja,awalnya dia tak setuju,dia tak tau alasannya,kenapa aku begitu,fikirannya menjadi sering salah paham padaku,aku sering memintanya untuk putus bukan karena aku tak mencintainya lagi,aku memiliki alasan,kata – kata kasarku pun terpaksa aku keluarkan agar mengusir nya pergi,aku merasa menjadi wanita pembawa sial untuk dirinya,hatiku memang berat melepaskannya,tapi itu harus aku lakukan,aku ingin dia bisa berfikir lebih dewasa lagi,aku ingin dia belajar bangkit dari setiap masalah,aku tak kuasa bila harus ku lawan diriku sendiri untuk mengusirnya dari hidupku,karena aku begitu mencintainya dan mengasihinya,besar perasaanku untuk nya,akhirnya aku putuskan untuk membuat perjanjian kepada sang pencipta “ya Allah jauhkanlah kami bila ini semua menjadi yang terbaik untuk kami,pisahkanlah kami agar engkau bisa membuka mata hatinya,bukakanlah pintu rezeki untuk dirinya jangan engkau siksa dia seperti ini,aku tak sanggup melihatnya,kesedihannya,aku rela kau pisahkan asal kau kembalikan semua yang membuat dirinya lebih baik lagi,aku rela bila engkau tak mendekatkan kami asal kau berikan dia kebahagiaan yang lebih,aku rela di usir dari hidupnya apabila semua ini menjadi yang terbaik untuk masa depannya dan keluarganya,demi nama engkau dan alm.ayahnya aku relakan” inilah perjanjian yang ku buat sendiri tanpa dia ketahui karena aku tak bisa menjauh dari nya bila harus ku usahkan sendiri,aku merasa menjadi pembawa sial untuk nya,sakit memang hatiku melakukan semua ini dan membuatnya membenciku dan keluarganya tambah membenciku pula,dia mengatakan aku sebagai wanita yang munafik,dan berkata penuh muslihat,dia benar – benar membenciku di dalam hatinya,namun tak bisa ku tarik ucapanku,aku merasa linglung ku usahakan agar dia tak membenciku namun semua sudah terlanjur,tak bisa aku membela diri,sikap nya berubah menjadi dingin,dia memperlakukanku lebih kasar dari wanita – wanita yang pernah singgah dihatinya,dia mengatakan aku adalah wanita yang suka mempermainkan hati laki – laki,begitu dalam luka yang ku buat,kepergianku membuatnya membekukan hati,aku tak kuasa melihatnya membenciku,bahkan aku rela merendahkan harga diriku untuk menghubunginya kembali,aku merasa ini cobaan untuk ku,Allah seperti ingin berkata “apakah ini yang engkau mau indah?apakah hatimu benar – benar menginginkan kebahagiaan untuknya?apakah engkau bisa melewati semua ini,apakah hatimu genap menginginkan kebahagiaannya” ya seperti itulah teguran yang ku dapat,aku tak boleh mengambil ucapanku kembali,perjanjian yang ku buat,menjadikan derita untuk ku sendiri,sikapnya yang kasar mengingatkanku akan apa yang aku lakukan,inipun adalah pembuka bahwa cintanya tak sama sepertiku,dia membenciku atas apa yang dia tak ketahui,kepergianku adlaah untuk memperbaiki diri untuk menyiapkan mentalku meminta restu dari keluarganya,namun dia hanya menganggap ini sebuah alasan belaka,sakit memang hatiku,terlebih dia sudah memiliki penggantiku yang lebih baik dariku katanya,yang lebih mengertinya,yang lebih lembut dariku,yang lebih mampu mengikuti jalan fikirannya,dan tak membuat keluarganya berselisih.
Aku tak mampu membendung sebuah protes,tapi ini salahku,ini yang aku mau,lihatlah indah…dia tak mengalami masa sulit lagi?lihatlah indah dia tak harus berselisih dengan keluarganya?lihatlah indah dia dapatkan wanita yang menjadi idamannya,cintamu cukuplah hanya kamu yang simpan,cukup menjadi saksi untuk pengertian yang kamu berikan,tak ada orang yang mampu mencintainya seperti mu,kamu tak hanya mencintai raga nya,kamu tak mencintai hanya kesenangannya saja,kamu mencintainya demi hidup dan matinya,kenapa kamu bersedih,biarlah semua salah sampai saat Allah mengulurkan bantuannya membuka mata hati setiap orang,meski sampai akhir hidup mu.

Ingin ku sampaikan pesan kepada semua orang didunia ini,semua orang tua di dunia ini,salahkah aku memiliki perasaan ini,kenapa harus membenci sesuatu yang sesungguhnya semua milik Allah,kenapa harus membenci sesuatu yang belum tumbuh didiriku,kenapa kalian hanya melihatku dari sisi buruk,aku memang selalu menyembunyika apa yang menurutku baik itu karena aku tak ingin menjadi orang yang menebar kesombongan,aku hanya menanam kan diriku untuk belajar dan memperbaiki tanpa harus ku ucap,aku selalu salah dimata kalian,hanya karena ketidakmampuanku bahkan bukan tidak mampu melainkan belum mampu,salahkah aku melakukan semua ini,salahkah aku bila aku belum mampu menjadi dewasa bukan bearti akan seperti ini selamanya,dan untuk kalian yang memiliki pasangan,percayalah akan apa yang kalian rasakan,percayalah setiap apa yang tidak baik tertanam kebaikan.

Ini adalah akhir yang aku pertahankan demi dirinya aku rela terluka teramat,demi dirinya aku rela dibenci teramat,demi dirinya aku rela menahan luka yang tak kunjung usai,demi dirinya aku harus mampu bangkit,karena sudah kulihat semua kebahagiaannya tanpa diriku,kini akan hilang semua ingatan tentangnya,kini kami terpisah jalan yang berbeda,hanya aku seorang yang belum menghilangkan perasaan ini,tak ingin ku masuk kembali di kehidupannya karena kami telah terpisah jalan,sudah tak da cinta di hatinya untukku,cinta nya adalah untuk kesempurnaan bukan untuk kekurangan ku,harus kusadari itu,dan biarlah kisah ini menjadi kenangan,menjadi pembuka bagi setiap hati yang berselisih,membuka kebaikan dari setiap keburukan yang terlihat.

Aku ingat kau membelikanku sebuah cincin memang tak lama berada di jariku,aku ingat saat ayah menginginkan menikah denganku dan hanya ingin memiliki anak dariku,aku ingat setiap canda yang kita ucap dimasa saat kita akan menikah,ayah takut jika anak yang lahir akan mirip seperti ku yang suka memakan coklat,aku ingat dimana saat awal pertemuan kita,aku ingat sebuah kata manis yang kau ucap saat kepulanganku,aku ingat setiap saat kita duduk dibelakang sebuah pertokoan setiap malam hanya untuk bercerita,tanpa pernah kita membeli makanan yang berada disana,aku ingat setiap pandangan lembut yang ada dimatamu yah,aku ingat suara merdumu yang sedang membaca ayat Allah,aku ingat saat ayah menjadi imam sholatku pertama kali,aku ingat saat kau mengajariku cara membaca al-Qur'an yang benar,aku ingat sebuah panggilan lembut yang memanggilku “mimih”,tapi kini tak kau sisakan ingatan itu dihatimu,tak ada yang tersisa di hatimu selain luka yang ku buat.
Ayah rinduku begitu dalam untuk mu,aku tak perduli orang memandangku apa,aku hanya jujur kepada perasaan ini,maaf bila kenangan ini ku tulis bukan untuk mengingatkanmu namun semua ini begitu indah bila harus kau buang,meski tak bisa kembali ingatlah ada masa diantara kira yang pernah berjumpa,ada masa indah dimana sebuah perasaan yang tak tau datang darimana?yang hidup selama ini tanpa kita tau masing – masing,kita bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah,karena Allah merindukan kita sebagai umatnya,terima kasih untuk selama ini,engkau begitu baik yah,sulit mencari orang sepertimu yang mencintaiku begitu dalam,terima kasih yah.




Tidak ada komentar: